
episode 172
.
.
.
.
Nada diseret dengan paksa menaiki tangga menuju lantai teratas dirumah besar itu. tidak ada yang lebih Nada fikirkan kecuali keselamatan calon bayinya."kau dimana ?? selamatkan calon anak kita ..q mohon.." batin Nada.
beberapa kali nada hampir terjatuh karna paksaan berjalan dari anak buah pria tambun itu. hingga ia merasakan sakit yang luar biasa pada perutnya, keringat memenuhi tubuh Nada, karna ia menahan rasa sakit yang teramat sangat.
"sayang bertahanlah..papamu sebentar lagi pasti datang." batin Nada yang seolah bicara dengan calon buah hatinya yang kini berada didalam perutnya.
sesampainya diatas loteng, Nada dilempar begitu saja dilantai atas itu dan dikelilingi beberapa anak buah pria tambun itu.
Nada memejamkan matanya, ia tak kuasa menahan rasa sakit diperutnya, hingga darah segar mengalir dari sela pahanya, hal itu membuat Nada menggelengkan kepalanya penuh kesedihan. " tidak, q mohon bertahanlah...aaaahhh...!!!" rintih nada sambil.mengusap perutnya.
sementara pria tambun yang duduk didepan meja itu tertawa lepas melihat Nada yang tersiksa karna rasa sakit akibat kontraksi diperutnya.
" ha...ha...ha... setelah calon anakku, giliran kau wanita cantik !!! ha..ha..ha.., nyalakan waktu bom ditubuh wanita itu !!!" perintah pria.tambun itu.
" q mohon..jangan..." rintih Nada dengan sisa kekuatannya, ia terus menahan rasa yang luwar biasa diperutnya.
anak buah pria tambun itu mulai.menyalakan waktu bom yang berada ditubuh Nada.
anak buah Pria tambun yang berjaga dibawah berlari naik ketempat dimana Nada dan pria tambun itu berada. " tuan, kita diserang !! mereka datang.." ucap anak buah itu.
Senyum pria tambun itu redup, " brengsek !!! jangan biarkan siapapun naik kesini sebelum wanita ini meledak. !!!" perintah pria tambun itu. ia segera mendekati Nada, dan tanpa belas kasih pria tambun itu.memukul wajah Nada hingga ujung bibir nada mengeluarkan Darah.
__ADS_1
plakk..
plakk..
" kau harus segera mati !!!" ucap pria tambun itu sambil mencekik leher Nada.
" to..to..lo..ng.. ja..ja..nga..n.." balas Nada terbata-bata karna lehernya dicengkram.denga kuat.
Diujung tangga ada seorang yang mengepalkan tanganya dengan kuat, matanya merah seakan menyala dan hendak membunuh Siapapun yang ia lihat.
buukk..
pria tambun itu tersungkur bengitu saja. akibat tendangan yang melayang dipunggungnya.
uhukk..
uhuukk..
Nada terbatuk-batuk dan mengatur nafasnya kembali, ia merasa sudah lemah tak berdaya.
" sayang..bertahanlah .. q mohon..." ucap revandra dengan air mata yang mengalir, kala melihat wajah sang istri yang babak belur serta darah segar yang mengalir disela paha Nada.
" ka..kau ..da..tang..maaf.." balas Nada dengan suara lemah namun ia berusaha tetap tersenyum
Revandra.menggelengkan kepalanya " q yang lalai.menjagamu.. bertahanlah.." dengan cepat Revandra menggendong tubuh Nada. namun.langkahnya terhenti karna pria tambun itu sudah didepannya.
"kau akan kemana Revandra ??!! istrimu sudah kutanami bom ditubuhnya, sebentar lagi dia akan.meledak !!! ha...ha..ha..." teriak pria tambun itu
Revandra mengeratkan giginya, dengan tatapan iblisnya, "kau mencari lawan yang salah Rudi !!! q tidak akan membiarkanmu hidup !!!" ucap Revandra pelan namun penuh penekanan.
" aakkhhh!!!" Nada merintih lagi, yang membuat hati Revandra teriris melihatnya.
__ADS_1
Darren yang baru datang langsung menyerang Rudi, pria tambun yang menculik Nada.
bukk
bukk..
dagg..
dagg..
Rudi tersungkur beberapa kali, ia melihat kesekeliling ternyata anak buahnya sudah tergeletak tak bernyawa.
sementara Revandra berusaha menjinakkan bom yang berada ditubuh Nada.
dengan amarah memuncak darren mencengkram kerah baju Rudi.
" dasar orang gila !!! bisa-bisanya kau menyakiti adikku !!! bajingan busuk !!!" ucap darren sambil menghadiahi pukulan diwajah Rudi.
" Darren !?" panggil Revandra.
Darren.menghentikan aksinya lalu berlari menghampiri Nada dan Revandra. Revandra yang dengan cepat sudah melepas bom ditubuh istrinya.
" bawa Nada kerumah sakit sekarang juga, biarkan q yang membunuh pria itu !!" ucap Revandra.
Darren mengangguk, ia menerima Nada yang sudah tak sadarkan diri. dan berlari turun melalui tangga, dibawah Gondrong dengan sigap melindungi Darren yang hendak keluar dari rumah itu.
"Nada.bertahanlah...q mohon.." batin Darren.sambil memasukkan.Nada kedalam mobil dengan cepat mobil melesat meninggalkan rumah itu.
.
.
__ADS_1
.
.