Cinta Yang Sempurna

Cinta Yang Sempurna
Bab 128 (Cinta Yang Sempurna)~End


__ADS_3

...Happy reading...


*****


Bagi Jelita berkumpulnya semua keluarganya adalah cinta yang sangat sempurna yang sangat ia inginkan sejak dulu. Bagi Jelita juga cinta yang sempurna adalah ketika Rasyad membalas cintanya dan mereka hidup bahagia dengan pernikahan mereka.


Tak ada yang membuat Jelita bahagia selain adanya Rasyad dan keluarga yang lainnya apalagi kedatangan anggota baru di dalam keluarganya yaitu kedua anak kembarnya yang semakin mewarnai kehidupannya.


Jelita tersentak saat ada yang memeluknya dari belakang, ia tersenyum saat ia sudah hapal wangi tubuh lelaki yang memeluknya saat ini. Rasyad meletakkan dagunya di atas bahu Jelita dan merapatkan tubuhnya kepada Jelita.


"Ini sudah malam kenapa kamu bangun, Sayang? Apa baby twins rewel lagi? Atau itu kamu sakit lagi?" tanya Rasyad dengan lembut tetapi nadanya penuh dengan kecemasan karena tadi ia ketiduran dan tidak tahu jika sang istri terbangun di tengah malam seperti ini.


"Tadi baby Twins pup, Mas. Aku tidak tega membangunkan Mas yang terlihat sangat lelah sekali," seru Jelita dengan tersenyum.


"Tapi, Sayang... Lain kali bangunkan Mas ya, Mas tidak ingin kamu kelelahan seorang diri," ujar Rasyad dengan tegas. Rasyad merasa ia harus ikut bertanggungjawab untuk mengurus bayi kembar mereka dan Nazwa yang akhir-akhir ini merasa cemburu dengan kedua adiknya yang membuat Jelita kewalahan mengurus ketiga putrinya saat dirinya sedang bekerja.


Jelita membalikkan badannya menjadi menghadap ke arah sang suami. Jelita menatap dalam ke arah Rasyad, ia mengelus rahang Rasyad dengan lembut. "Iya, Mas," ucap Jelita dengan pelan.


"Mas!" panggil Jelita dengan penuh cinta kepada suaminya. Tatapan Jelita mampu membuat hati Rasyad meleleh sekarang.


"Iya, Sayang," jawab Rasyad dengan lembut.

__ADS_1


"Terima kasih sejak dulu kamu sudah membuatku menjadi seseorang yang sangat berarti di dunia ini. Walau sikap Mas terlihat dingin denganku tapi aku tahu Mas sangat menyayangiku, kesalahpahaman yang kita alami dulu membuatku sadar jika kehidupan tak selalu tentang kebahagiaan. Saat keluargaku hancur, aku pikir tak ada pagi bahagia yang menyapaku tetapi berkat kamu, kak Raka, dan kak Dimas, aku bisa berkumpul dengan mama dan papa juga kakek dan nenek. Aku pikir tak ada cinta yang sempurna tetapi aku salah setelah kamu dan baby twins hadir cinta sempurnaku adalah kamu dan baby twins tidak lupa Nazwa. Aku sangat mencintaimu Mas sampa azal menjemputku nantinya," ujar Jelita dengan sangat tulus bahkan matanya sampai berkaca-kaca saat mengungkapkan perasaan bahagianya kepada sang suami.


"Maafkan kesalahan Mas dulu, Sayang. Mas sudah mencintaimu sejak dulu tetapi Mas selalu mengelak tentang perasaan Mas ke kamu. Tapi bagaimana pun Mas mengelak kamu akan tetap menjadi milik Mas karena kamu adalah tulang rusuk yang di takditkan bersama dengan Mas. Mas jadi ga sangat mencintaimu Sayang sampai jantung Mas berhenti berdetak, kebahagiaan kamu adalah kebahagiaan Mas juga, kesedihan kamu adalah kesedihan Mas. Jadi, tetap lah bahagia, Sayang!"


Rasyad mengecup bibir Jelita dengan lembut, Jelita memejamkan matanyamatanya meresapi ciuman suaminya yang penuh cinta tak ada gairah di dalamnya yang ada hanya rasa cinta yang kian makin besar. Ciuman mereka harus terhenti saat mendengar salah satu dari anak mereka menangis, keduanya terkekeh dengan napas yang terengah-engah.


"Sekarang kalau mau bermesraan ada yang menganggu ya, tapi bagi Mas tidak masalah karena mereka hadir karena kemesraan kita saat berbagi peluh dan saliva bersama," ucap Rasyad dengan pelan.


Jelita terkekeh ia langsung menghampiri kedua anaknya yang berada di boks bayi. "Bunda di sini Sayang. Jangan nangis," ucap Jelita dengan lembut.


"Narina haus ya, Nak. Pelan-pelan mimiknya ya Sayang kasihan Bunda," ucap Rasyad dengan lembut.


Rasyad juga menggendong Nadia agar tidak ikut menangis karena ia kasihan dengan Jelita yang selalu hampir menangis ketika menyusui anak-anaknya.


****


Arieska merasa kelelahan saat habis bercinta dengan sang suami. Semenjak kehamilannya Arieska selalu ingin di sentuh oleh Dimas, perut buncitnya ketika sedang bercinta bertambah seksi di mata Dimas. Dan keduanya sering bercinta untuk memudahkan jalan lahir anaknya, Arieska ingin melahirkan secara normal dan dokter mengatakan keadaannya baik-baik saja dan menyarankan pasangan suami istri itu untuk sering bercinta.


Dimas membenarkan letak bantal sang istri agar Arieska tidur dengan nyenyak, ia menarik selimut untuk menutupi tubuh keduanya yang masih sama-sama polos. Arieska membenamkan wajahnya di dada sang suami, ia selalu suka dengan posisi ini. Apalagi saat Dimas mengelus puncak dadanya, entahlah kebiasaan itu muncul begitu saja saat Arieska hamil dan ia selalu nyenyak jika Dimas sudah melakukan itu kepadanya.


"Semakin besar, Sayang. Dan aku suka, semakin puas mainan ini," ucap Dimas dengan mesum.

__ADS_1


"Uhhhh... Sudah Mas, aku lelah," ucap Arieska dengan melenguh nikmat.


Dimas yang tidak ingin membuat Arieska bertambah lelah akhirnya memutuskan untuk memeluk Arieska. Keduanya sama-sama terdiam dan tiba-tiba saja teringat akan masa kecil keduanya, Dimas tak menyangka jika dirinya sebentar lagi akan memiliki anak bersama dengan Arieska.


Cinta yang sempurna yang diberikan Arieska untuknya mampu mengubah Dimas menjadi lelaki yang lebih baik.


"Terima kasih mau kembali kepada lelaki brengs*k seperti Mas, Sayang. Cinta kamu begitu sempurna untuk Mas yang begitu banyak kekurangan, kamu begitu sabar mencintai lelaki seperti Mas dan Mas sangat bahagia sekarang memiliki kamu dan baby junior yang sebentar lagi akan launching ," ucap Das dengan tulus.


"Seharusnya aku yang berterima kasih kepada Mas Dimas karena sudah memberikan cinta yang sempurna di kehidupanku. Bagiku kamu tetap menjadi lelaki hebat, kumohon tetap menjadi Dimas yang seperti ini dan jangan pernah berubah untuk terus mencintaiku," balas Arieska tak kalah tulusnya.


Dimas terharu ia mendekap tubuh Arieska dengan erat tanpa menyakiti anaknya yang berada di dalam perut Arieska. Sungguh Dimas bahagia hidup bersama dengan Arieska walau harapan kedua orang tuanya akan hidup bersama kembali tidak akan pernah kesampaian. Tetapi Dimas bahagia karena saat ini keluarganya sudah berdamai, kesakitan yang dulu ia rasakan berangsur-angsur membaik. Senyum adiknya yang menyadarkan Dimas jika kebahagiaan keluarganya sekarang adalah hal yang paling utama. Berdamai dengan rasa sakit nyatanya mampu membuat Dimas bangkit.


Cinta yang sempurna adalah cinta yang mampu membuat pasanganmu bahagia. Menerima segala kekurangan pasangan dan selalu menyemangati pasangan masing-masing. Keluarga dan pernikahan adalah kesempurnaan cinta yang tak semua orang miliki seperti Jelita dan Dimas. Tetapi keduanya mampu mendapatkan pasangan yang tepat hingga bahagia datang menghampiri keduanya. Tak ada yang abadi di dunia ini tetapi cinta di antara kisah mereka akan selalu abadi.


...END...


*****


Terima kasih buat readers setia yang sudah mengikuti cerita ini dari awal hingga selesai. Saya tidak menyangka jika cerita ini akan sampai di episode ini. Untuk yang menunggu kelahiran anak Arieska dan Dimas ada di ekstra partnya, ada beberapa ekstra part yang aku publish sebelum cerita baruku launching. Ikuti terus cerita terbaru dari author ya!


Bonus dari author foto anaknya Rasyad dan Jelita.

__ADS_1


Narina Aqeela & Nadia Aqeela



__ADS_2