Cinta Yang Sempurna

Cinta Yang Sempurna
Ayu dan Tigor


__ADS_3

"Lapar nih, cari makan yuk!"


"Ayo!"


Andari dan Prasetyo kemudian menyeberangi jalan. Tak jauh di depan mereka ada angkringan.


"Mau makan di angkringan?"


"Boleh, lagi pula angkringan murah meriah enak lagi."


"Seperti iklan saja kamu ini."


Andari tersenyum. Mereka kemudian menuju angkringan tersebut.


"Sepertinya aku kenal dengan orang itu," kata Prasetyo. Di angkringan itu ada dua pembeli sedang menyantap makanan. Yang perempuan sedang menikmati tempe mendoan. Sedangkan yang laki-laki sedang menikmati sate keong. Entah kenapa Andari merasa pernah bertemu dengan sosok perempuan yang sedang menikmati tempe mendoan.


Laki-laki yang sedang menikmati sate keong berpaling karena ia merasa ada seseorang yang berdiri di belakangnya.


"Tigor!"


"Alamak, Prasetyo, Puji Tuhan kita bisa bertemu di sini."

__ADS_1


Tigor berdiri dari kursi panjang yang didudukinya. Mereka kemudian saling salam komando dan menepuk pundak masing-masing. Beberapa detik kemudian mereka melepas gengaman tangan. Andari dan Prasetyo kemudian duduk di kursi panjang. Prasetyo duduk di samping Tigor sedangkan Andari duduk di samping Prasetyo. Prasetyo memesan es teh sedangkan Andari memesan es jeruk kepada bapak penjaga angkringan.


"Sudah berapa lama di Jogja? Kenapa tidak bilang kalau mau ke Jogja?" Prasetyo bertanya sambil membuka bungkus Sega kucing. Di dalamnya ada sekepal nasi dan juga osengan tempe yang dicampur kacang panjang.


"Tiga hari yang lalu dan kenapa aku tak bilang hendak ke Jogja pada kau, biar jadi kejutan saat aku muncul mendadak di depan rumah mu."


"Hm!" si cewek yang tadi menikmati tempe mendoan berdehem.


"Ayu kan"


"Ku kira kamu lupa dengan aku."


"Seminggu yang lalu."


"Oh ya, perkenalkan ini calon bojo ku, Andari."


"Andari kenalkan ini Tigor teman ku waktu SMU. Pas lulus SMU ia memutuskan untuk kembali ke tanah leluhurnya di Medan. Katanya sih mau lanjutkan pendidikannya di sana."


"Aku benar-benar kuliah di Medan sana. Ini ke Jogja mau rileksasikan pikiran dulu. Pening kepala ku menghadapi skripsi. Aku juga pulang ke Jogja karena Mamak ku yang minta. Lima tahun aku di Medan tapi belum pernah pulang ke Jogja. Bisa dibunuh Mamak ku kalau aku tak kabulkan permintaannya."


Tigor memang asli Medan. Saat ia tamat SMP di Medan, orangtuanya memutuskan untuk pindah ke Jogja.

__ADS_1


"Kalau Ayu ini teman ku dari SMU juga. Ia asli Jogja. Lulus SMU ia melanjutkan pendidikannya di Australia."


"Kamu Andari kan temannya Wulan," kata Ayu setelah lama diam.


"Iya."


"Kalian sudah saling kenal?"


"Aku pernah melihat Andari membawa Wulan ke rumahnya dalam keadaan mabuk. Sebenarnya aku belum sempat kenal Andari karena situasi saat itu."


Kenagan akan peristiwa itu seolah kembali ke hadapan Andari. Ia memang sempat bertemu dengan Ayu akan tetapi pikirannya waktu itu tidak terlalu fokus karena keaadan saat itu. Wulan mabuk dan waktu itu hari sudah larut dan ia harus secepatnya pulang ke pondok pesantren.


"Wulan?"


"Sepupu ku. Ia anak dari adik ibu ku yang nomor enam."


CATATAN


Sega (dibaca : sego): Nasi.


Bojo: Suami atau istri.

__ADS_1


__ADS_2