
episode 154
.
.
.
Revandra sudah sampai dirumah milik Davian. ya, Revandra dipaksa Kennan untuk menyelamatkan Davian yang kini sudah lemah tak berdaya.
mobil dihentikan tepat didepan gerbang rumah besar itu. Revandra mengedarkan pandangannya hingga netranya menangkap sebuah jet pribadi bertenger diatap Rumah davian itu. mobil yang dikendarai Revandra ia nyalakan lagi, kini ia berniat menerobos gerbang dengan mobil miliknya, dengan memainkan gas mobilnya, Revandra menyalakan kembali lampu mobilnya, beberapa penjaga rumah itu segera waspada. hingga
brraakk !!!
Mobil Revandra berhasil menerobos gerbang itu. belum juga ia turun Revandra sudah dihadiahi beberapa kali tembakan tiada henti,
doorr..
doorr..
doorr..
didalam Revandra mulai menyiapkan senjatanya. tanpa ragu ia turun dan langsung membalas tembakan para penjaga itu.
dorr..
dorr..
dorr..
door..
sambil berjalan menuju pintu utama Revandra menembaki siapa saja yang menghalanginya. hingga semua tergeletak tak bernyawa.
senyum kepuasan terlihat jelas diwajah Revandra. buru-buru ia berlari mencari keberadaan Davian.
hingga suara rintihan terdengar disebuah kamar. dengan pasti Revandra masuk dan terlihat Davian memuntahkan darah dilantai.
segera Revandra berlari menghampiri Davian. davian terkejut dengan siapa yang datang.
"k..k..kau.." ucap davian terbata-bata sambil menatap Revandra.
" ayo.." Revandra segera membantu Davian duduk, " ayo segera pergi dari sini," sambung Revandra.
" Celine menyerang markas dan rumahmu, kenapa kau di..si..ni.. ahhkk !!" kata Davian yang kesakitan.
__ADS_1
" jika kau tau segera ikut denganku !!" balas Revandra singkat.
" a..a..ku bersumpah, bu..bukan q yang..yang menyuruhnya !!" ucap Davian terbata-bata.
" q tau, apa kau masih bisa berjalan ??" tanya Revandra.
" ka..ka..kiku lemah, tubuhku ju..juga lemah.tinggalkan q saja dan segera kalahkan Celine" jawab davian
dengan segera Revandra memapah Davian berdiri dan berjalan.
"ahkkhh !!!" rintih davian.
" bertahanlah, adik angkatku sudah membawakan penawarnya." ucap Revandra.
Davian menatap Revandra yang membantunya berjalan.
" q su..sudah ja..ja..hat pada..mu, kena..pa kau..masih mau.. meno..longku." kata Davian.
" q bukan orang sepertimu, diamlah dan ikut saja !!" balas Revandra.
Davian tersenyum, ternyata Revandra tidak seperti rumor yang beredar, " maafkan q.." ucap Davian lirih.
" q tidak akan memaafkanmu jika kau tidak bertahan dan ikut denganku !!" balas Revandra singkat,
tanpa kata lagi kedua pria itu menyerang Revandra secara bergantian.
buukk..
bukk..
dagg..
dagg..
Perkelahian sengit terjadi, meski kedua pria itu kuat namun Revandra sama sekali belum terluka sedikitpun. dengan gerak cepat Revandra mengambil belati kesayangannya. dan langsung menebas kedua pria itu secara bergantian.
srret..
srreet..
sreet..
kedua pria itu hanya terhuyung namun belum tumbang, Revandra berfikir keras untuk mempercepat waktu, kedua pria itu menyerang Revandra lagi, hingga seseorang membantu Revandra dengan menendang salah satu pria kekar yang menyerang Revandra.
dagg..
__ADS_1
Revandra menoleh siapa orang yang membantunya, senyum terbit kala melihat sahabat lamanya datang disaat yang tepat.
" apa kabar Revandra ?? kenapa tidak katakan jika kau butuh bantuan ??!!" kata pria yang menolong Revandra.
" Abigal, ???... bagaimana kau disini ??." balas Revandra.
" tenang saja.. kau selalu membantuku, kini giliran q yang akan membantumu" timpal Abigal.
keduanya tersenyum dengan tatapan tajam.menghadap kedua pria kekar yang kini tergeletak dan masih berusaha berdiri.
"pergilah, serahkan kedua keledai ini padaku !!" ucap Abigal Lagi.
" apa kau yakin ??" tanya Revandra penuh ejekan.
Abigal menyunggingkan senyum liciknya." keluargamu membutuhkanmu, cepatlah sebelum terlambat. hubungi q jika kau kesulitan melawan pembunuh bayaran sebrang itu."
Revandra menyunggingkan senyumnya juga dia lalu menuju mobilnya dan masuk kedalam mobil. sebelum pergi Dia membuka kaca jendelanya dan berteriak pada sahabat lamanya itu " Abi !!! kalau sudah ledakkan saja rumah ini !! sampai jet diatap itu habis !!!" teriak Revandra.
Abigal menatap atap dan menganggukkan kepalanya. Revandra segera menancap gasnya dan peegi dari tempat itu.
.
.
.
.
.
Yang penasaran sama Abigal cung?????
π€π€π€π€
nanti ada ceritanya kok, kisah bang Abigal..
pantengin terus karyaku ya Reader kesayanganku..
ππππππ
πΊπΊπΊ
.
.
__ADS_1