
...Happy reading...
*****
6 bulan kemudian...
Jelita dan Rasyad sedang mengunjungi anak dari Raka dan Erina. Erina sudah melahirkan sejak seminggu yang lalu dan untuk beberapa kalinya Jelita merasa gemas dengan ketampanan anak dari kakaknya tersebut.
"Baby Tristan tante Jelita datang," ucap Jelita dengan gembira.
Raka yang mendengar suara adiknya langsung tersenyum tipis karena ia sedang berjemur dengan Tristan.
Seakan tahu kedatangan tante dan om-nya mata Tristan yang sangat mirip dengan Raka perlahan mulai terbuka. "Tahu banget tante, om dan calon adik kamu datang, Nak!" ucap Raka dengan terkekeh.
"Mas, aku pengin punya bayi kayak, Tristan!" ucap Jelita dengan gemas.
"Sebentar lagi kamu akan mendapatkannya, Sayang tapi dalam versi cewek!" ujar Rasyad dengan lembut.
Jelita mengangguk dengan semangat. "Kak, aku boleh gendong, Tristan?" tanya Jelita dengan penuh harap.
Raka melihat ke arah Rasyad. Rasyad yang mengerti menganggukkan kepalanya, karena jika keinginan sang istri tidak dituruti mood Jelita bisa sangat memburuk.
"Hati-hati, Dek. Awas perut kamu itu, Kakak takut twins merasa sakit," ucap Raka dengan ngilu memberikan Tristan ke gendongan Jelita.
"Iya, Kak," jawab Jelita dengan tersenyum senang saat Tristan sudah berasa di dalam gendongannya.
__ADS_1
"Kak Erina mana?" tanya Jelita yang tidak melihat Erina ada di sini.
"Lagi mandi. Paling sebentar lagi turun," ucap Raka.
"Nah itu dia," ujar Raka tersenyum saat melihat istrinya yang sudah dalam keadaan fress.
"Aku lama ya, Mas?" tanya Erina dengan pelan.
"Tidak, Sayang. Tristan juga diam berjemur," ucap Raka dengan pelan.
Erina menatap Jelita yang sibuk menggendong anaknya. "Kapan Jelita akan melakukan operasi cecar, Kak?" tanya Erina yang menatap perut Jelita yang sudah sangat membesar.
Erina masih tak menyangka jika Jelita akan mewarisi gen kembar pada keluarganya. Erina juga ingin mempunyai anak kembar nantinya, ia merasa lucu ketika melihat anak kembar sedang bermain bersama. Akankah anak dari Rasyid dan Gea nantinya juga akan kembar?
"Dua minggu lagi, Dek. Doakan semoga lancar ya," ucap Rasyad dengan binar mata yang sangat bahagia.
"Iya, Kak. Nanti Tristan yang akan menjaga dua adiknya," ucap Jelita menimpali.
"Iya kan baby Tristan. Ulu-ulu ganteng banget sih," ucap Jelita dengan mencium pipi Tristan dengan gemas. Tristan adalah duplikat Raka sekali, hanya pada bibir yang mirip dengan Erina. Mungkin Tristan pembuktian dari bucinnya sang daddy pada mommy-nya.
Tristan merengek dengan menjulurkan lidahnya pertanda jika bayi mungil itu sudah merasa haus. "Sini Tristan sama Mommy dulu. Haus ya, Nak!" ucap Erina mengambil Tristan dari gendongan Jelita.
Sedangkan Rasyad dan Raka sudah sibuk dengan obrolan mereka tentang bisnis, tetapi mata keduanya tetap tertuju pada istri masing-masing.
"Kamu tahu Syad? Menjadi ayah adalah sesuatu yang sangat membahagiakan sekali. Kehadiran Sam membuat kehidupan kami berkali-kali lipat bahagia," ucap Raka dengan tersenyum bahagia.
__ADS_1
"Benar. Apalagi sebentar lagi aku juga akan menjadi ayah untuk kedua anak kembar kami," ujar Rasyad dengan tersenyum.
Ayah dan calon ayah tersebut tampak sudah akur jika membahas seorang anak. Seakan keduanya lupa jika mereka selalu bermusuhan.
"Sebentar lagi aku akan menjadi seorang ayah sama seperti Raka. Dan aku sudah tidak sabar menunggu saat itu tiba. Baby twins sebentar lagi kita akan bertemu, Sayang."
****
Malam harinya seperti Malam-malam sebelumnya Jelita sama sekali tidak bisa tidur dengan nyenyak. Gerah, sesak membuat Jelita sama sekali tidak bisa memejamkan matanya. Dan dengan siaga Rasyad ikut menemani istrinya begadang walaupun sebenarnya ia sangat merasa mengantuk.
Rasyad memijit kaki Jelita yang membengkak dengan perlahan. Walaupun semua tubuh Jelita membengkak karena mengandung anaknya di mata Rasyad istrinya menjadi sangat seksi, pesona ibu hamil ini mampu membuat Rasyad tidak bisa berpaling.
"Sayang tidur ya. Ini sudah jam 2 malam," ucap Rasyad dengan lembut.
"Aku ingin Mas tapi sama sekali mataku tidak bisa terpejam. Bagaimana kalau kita bercinta saja Mas? Mungkin dengan merasa lelah habis bercinta aku bisa tidur dengan nyenyak," ajak Jelita dengan malu-malu.
Gluk..
Rasyad menelan ludahnya dengan kasar. Ajakan bercinta istrinya seperti mendapatkan air di gurun pasir bagi Rasyad.
"Kamu yakin, Sayang?" tanya Rasyad dengan berbinar.
Jelita mengangguk tanpa ragu. Mendapatkan lampu hijau dari sang istri tanpa Rasyad minta membuat Rasyad langsung mencumbu Jelita dengan mesra, suara desah*n keduanya bagaikan melodi yang sangat indah, bagi Rasyad ini adalah cicilan sebelum dirinya tidak bisa menyentuh sang istri selama 40 hari lamanya.
***
__ADS_1
Maaf ya gengs nama anak Raka aku ganti demi menghargai Toleransi 😊