
Andari begitu kaget saat Riska yang beberapa waktu lalu datang ke kantornya untuk mengunakan jasa wedding organizer miliknya, kembali datang dengan membawa calon suaminya.
"Ini calon suami saya Mas Prasetyo namanya."
Andari menangkup kedua tangannya begitu pula dengan Prasetyo.
"Mas ini...."
"Andari," perkataan Prasetyo yang begitu spontan membuat Riska kaget karena yang ia tahu baru pertama kali ini Prasetyo bertemu dengan Andari.
"Mas Prasetyo pernah menyelamatkan saya dari aksi pembegalan waktu di Jogja. Jadi dari kejadian itu Mas Prasetyo bisa kenal saya, " kata Andari menjelaskan.
__ADS_1
Riska kemudian tersenyum. Wajahnya yang tadi curiga kembali cerah. Andari kemudian mempersilahkan Riska dan Prasetyo masuk ke dalam ruangannya. Andari kemudian mempersilahkan keduanya untuk duduk di sebuah sofa. Ia kemudian menyerahkan sebuah katalog yang berisikan beberapa model gaun pengantin.
"Sepertinya ini bagus ya Mas," Riska menunjuk sebuah gaun pengantin muslim dengan motif Dayak berwarna putih dengan les berwarna ungu.
"Iya bagus." Hanya itu yang diucapkan Prasetyo.
Sesi pertemuan berakhir satu jam kemudian. Riska dan Prasetyo sepakat ada tiga busana pernikahan yang akan mereka kenakan saat resepsi pernikahan mereka nanti. Satu dengan motif Dayak, satunya lagi motif Melayu, dan yang terakhir motif Jawa. Mereka akan bertemu perancang busana pernikahan mereka besok. Masalah katering dan dekorasi pernikahan akan dibacarakan besok juga. Jadi besok Riska dan Prasetyo selain akan bertemu dengan perancang busana pernikahan mereka, mereka juga akan bertemu dengan pemilik jasa katering dan juga pemilik jasa dekorasi pernikahan mereka. Resepsi pernikahan sendiri rencanya akan dilangsungkan di gedung RRI.
***
pelanggan yang datang ke kantornya banyak. Di ujung kiri jajaran kursi terdapat rak kecil terbuat dari rotan untuk menaruh beberapa majalah serta koran.
__ADS_1
"Aku ndak apa-apa,"kata Andari mengulas senyum di wajahnya agar asistenya ini tidak cemas akan keadaanya. Febi mungkin melihat berubahan di wajahnya. Febi sendiri lebih muda tujuh tahun umurnya dari Andari. Ia baru lulus kuliah dan seminggu yang lalu baru diwisuda.
"Nak Febi buatkan teh manis."
"Ndak usah ma' kaseh."
"Febi, apakah hari ini ada klien lagi."
Febi dengan cepat memeriksa data para pelanggan di komputer.
"Ada Kak, dengan Bapak Julian dan Ibu Sumi jam satu siang ini."
__ADS_1
CATATAN
les: lis dalam pakian.