
...Happy reading...
***
Rasyad melihat pantulannya di cermin. Ada perasaan bimbang saat detik-detik pernikahannya dengan Lolita, wajah Jelita terus terbayang di pikirannya hingga membuat Rasyad berulang kali menghela napas beratnya.
Kendra datang menghampiri Rasyad yang terlihat melamun. Ia menepuk punggung Rasyad dengan pelan membuat Rasyad tersentak. "Kakak pikir kamu akan memilih Jelita," ucap Kendra dengan pelan.
"Aku tidak bisa memilihnya. Banyak yang harus aku pikirkan jika aku harus memilih Jelita," jawab Rasyad dengan datar.
"Lalu sikap overprotective kamu selama ini kepada Jelita itu sebatas apa? Kakak rasa jika hanya sebatas kakak adik tidak perlu sampai over begitu," ujar Kendra dengan nada terkekeh.
Rasyad mengedikkan bahunya, ia juga tidak tahu jawabannya. Ia berpikir rasa cintanya hanya untuk Lolita sampai tidak sadar jika dirinya memiliki rasa cinta untuk Jelita. Rasa suka ada tetapi rasa itu tidak boleh berkembang karena sudah sejak lama Jelita menjadi adiknya tak mungkin mereka memiliki hubungan khusus di saat Rasyad juga memiliki Lolita di dalam hidupnya.
__ADS_1
"Ribet ngomong sama es balok. Ayo berangkat, akad nikah kamu sebentar lagi dimulai!" ucap Kendra dengan ketus. Entahlah Kendra saat merasa pusing untuk menyadarkan sepupunya itu dari rasa cintanya untuk Jelita. Kendra berharap setelah ini Jelita mendapatkan pengganti Rasyad yang pasti lebih baik dari Rasyad, jujur saja Kendra merasa kasihan dengan Jelita. Tetapi ia juga pusing dengan perilaku Kenzo yang sangat menurun kepadanya, anak keduanya itu sama-sama playboy seperti dirinya waktu muda hingga Kenzo sampai tidak hafal nama-nama cewek yang ia pacari. Sungguh keturunan Kendra sekali bukan?
Kembali ke Rasyad. Lelaki itu lebih pendiam dari pada sebelumnya, kakinya melangkah dengan bimbang mengikuti langkah Kendra yang berada di depannya. Sampailah mereka di lantai dasar dengan semua orang yang sudah menunggunya sejak tadi termasuk Jelita. Rasyad memandang Jelita tetapi gadis itu langsung membuang wajahnya ke arah samping enggan menatap Rasyad membuat Rasyad mengepalkan tangannya merasa tidak suka dengan prilaku Jelita kepadanya saat ini.
"Ayo kita berangkat!" ucap Nathan dengan tegas.
Jelita hanya bisa mengikuti semuanya tanpa suara hingga ia merasa tangannya digenggam dengan seseorang. "Are you oke?" bisik Rasyid dengan pelan.
Jelita tersenyum tipis dan menggelengkan kepalanya karena ia merasa tidak baik-baik saja sekarang, hatinya hancur berkeping saat melihat dan ikut menyaksikan pernikahan Rasyad. "Aku masih baik-baik saja, Kak!" jawab Jelita dengan lirih. Untuk saat ini Jelita masih mampu bertahan tetapi setelah ini mungkin ia tidak bisa menopang tubuhnya lagi.
Mata Jelita berkaca-kaca. Ia membalas genggaman tangan Rasyid dengan erat lalu setelahnya Jelita mencoba tersenyum manis membuat Rasyid mengacak rambut Jelita dengan pelan. Rasyid adalah yang paling peka dengan perasaannya, walau terkenal dingin juga tetapi Rasyid masih bisa hangat kepada semua orang. Betapa beruntungnya nanti wanita yang bisa memiliki Rasyid dengan sejuta perhatian dan kepekaan dari pria itu sendiri.
Rasyad melihat interaksi Jelita dengan kembarannya bahkan genggaman tangan Rasyid di tangan Jelita, itu semua membangkitkan amarahnya. Namun, Rasyad hanya bisa diam, ia tidak mau mengacaukan acara sakralnya sendiri terlebih Lolita sudah mengatakan cemburu dengan kedekatannya dengan Jelita yang membuat Rasyad merasa bersalah.
__ADS_1
Semua orang termasuk Jelita sudah masuk ke dalam mobil masing-masing yang akan mengantarkan Rasyad ke gedung pernikahannya. Jelita semakin terlihat pendiam dengan pandangan kosong yang membuat Rasyid dan semua orang khawatir.
"Tuhan, mengapa takdir begitu kejam dengan kehidupanku? Apa kesalahanku hingga aku tidak bisa mendapatkan cinta dari orang yang aku cintai? Mama, wanita yang aku cintai pergi meninggalkanku bersama dengan papa kandungku sendiri tanpa memikirkan aku. Kak Dimas, kakak yang aku cintai membenciku karena mama. Papa Dero, lelaki yang menjadi cinta pertamaku juga membenciku, lalu yang terakhir kak Rasyad, lelaki yang aku anggap akan menjadi seseorang yang membuatku tersenyum setelah badai yang kulalui ternyata juga pergi meninggalkanku. Apa selamanya aku tidak akan pernah mendapatkan cinta yang sempurna?" gumam Jelita di dalam hatinya.
****
Rasyid masih setia menggenggam tangan Jelita dengan erat saat acara akad nikah Rasyad dan Lolita akan segera dimulai. Pernikahan Rasyad dan Lolita memang terkesan mewah membuat semua tamu undangan merasa kagum.
Nyut...
Jelita merasakan hatinya berdenyut dengan sakit kala menyaksikan tangan Rasyad menjabat tangan ayah Lolita dengan suara yang tegas dan sekali tarikan napas Rasyad mampu menjadikan Lolita sebagai istrinya hingga suara sah menyadarkan Jelita jika Rasyad bukanlah miliknya dan sampai kapanpun Jelita tidak bisa menggapai Rasyad. Lalu setelah ini kehidupan bagaimana yang akan Jelita lalui? Ia tidak mungkin terus berada di rumah Nathan karena itu sama saja menciptakan nerakanya sendiri menyaksikan kemesraan Rasyad dengan Lolita.
Jelita menghapus air matanya dengan kasar, ia tidak mau Gladis dan Rasyid melihatnya menangis. Jelita merasa tubuhnya sangat lemas sekarang, tetapi dengan sigap Rasyid memeluk pinggangnya.
__ADS_1
Setelah ijab kabul berjalan dengan lancar Rasyad melirik ke arah Jelita. Entah mengapa ia merasa sakit ketika melihat Jelita seperti itu. Ia ingin berlari memeluk Jelita tetapi Rasyad tidak mampu melakukannya.
"Jelita, selamanya kita hanya akan menjadi kakak adik. Kakak tidak mungkin membalas perasaanmu dan menyakiti Lolita."