Cinta Yang Sempurna

Cinta Yang Sempurna
Bab 57~ (Cerai)


__ADS_3

...Hei gengs aku akan update malam lagi ya. dari bulan ini dan seterusnya aku mulai sibuk kembali, jadi maaf kalau updatenya gak bisa pagi dan banyak seperti biasa ya, semoga kalian memahami. aku juga butuh cuan dari bekerja🤭🤭🤣🤣...


...Jangan lupa like, vote, dan komentar yang banyak ya biar aku tetap semangat buat update....


...Satu kata untuk Rasyad di part ini?...


...Happy reading...


***


Lolita semakin menjadi-jadi, wanita itu sering pulang malam dan tak lagi memperhatikan suami dan juga anaknya. Lolita sudah disibukkan dengan dunia modelnya kembali, walau Rasyad sudah melarangnya tetapi Lolita tetap dengan pendiriannya.


"Mau kemana lagi?" tanya Rasyad dengan dingin saat Lolita hendak keluar dari kamar saat dirinya baru pulang kerja. Rasyad menatap koper yang dibawa istrinya dengan datar.


"Aku ada pemotretan di Bali, Mas. Aku harus pergi sekarang," ucap Lolita dengan tersenyum.


"Kamu masih ingat status kamu di rumah ini apa? Kamu tidak lupa jika kamu mempunyai suami dan anak?" tanya Rasyad dengam sengit.


"Ayolah Mas jangan memancing keributan di antara kita. Aku pergi ya, jangan halangi aku lagi, aku bisa terlambat karena ini pekerjaan yang sangat menguntungkan penghasilannya lebih besar dari yang biasanya," ucap Lolita dengan malas.


Brak...


Rasyad melempar koper Lolita dengan keras membuat wanita itu terkejut. "Kamu itu punya suami dan anak yang harus kamu urus bukan kerjaan kamu itu. Ini sudah malam masuk ke kamar sekarang!" ucap Rasyad dengan marah.

__ADS_1


Lolita menatap Rasyad dengan sinis. "Nazwa sudah ada babysitter yang menjaganya dan kamu juga sudah ada pembantu yang memasak jadi jangan halangi aku," teriak Lolita dengan marah.


"Nazwa tidak butuh babysitter! Yang dia butuhkan itu kamu sebagai mamanya. Aku juga butuh kamu sebagai istriku, bukan malah sibuk dengan pekerjaan tak jelas kamu itu!" bentak Rasyad dengan keras.


Lolita memejamkan matanya, lalu ia kembali membuka matanya dan menatap Rasyad dengan sinis. "Pekerjaanku ini sangat penting, Mas. Jangan halangi aku!" ucap Lolita dengan marah.


Lolita kembali mengambil kopernya yang terlempar karena Rasyad. "Aku pergi, Mas!"


"Masuk kamar atau kita cerai?!" ucap Rasyad dengan dingin tangannya terkepal dengan sangat erat saat emosinya kembali memuncak karena dipermainkan oleh Lolita.


"Cerai?" tanya Lolita dengan terkekeh sinis. "Ayo kita cerai karena aku sudah muak berada di rumah ini," ucap Lolita dengan menantang.


"LOLITA!" teriak Rasyad penuh amarah.


Plak...


Lolita menyeka darah yang keluar dari sudut bibirnya, ia menatap Rasyad dengan tajam. Kebencian dan kekecewaan sudah menguasai hatinya saat ini.


"Kamu benar-benar berubah!" ucap Rasyad dengan dingin.


"Ya aku memang sudah berubah," balas Lolita dengan datar.


"Aku talak kamu. Sekarang pergi dari rumah ini, secepatnya aku akan mengurus surat cerai kita," ucap Rasyad dengan dingin.

__ADS_1


"KELUAR! KAMU BUKAN ISTRI SAYA LAGI!" teriak Rasyad dengan murka.


"AKU AKAN KELUAR DARI RUMAH INI. AKU AKAN MENDAPATKAN KEBAHAGIAAN YANG JAUH LEBIH BAIK LAGI!"


Lolita berlalu pergi begitu saja meninggalkan Rasyad yang saat ini sedang emosi.


"Argghhhh...." teriak Rasyad menjambak rambutnya sendiri.


Rumah tangga yang ia pikir akan berakhir bahagia nyatanya berakhir dengan perpisahan yang menyakitkan. Lolita lebih mementingkan kariernya dari pada dirinya dan juga Nazwa yang sangat membutuhkan Lolita.


"Brengs*k!" teriak Rasyad dengan marah.


Bukkk...


Rasyad tidak lagi bisa mengendalikan dirinya ia meninju tembok dengan sangat keras. Wanita yang ia cinta dan ia terima kekurangannya melukai hatinya begitu sangat dalam dan mulai detik ini rasa cinta itu lenyap begitu saja digantikan rasa kecewa dan benci yang sangat dalam kepada Lolita.


"Aku pastikan kamu akan menyesal Lolita!" ucap Rasyad dengan tajam.


Tanpa Rasyad sadari Gladis dan juga Nazwa yang berada di rumah ini melihat pertengkaran Rasyad dengan Lolita. Gladis yang mulai bisa mengiklaskan kepergiaan Jelita karena kehadiran Nazwa kini kembali menangis karena rumah tangga anaknya berantakan.


"Celai itu apa ayah?" tanya Nazwa dengan polosnya karena otak kecilnya hanya bisa menanggap kata itu hingga sangat melekat pada otaknya.


Deg...

__ADS_1


Rasyad mematung saat mendengar suara anaknya. Ia tidak tahu harus berkata apa kepada Nazwa jika ayah dan mamanya akan berpisah.


"Maafkan Ayah ya, Nak! Maafkan aku, Bun," gumam Rasyad dengan lirih.


__ADS_2