
episode 160
.
.
.
.
Hari berganti hari bulan pun telah berapa kali berganti, kedamaian terasa dikeluaga Ambara dan Revandra, meski belum bisa sepenuhnya, namun Revandra sudah membuka maaf untuk kedua orang tuanya.
Kandungan Nada sudah menginjak usia 7 bulan, kasih sayang dan cinta Revandrapun semakin besar padanya, tingkah posesif dan sangat mengatur selalu keluar dari diri Revandra sang ketua mafia.
pagi yang cerah, rutinitas yang selalu terjadi dirumah besar Revandra adalah ritual sarapan bersama. senyum kebahagiaan terpancar jelas diwajah Nada Revandra dan sikecil Zakia.
" papa berangkat dulu sayang.." pamit Revandra sambil mengecup kening Zakia.
" iya pa.."balas Zakia.
Revandra beralih menatap Nada. dengan penuh kelembutan ia mencium kening Nada. "jika kau lelah, biarkan bi Yumna yang mengantar Zakia."pesan Revandra.
" q tidak apa-apa.. bukannya kau juga dengar dokter selalu bilang agar q sering banyak gerak diusia kandungan yang sudah tua ini." timpal Nada. sambil.berdiri ia hendak mengantar Revandra sampai diluar namun terhenti kerna larangan Revandra.
" duduk disini saja. kau bisa kelelahan jika mondar mandir terus.. q bisa keluar sendiri."
" baiklah, tapi tetap hati-hati." Revandra berkata demikian sambil meraih jasnya dan melangkah keluar. Romi dan Yohan menunduk hormat disamping mobil, Dengan wajah yang datar Revandra masuk kedalam mobil menuju kantornya.
sementara Nada hanya dapat tersenyum bahagia dengan sikap perhatian suaminya itu.
" ma, nanti siapa yang antar zakia ??" tanya Zakia polos.
"ma-" ucapan Nada terhenti
" pagi sayang..." sapa Nurra yang baru masuk dengan sedikit berlari dan membuka lebar tangannya
" bibi.." Zakia menerima pelukan Nurra.
" bibi merindukanmu .." ucap nurra lembut.
Zakia menjawab " bibi kemana saja ?? "
__ADS_1
" maafkan bibi sayang, bibi ada kerjaan diluar kota.."balas Nurra.
Nada hanya melihat dengan senyumnya.
" Zakia sayang !!! papa datang !!!" sebuah suara yang familiar membuat Nurra mengerutkan alisnya. ia menoleh sumber suara itu dan betapa terkejutnya ia.
" darren ??!!" ucap Nurra dengan sisa keterkejutannya.
" papa darren " Zakia beralih memeluk Darren. dengan bahagia darren memeluk zakia dengan erat.
" apa sudah siap berangkat ?? tanya darren sambil melepas pelukannya.
" sudah papa.".jawab zakia.polos.
" papa ?? q tidak salah dengar kan ?? " tanya Nurra
Nada hanya menggelengkan kepalanya
" iya, q papa angkat Zakia. kenapa ?? apa itu aneh ??" jawab darren dengan menatap lekat Nurra. gelagapan nurra buru-buru membuang tatapannya kesegala arah. jujur hatinya masih tidak karuan jika terlalu dekat dengan darren.
" kak, kau kesini lagi ??" ucap Nada menengahi.
" tapi kenapa setiap hari ?? kau selalu datang kesini ??" protes Nada.
" kau melarang kakakmu datang kerumah adiknya ?? lagian q kan menemui putri angkat ku.. iya kan Zakia. ??" jawab Darren sambil mengecup pipi Zakia.
Nada menggelengkan kepalanya, Darren selalu seperti itu. setiap pagi ia selalu datang dan menjemput zakia untuk kesekolah.
" tapi q sudah disini ?? q juga akan mengantar Zakia ??" timpal Nurra.
" apa salahnya kita antar saja bersama ??" balas Darren singkat.
nurra membulatkan matanya, ia beberapa kali menelan ludah dengan kasar.
" tidak bisa !! beberapa hari belakang q sudah terlalu sibuk, hari ini biarkan q yang mengantarnya !!" ucap Nurra sambil melipat kedua tangannya.
" ya sudah, ayo kita antar .. apa susahnya !!" timpal darren.
" darren !! kau jangan cari keributan pagi-pagi.begini !!?" protes Nurra.
"keributan apanya ?? q kan menawarimu mengantar Zakia bersama, q juga akan mengantarnya.." balas darren lagi.
__ADS_1
"itu tidak bisa !! q tidak mau semobil denganmu ??!!" umpat Nurra.
" memangnya kenapa ??" darren tidak mau kalah.
" kau !!! masih bertanya ?? kau lupa atau pura-pura lupa sih !!" ucap nurra dengan suara sedikit tinggi
" hentikan !!!" gertak Nada.
" Zakia bisa terlambat jika menunggu kalian berdebat." terang Nada dengan tegas.
Darren dan nurra sama-sama membuang tatapan mereka kearah lain.
" sudahlah. zakia ayo mama yang antar ??" ajak.Nada.
" tidak !!" ucap Nurra dan darren bersamaan. keduanya saling tatap. Nada hanya dapat menunggingkan senyumnya.
" begini saja, kita tanya Zakia.mau diantar siapa. bagaimana ??" usul Nurra.
"ide bagus." jawab darren kemudian berjongkok didepan Zakia. " Zakia hari ini mau diantar siapa ?? papa darren atau dia " tanya darren pada Zakia sambil menunjuk Nurra.
" Zakia mau sama papa darren dan bibi nurra. sama-sama, kan rame.." jawab Zakia dengan polos.
Nurra membulatkan matanya. sedangkan Darren tersenyum penuh kemenangan.
"kau dengarkan ?? masih mau protes lagi ??" ucap darren dengan bangga.
Nurra kesal bukan main, ia menghentak-hentakkan kakinya dilantai, kemudian menarik Zakia keluar begitu saja.
Darren hanya tersenyum melihat tingkah nurra.
"berhenti menggodanya kak ..kau harus ingat, Nurra sudah milik dokter Mike." ucap Nada dengan lembut.
" q tau, kau tenang saja.. q tidak akan merusak hubungan mereka.." balas darren sambil mengikuti langkah Nurra dan Zakia yang lebih dulu keluar.
.
.
.
.
__ADS_1