
...Jangan lupa like, vote, dan komentar sebanyak-banyaknya ya. Jangan lupa share juga cerita ini ya ke teman-teman kalian....
...Tarik napas sebelum baca cerita ini ya. Wkwk panggil suami juga kalau perlu, yang jomblo nangis dipojokan😜...
...Happy reading...
****
Bintang menghiasi malam dengan sangat indah. Dimas menatap langit dengan tersenyum tipis, angin berhembus mengenai wajah tampannya.
Grepp...
Dimas tersenyum saat ada kedua tangan mungil yang memeluknya dari belakang. Ia sudah sangat hapal sekali wangi tubuh seseorang yang sudah membuatnya candu. Dimas membalikkan tubuhnya menghadap ke arah kekasihnya dan mencium puncak kepala Arieska dengan sayang.
"Di sini dingin Mas!" ucap Arieska dengan lembut.
__ADS_1
"Mas mikirin apa sih?" tanya Arieska mendongakkan wajahnya agar bisa menatap wajah tampan kekasihnya.
Dimas mengeratkan pelukannya pada Arieska, ia tahu saat ini sang kekasih kedinginan karena udara malam ini sangat menusuk tulang. "Mikirin kita mempunyai keluarga bahagia. Punya anak yang lucu-lucu," jawab Dimas dengan raut wajah bahagia.
Arieska tertawa lirih, ia juga ikut membayangkan apa yang sedang Dimas pikirkan saat ini. Dimas menarik dagu Arieska dengan lembut. "Bahagia kan, Sayang? Lucu, kan?" tanya Dimas dengan pelan.
Arieska mengangguk dengan semangat. "Iya Mas. Sangat-sangat bahagia," jawab Arieska dengan terkekeh tetapi matanya juga berkaca-kaca karena merasa terharu.
"Jika kita tidak akan mendapatkan restu kamu mau tetap menikah dengan Mas, Sayang? Kita bangun keluarga yang bahagia dan kita buktikan kepada mama dan papa kamu jika kita bisa bahagia. Dan ketika kita sudah mempunyai anak pasti kedua orang tua kamu akan luluh dan merestui hubungan kita. Cucu adalah jembatan yang bisa meluluhkan hati seseorang nenek dan kakek, kamu percaya tidak Sayang?" ucap Dimas dengan bersungguh-sungguh.
Arieska berjinjit untuk menyamai tingginya dengan Dimas. Ia mengelus bibir Dimas dengan lembut hingga Arieska memberanikan diri untuk mencium Dimas duluan. Dimas terkejut, ini pertama kalinya setelah mereka bertemu Arieska menciumnya kembali, ia tersenyum dan membalas ciuman Arieska dengan lembut. Dimas menarik pinggang Arieska hingga semakin menempel kepadanya, ia meraup bibir Arieska dengan rakus bahkan lidah mereka saling membelit satu sama lain, decapan bibir keduanya saat terdengar dengan nyaring.
Dimas mengiring Arieska menuju kasur gadis itu hingga keduanya terjatuh bersama dengan Dimas yang menindih tubuh Arieska. Bibir mereka sama sekali tidak terlepas bahkan ciuman Dimas terlihat semakin menuntut. Dimas melepaskan jas yang ia pakai dengan cepat, udara malam ini semakin terasa panas karena perbuatan keduanya.
"Ahhh...." Arieska mendesah dengan lirih saat ciuman Dimas semakin turun ke lehernya. Menyesap leher putih itu dengan kuat hingga meninggalkan jejak kepemilikan di sana.
__ADS_1
"Massss...ahhh!" Arieska merem*s seprai saat ciuman Dimas semakin terasa panas di tubuhnya.
Kabut gairah sudah memenuhi tubuh Dimas saat ini. Dengan tak sabarannya Dimas melepas baju Arieska dan membuangnya dengan sembarangan. Dimas melahap dua benda kenyal yang menjadi benda favoritnya sedangkan Arieska hanya pasrah saat Dimas menjelajahi tubuhnya.
"Ahhhh...." kaki Arieska bergerak gelisah saat ciuman Dimas semakin turun ke bawah, lelaki itu juga melepas benda segitiga yang ia kenakan setelah menyibakkan rok yang Arieska pakai sampai ke perut gadis itu. Dimas menenggelamkan wajahnya di sana dan bermain dengan lidahnya, Arieska hanya bisa mengeluarkan suara-suara aneh saat Dimas mengobrak-abrik miliknya dengan lidah lelaki itu.
"Massss!" teriak Arieska saat ia mendapatkan pelepasan pertamanya. Dimas tak tinggal diam jari lelaki itu juga ikut bermain di sana yang membuat Arieska semakin kelimpungan.
"Ahhhh....." Arieska tidak dapat berpikir dengan jernih saat ini. Semua yang dilakukan Dimas kepadanya membuat Arieska merasa nikmat. Keduanya sudah dipenuhi kabut gairah hingga Arieska membantu Dimas melepaskan pakaian pria itu.
Arieska membantu Dimas untuk mendapatkan pelepasannya. Ia juga kasihan melihat Dimas yang tersiksa ketika mereka melakukan hubungan seperti ini karena Dimas tidak ingin merusak Arieska sebelum menikah.
"Sayangggg!" teriak Dimas saat mendapatkan pelepasannya. Ia tersenyum manis kepada Arieska yang membantunya untuk mendapatkan pelepasan pertamanya.
Dimas menarik selimut untuk menutupi tubuh polos mereka. Ia kembali mencium Arieska dengan lembut karena sebenarnya ia belum puas sama sekali.
__ADS_1
"APA YANG SEDANG KALIAN LAKUKAN?"