
...Hei-hei aku kembali lagi nih. Maaf sedikit yak. Jangan lupa ramein part ini ya....
...Happy reading...
****
Pagi menjelang dengan sangat indah seperti hati Rasyad saat ini. Sejak tadi ia sudah bangun tetapi Rasyad tetap tertidur di samping istrinya, ia memandang wajah cantik Jelita yang sedang tertidur dengan nyeyak, pasti istrinya ini merasa kelelahan setelah mereka semalaman suntuk saling berbagi kehangatan dan peluh bersama. Malam panas yang mereka berdua lalui membuat Rasyad senyum-senyum sendiri sejak tadi.
Rasyad mengelus pipi Jelita dengan lembut. Ia terkekeh pelan saat Jelita sedikit terusik karena perbuatannya, ia mengecup kening Jelita dengan lembut. "Terima kasih aku telah menjadi orang yang pertama menyentuhmu. Maafkan kesalahanku selama ini Sayang," ucap Rasyad dengan lirih.
Jelita menggeliat dalam tidurnya, ia membuka matanya saat ia merasakan tubuhnya bersentuhan dengan dada bidang seorang lelaki. Jelita terkejut saat melihat Rasyad berada di sampingnya dengan memandang dirinya begitu dalam.
Jelita terdiam, ia terlihat linglung dan otaknya terus menerus memutar kejadian-demi kejadian yang telah ia lalui. Hingga Jelita mengingat semuanya, ia melihat tubuh polosnya di balik selimut yang ia pakai. Semua itu tak luput dari penglihatan Rasyad, lelaki itu tersenyum tipis melihat sikap Jelita sekarang.
"K-kita tidak melakukan apapun, kan?" tanya Jelita yang masih berharap jika dirinya dan Rasyad tidak melakukan apapun. Jelas-jelas Jelita mengingat semuanya tetapi tetap saja ingin menyangkalnya.
Rasyad menghela napasnya dengan berat. Ia membenarkan posisi tidurnya agar kembali terasa nyaman untuknya, ia menatap Jelita dengan dalam. "Aku tahu kamu ingat semuanya dengan apa yang kita lakukan semalam. Dan aku merasa itu adalah hal wajar karena kita adalah sepasang suami istri yang sah," jawab Rasyad dengan lembut.
__ADS_1
Jelita menutup wajahnya dengan kedua tangannya. Ia ingin menangis sekarang juga, Jelita tidak tahu dengan apa yang ia rasakan sekarang. Apa harus bahagia atau bersedih karena dirinya sudah menjadi istri yang utuh untuk Rasyad?
"Hei...kamu nangis? Maafkan aku, Sayang. A-aku minta maaf dengan banyaknya kesalahan yang aku berbuat untukmu selama ini," ucap Rasyad merasa bersalah.
"Kita perlu bicara empat mata kali ini Jelita. Alu serius telah menyesal dan ingin memperbaiki semuanya," ujar Rasyad dengan tulus. Ia menarik tangan Jelita dengan perlahan agar Jelita tak lagi menutupi wajahnya.
Rasyad memandang wajah Jelita yang terlihat merah. Matanya terlihat sembab sekarang membuat Rasyad memeluk Jelita dengan erat tak peduli dengan tubuh mereka yang masih polos tanpa pakaian yang melekat pada tubuh keduanya.
Jelita meringis saat merasakan miliknya terasa perih. "Sssttt..sakit," ucap Jelita dengan lirih yang membuat Rasyad panik.
"Apaan sih?" ucap Jelita dengan ketus saat Rasyad ingin menarik selimut yang dipakai keduanya.
"A-aku mau periksa tubuh kamu. Siapa tahu ada luka karena aku tidak sengaja berbuat kasar sama kamu," ucap Rasyad dengan terbata saat melihat tatapan tajam Jelita untuknya.
"Jelita," panggil Rasyad dengan pelan.
Jelita menghela napasnya dengan berat. "Seharusnya Mas Rasyad sudah tahu dengan apa yang aku rasakan saat ini!" ucap Jelita dengan tajam.
__ADS_1
Rasyad terdiam sejenak, ia mengerti sekarang rasa sakit Jelita karena ulahnya semalam yang tidak terkendali. "Maaf," gumam Rasyad dengan pelan.
"Ya sudahlah semuanya sudah terjadi. Untuk apa disesali," ucap Jelita pada akhirnya.
Rasyad tersenyum tipis. "Aku tahu kesalahanku cukup banyak bahkan tak terhitung kepadamu. Tetapi maukah kamu memaafkan lelaki pendosa sepertiku? Maukah kamu memulainya dari awal kembali bersamaku?" tanya Rasyad dengan tulus.
Jelita menatap Rasyad dengan ekspresi yang sama sekali tidak terbaca. Ia terdiam dengan perasaan yang tak menentu sekarang. Inikah saatnya ia bahagia? Tetapi mengapa Jelita masih merasa takut jika suatu saat Rasyad akan menyakitinya kembali?
"Setelah apa yang kita lalui semalam. Rasanya aku tidak tahu ingin marah atau benci sama kamu Mas. Tetapi jika kamu benar-benar tulus kepadaku maka aku akan memberikan kesempatan kedua tetapi ingat aku belum sepenuhnya memaafkanmu. Aku ingin melihat seberapa besar perjuanganmu untukku," ucap Jelita dengan tegas.
"Terima kasih, Sayang!" ucap Rasyad dengan terharu. Ia ingin memeluk Jelita tetapi gadis itu mencegahnya.
"Jika kamu menyakitiku kembali. Aku ingin kita berpisah dan aku pastikan kita tidak akan bertemu lagi!" ucap Jelita dengan tegas.
"Aku akan buktikan jika aku benar-benar mencintaimu dan tak akan menyakitimu kembali, Sayang."
Mungkin inilah awal kebahagiaan Jelita dengan memaafkan suaminya walau belum sepenuhnya tetapi hatinya merasa lega karena telah berdamai dengan hatinya.
__ADS_1