
...Hei aku kembali lagi. Maaf kemarin gak bisa update karena sudah sangat capek. Jangan lupa ramein part ini ya buat semangat untuk aku dengan like, vote, dan komentar sebanyak-banyaknya ya....
...Happy reading...
***
Saat ini Rasyad sudah berada di Bali setelah drama dengan sang anak akhirnya Rasyad bisa terbang ke Bali seorang diri. Di sini lah Rasyad sekarang, di sebuah hotel berbintang lima di mana ia mendapat kabar jika istri yang akan menjadi mantan istrinya berada di hotel bersama dengan seorang pria. Sebelum Rasyad mencari keberadaan Lolita, ia ingin beristirahat sebentar karena ia juga merasa lelah, tetapi sebelum Rasyad berhasil masuk ke kamarnya ia mendengar suara Lolita yang mendekat ke arahnya. Wanita itu sedang berbicara dengan seseorang pria yang sama sekali tidak Rasyad kenal.
"Kapan kamu dan suamimu itu bercerai?" tanya pria yang merengkuh pinggang Lolita dengan mesra. Sedangkan Rasyad, ia mencoba menyembunyikan wajahnya agar tidak ketahuan oleh Lolita dan pria itu tetapi telinganya mendengar dengan seksama apa yang keduanya bicarakan.
"Tenang saja honey, aku akan bercerai dengannya sebentar lagi. Toh lelaki itu sangat bodoh bahkan dia tidak menyadari jika anak yang aku kandung bukan anaknya melainkan anakmu," jawab Lolita dengan tersenyum.
Deg...
Bukan anaknya? Nazwa bukan anak kandungnya? Jadi, selama ini ia dibohongi dengan Lolita? Dasar wanita murahan! Kenapa juga Rasyad bisa sangat percaya kepada Lolita dan mencintai wanita itu dengan tulus? Semua wanita di dunia ini sama saja, sama-sama murahan! Tangan Rasyad terkepal dengan sangat kuat, emosinya memnuncak mendengar fakta yang sangat mengejutkan dan menyakitkan hatinya padahal ia sangat menyayangi Nazwa dengan tulus, Rasyad memejamkan matanya mengingat wajah sang anak, pantas saja Nazwa sama sekali tidak mirip dengannya terjadi Nazwa bukan anak kandungnya dan selama ini ia sudah dibohongi oleh Lolita. Rasyad sudah salah mencintai Lolita selama ini. Lolita adalah jal*ng murahan sama seperti Jelita. Dua wanita itu seperti rubah licik yang bersembunyi dibalik wajah polos mereka.
"Maafkan aku yang dulu tidak bertangunggjawab dengan kehamilanmu, waktu itu aku sangat terkejut dengan kehamilanmu tetapi sekarang aku ke sini untuk menebus semua kesalahanku padamu," ucap lelaki itu dengan tersenyum tipis. "Tapi maaf honey kita tidak bisa membawa Nazwa dulu, aku harap kau mengerti," lanjut lelaki itu penuh sesal.
"Tidak masalah honey pekerjaan kita sangat sibuk biarkan Nazwa bersama Rasyad. Dengan begitu aku juga bisa menguasai hartanya dengan memanfaatkan Nazwa," ucap Lolita dengan menyeringai.
"Kau benar honey anak kita bisa kita manfaatkan untuk mengeruk harta lelaki bodoh itu," ucap pria itu tersenyum licik.
Rasyad yang sudah tidak tahan mendengar percakapan keduanya langsung membalikkan badannya menatap kedua manusia berhati iblis itu dengan tatapan membunuh.
"Ternyata seperti ini wujudmu, Lolita. Sangat murahan sekali," ejek Rasyad dengan suara dinginnya.
__ADS_1
Lolita yang mendegar suara Rasyad langsung menghentikan langkahnya bersamaan dengan kekasih gelapnya yang merengkuh pinggangnya sejak tadi.
"M-mas Rasyad kenapa bisa ada di sini?" tanya Lolita dengan bodoh.
Rasyad menyeringai menatap keduanya dengan sangat tajam. "Ambil saja wanita murahan ini aku yakin jika kamu hanya memanfaatkan tubuhnya untuk kesenanganmu sendiri," ujar Rasyad dengan senyum memgejek membuat lelaki itu mengepalkan kedua tangannya.
"Apa maksudmu?" tanya lelaki tersebut dengan marah.
"Kenapa kau marah? Bukannya apa yang aku katakan adalah sebuah kebenaran Tuan Felix Wilson," ucap Rasyad penuh penekanan.
"K-kau...."
"Honey apa itu benar?" tanya Lolita dengan tajam.
"Brengs*k! Aku memang lelaki bodoh yang mau menikahi jal*ng sepertinya dan mulai saat ini aku kembalikan wanita murahan itu padamu. Aku sudah tidak sudi menampung barang murahan dan rongsongkan seperti wanita di pelukanmu itu dan tentang Nazwa walaupun dia bukan darah dagingku tetapi aku tidak akan membiarkan kalian mengambilnya, aku tidak ingin Nazwa seperti ibunya yang sangat murahan itu jika dia diasuh oleh orang tua seperti kalian," ucap Rasyad dengan tajam. "Dan satu lagi jangan pernah menampakkan wajahmu di hadapanku atau pun Nazwa lagi karena mulai detik ini kamu bukan lagi ibunya," lanjut Rasyad dengan dingin.
Brak....
Rasyad meninggalkan kedua manusia itu masuk ke dalam kamarnya dengan membanting pintu dengan keras membuat Lolita sedikit terkejut.
"Gimana ini honey? Rasyad sudah mengetahui semuanya. Lelaki itu sangat marah," ucap Lolita dengan menggigit kukunya karena takut dengan kemarahan Rasyad. Lolita sangat gugup sekarang dan tak tahu harus melakukan apa karena Rasyad telah mengetahui rencananya sebelum rencana itu berhasil mereka lakukan.
"Tenang saja honey. Nanti kita pikirkan lagi bagaimana cara menguasai harta Rasyad tetapi setelah kita bercinta," ucap lelaki itu menyeringai.
Felix mencumbu Lolita demgan berjalan memasuki kamar keduanya yang tak jauh dari kamar Rasyad, hanya berselang beberapa kamar saja. Lolita tidak lagi memikirkan apapun, ia membalas cumbuan kekasihnya karena selama ini sejak kehidupan bebasnya Lolita menjadi penggila s*x dan Lolita sangat kehausan akan sentuhan lelaki, ia tidak cukup dengan satu lelaki saja yang menyentuhnya dan ketika Felix kembali memberikan rayuan dan janji yang sangat manis Lolita kembali terbuai padahal kehidupannya sudah sangat terjamin bersama dengan Rasyad.
__ADS_1
****
Setelah membujuk cucunya agar diam dan tidak menangis Gladis menatap Nazwa yang tertidur memeluk boneka kecil kesayangan. Gladis menatap Nazwa dengan iba, ia seperti melihat Jelita pada diri Nazwa.
"Kasihan sekali kamu, Nak. Kehilangan kasih sayang ibu di usia yang masih sangat kecil. Sama seperti tantemu, Nenek jadi sangat merindukannya," gumam Gladis dengan lirih.
"Kenapa di dunia ini ada ibu yang sangat kejam sekali dengan anaknya? Nenek sangat ingin mengutuk mamamu itu," ujar Gladis dengan menghela napas beratnya.
Dadanya kembali berdenyut sakit ketika mengingat Nazwa hanya akan memiliki orang tua tunggal. Bagaimana nanti kehidupan cucunya tanpa sosok seorang ibu.
Nathan yang baru masuk ke kamar memperhatikan istrinya yang memegang dada sebelah kirinya dengan cepat Nathan mendekati Gladis, ia tidak ingin masa lalu pahitnya terulang kembali di mana ia hampir saja kehilangan Gladis karena masalah pada jantung istrinya. Dan saat itu sang mama yang mendonorkan jantungnya untuk Gladis hingga istrinya bisa bertahan sampai sekarang berkat jantung mama Sandra yang berada di tubuh Gladis sekarang. Nathan sangat merindukan sang mama yang sudah lama pergi meninggalkannya. Kini, hanya dirinya dan kedua kembarannya serta adik bungsunya yang masih tersisa bahkan kakaknya, mama dari Kendra juga sudah meninggal menyusul suaminya.
"Sayang kamu kenapa? Jantung kamu tidak apa-apa, kan?" tanya Nathan khawatir karena sejak kepergiaan Jelita, kesehatan Gladis kembali menurun dan selalu mengeluh sakit pada dadanya.
"Aku gak apa-apa, Mas. Rasyid dan Erina sudah pulang?" tanya Gladis dengan pelan, ia tidak ingin membuat suaminya khawatir dengan keadaannya saat ini.
"Rasyid belum pulang mungkin dia tidur di apartemen kalau Erina menginap di rumah Queen," ucap Nathan dengan lembut.
"Kamu benar tidak apa-apa, Sayang. Kalau sakit bilang sama Mas biar kita ke dokter sekarang," ucap Nathan dengan cemas.
"Aku gak apa-apa, Mas. Jantung mama baik-baik saja di dalam sini, Mas tidak perlu khawatir! Aku hanya sangat merindukan Jelita. Jika dia kembali aku ingin menikahkan Jelita dengan Rasyid. Mas setuju, kan? Karena hanya Rasyid yang bisa menjaga Jelita," ucap Gladis dengan lirih.
Nathan menghela napasnya dengan perlahan. Sebenarnya Nathan setuju saja dengan keinginan istrinya tetapi bagaimana dengan Rasyid? Karena yang Nathan tahu saat ini Rasyid sedang menjalin hubungan dengan sekretarisnya sendiri. Apa yang harus Nathan lakukan sekarang? Di satu sisi ia tidak ingin membuat istrinya kembali sakit, di sisi lain ia tidak mungkin mengorbankan perasaan anaknya sendiri.
Nathan harus bagaimana? Andai saja Tasya masih ada, ia akan meminta saran kakaknya tersebut. Tapi sayang sang kakak sudah pergi meninggalkannya.
__ADS_1