Cinta Yang Sempurna

Cinta Yang Sempurna
Cinta Yang sempurna


__ADS_3

episode 143


.


.


.


Semua anggota EangleBlood menunduk ketika Revandra memasuki markas. tatapan mata yang tajam dan tenang memang membuat siapa saja takut jika melihatnya. tanpa berkata apapun Revandra menuju sel tahanan yang berhasil diledakkan penyusup.


beberapa pekerja sudah mulai membenahi kondisi sel yang berlubang. semua menuduk kala Revandra sampai disitu.


netra Revandra menyapu kesegala arah, ia mulai menebak-nebak namun itu pun belum pasti. tiba-tiba saja ponselnya berbunyi. alisnya bertaut kala nomer tidak dikenal menghubunginya.


" hallo." jawab Revandra.


" halo Revandra.." ucap suara wanita disebrang.


" siapa kau " balas Revandra dengan tenang.


" kau lupa padaku ?? kita pernah bertemu disingapura kan ??" ucap wanita itu lagi.


Revandra terdiam sesaat, " Celine" gumam Revandra yang masih bisa didengar Celine.


" ha..ha..ha.. ternyata kau masih mengingatku.. apa kabarmu tampan ??" tawa Celine.


" kenapa kau menghubungiku ??" tanya Revandra tanpa mengindahkan perkataan Celine.


" q hanya memperingatkanmu saja, kau tau siapa q kan ?? klien ku memintaku untuk menghabisimu jika kau mencari masalah lagi dengannya." jawab Celine.


" Klien ?? hah !! pembunuh bayaran ??" ucap Revandra dengan senyum tipisnya.


" itu memang pekerjaanku !! dan q rasa kau tau itu.. baiklah, bye tampan sampai jumpa pada waktu yang tepat."balas Celine yang langsung menutup sambungan telfonnya.


Romi yang melihat tuannya tersenyum merasa heran.


" apa perlu kita selidiki tuan ??" tanya Romi.

__ADS_1


" tidak, sebentar lagi mereka pasti akan menyerang, buat pertahanan yang baik, perketat juga penjagaan untuk istriku." jawab Revandra.


" sebenarnya siapa yang membantu Davian tuan ?? saya mendengar-


" iya, Celine. apa kau ingat ketika kita kunjungan kerja kesingapura, ada seorang pembunuh bayaran wanita yang hendak membunuhku ?? wanita itulah yang membantu Davian saat ini.." terang Revandra.


" apa dia dendam dengan anda tuan ??"


" itu tidak penting, yang terpenting sekarang adalah bersiap-siap saja." ucap Revandra sambil melangkah keluar dari ruangan sel tahanan itu.


.


.


Nada tengah berada didalam mobil bersama Darren. Alika memaksanya untuk pulang demi kandungannya, Nada sebenarnya masih ingin menunggui kakaknya dirumah sakit, namun apa dayanya yang tidak bisa menolak ucapan kakaknya.


" sudahlah, jangan cemberut begitu.. kak Alika memang seperti itu, dia sangat menyayangi kita berdua." hibur Darren.


Nada membuang nafas kasar, " kak, sebenarnya kak Alika sakit apa ?? q merasa seperti dia menyembunyikan sesuatu dariku." tanya Nada.


" kak !!!" pinta Nada dengan memegang lengan Darren.


Darren menghela nafas panjangnya, " tapi kau janji jangan bersedih ya.??. kak alika melarangku mengatakannya padamu.. jika kau menangis dihadapannya dia akan memarahiku Nad , dan yang lebih parah kak alika tidak mau bicara padaku !!.." ucap darren penuh frustasi.


" katakan kak, q tidak akan bersedih. q akan berusaha tenang." balas Nada.


" kak alika menderita kanker Serviks dokter bilang sudah stadium lanjut. kata kak Ken kak Alika mengetahui penyakitnya sudah lama, tapi kak Alika tidak mau menjalani pengobatan apapun, bahkan saran dokter untuk kemo saja tidak diindahkannya," terang darren.


Nada mematung dengan mata yang telah tergenang air. darren menoleh adiknnya.


" Nad, jangan menangis !! kak Alika akan marah nanti.." ucap darren.


Nada menelan ludahnya secara kasar, ia menetralkan rasa terkejut dihatinya. " tidak kak, q tidak menangis, hanya terkejut." balas Nada pelan.


" kita harus bebesar hati, kak Alika adalah pengganti orangtua kita."ucap darren lirih.


tiba-tiba saja sebuah mobil menyerempet mobil darren hingga membuat Nada terbentur kaca jendela.

__ADS_1


braakk..!!


" brengsek !!" umpat darren.


"akhh !!" Nada yang terkejut membulatkan matanya ketika sebuah mobil yang menyerempetnya menghadang mereka.


" kak, siapa mereka ??" tanya Nada pada Darren.


" entahlah, kau tunggu disini ya, kakak akan melawan mereka." jawab Darren.


Nada menahan tangan darren, dan menggelengkan kepalanya. " jangan keluar, q takut seperti dulu lagi.."


" tenanglah, apa kau lupa q ini dulunya bos mafia. tetaplah didalam, kunci mobilnya jangan biarkan siapapun masuk kau mengerti ??" balas Darren. sambil menatap mobil didepannya yang sudah keluar beberapa orang bertubuh kekar.


akhirnya Nada mengangguk, Darren mengambil beberapa pistol dilaci mobilnya, namun tiba-tiba saja dari belakang mobil darren muncul beberapa mobil anggota EangleBlood dan langsung menyerang dengan tembakan bertubi-tubi.


door..


door..


door..


door..


Darren menyunggingkann senyumnya, ketika melihat Yohan bersama gondrong melewati mobilnya.


" Tuan, bawa nyonya pergi dari sini !! kami yang akan mengurus mereka.!!" teriak gondrong.


Darren mengangguk dan langsung memutar mobil dan melesat meninggalkan pertempuran itu.


Nada sedikit bernafas lega, ia memejamkan matanya dan mengusap dadanya. darren tersenyum lalu mengusap kepala Nada.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2