
...Happy reading...
*****
Acara resepsi pernikahan Rasyad dan Lolita sudah selesai. Kini, keduanya sudah berada di dalam kamar hotel, Lolita bergelayut manja di lengan Rasyad. Akhirnya ia bisa memiliki Rasyad seutuhnya.
Rasyad hanya tersenyum tipis menanggapi kemanjaan istrinya entah mengapa ia hanya berpikir tentang Jelita padahal malam ini adalah malam yang paling ditunggu-tunggu oleh sepasang pengantin yang baru saja melangsungkan pernikahan tetapi tidak dengan Rasyad sejak tadi hatinya merasa gundah memikirkan Jelita. Wajah sendu adik angkatnya membuat Rasyad tidak bisa berpikir dengan jernih saat ini.
"Mas Rasyad kenapa?" tanya Lolita dengan memainkan dada bidang Rasyad memancing gairah suaminya karena sejak tadi Lolita sudah sangat menginginkan sentuhan Rasyad.
"Ah..Aku hanya merasa lelah saja, Lita," ucap Rasyad mengelak.
Lolita mengerucutkan bibirnya seperti tahu apa yang Rasyad pikirkan. "Mas Rasyad masih memikirkan Jelita, Ya? Sepenting itulah Jelita di kehidupan Mas Rasyad sampai-sampai mengabaikan aku yang sudah menjadi istri sahmu?" tanya Lolita dengan sendu.
Rasyad menjadi kikuk dengan rasa bersalah yang melingkupi perasaannya karena telah membuat Lolita bersedih. "B-bukan begitu, Sayang. Kamu lebih penting dari apapun," ucap Rasyad mengelus pipi Lolita dengan lembut. Sebisa mungkin ia menghilangkan Jelita dari pikirannya karena saat ini Rasyad sudah memiliki istri yang harus ia jaga perasaannya, walau Rasyad sedikit memaksa Lolita agar segera menikah dengannya. Lolita yang biasanya terus menolak karena alasan karier modelnya entah mengapa langsung meng-iya-kan kemauannya. Rasyad merasa aneh tentunya tetapi lelaki itu mencoba berpikir positif kepada Lolita.
Lolita dengan nakal naik ke atas pangkuan Rasyad. "Malam ini adalah malam pertama kita, Mas. Aku mohon fokuslah mata kebahagiaan kita," ucap Lolita dengan mengusap dada bidang Rasyad dan membuka kancing kemeja Rasyad dengan perlahan.
Rasyad memejamkan matanya menikmati sentuhan tangan sang istri yang berada di dadanya. Dadanya berdesir hebat kala Rasyad baru sadar jika Lolita menggunakan lingerie tipis yang sangat menggoda.
Rasyad adalah lelaki normal, ia bisa saja bergairah dengan sentuhan wanita apalagi Lolita sudah menjadi istrinya. Dengan tak sabaran Rasyad meraup bibir Lolita dengan rakus sedangkan Lolita tersenyum menggoda saat Rasyad sudah terpancing gairah.
"Ahhh...." desah*n lolos dari bibir Lolita saat Rasyad menggigit lehernya hingga meninggalkan jejak kepemilikan di sana.
Rasyad merebahkan Lolita dengan tak sabaran. Begitu juga dengan Lolita yang sangat agresif bahkan dengan tak sabaran membuka pakaian Rasyad.
"Shittt...kamu nakal, Sayang!" ucap Rasyad dengan serak saat tangan Lolita memainkan miliknya yang sudah menegang sempurna.
Lolita hanya tersenyum sensual. Bagai seseorang yang profesional ia memuaskan milik Rasyad hingga Rasyad meracau tidak jelas karena nikmat yang ia rasakan untuk pertama kalinya. "Cukup Sayang. Kini giliranku!" ucap Rasyad dengan serak.
__ADS_1
"Cepat Mas!" rengek Lolita tak sabaran bahkan ia membuka kedua pahanya dengan lebar agar milik Rasyad bisa masuk sempurna pada goanya.
Rasyad tersenyum. Ia mengarahkan miliknya pada milik Lolita yang sudah siap untuk ia masuki. Rasyad memejamkan matanya untuk menikmati penyatuan pertama mereka tetapi Rasyad merasakan ada yang berbeda, milik Lolita tak sempit bahkan sangat mudah ia masuki.
Rasyad menatap nyalang ke arah Lolita. "LOLITA!" teriak Rasyad dengan tajam. Ia mencabut miliknya begitu saja membuat Lolita yang tadinya merasa nikmat kini merasa takut dengan tatapan Rasyad kepadanya.
"M-mas!" panggil Lolita dengan terbata.
"Jelaskan semuanya! Kenapa milikmu bukan seperti perawan pada umumnya? Walaupun aku belum pernah melakukannya tetapi aku dapat membedakannya!" ucap Rasyad dengan dingin. Sungguh ia sangat kecewa pada Lolita. Malam pertama yang seharusnya menjadi malam yang sangat indah malah menjadi malam pertama yang sangat mengecewakan untuknya. Rasyad merasa ditipu mentah-mentah oleh Lolita!
"Hiks...hiks...a-aku bisa jelaskan, Mas!" ucap Lolita dengan menangis!
"Ini alasan kamu mau menikah denganku secepatnya ya? Aku kecewa padamu Lolita. Sekarang juga aku...."
"Mas!" teriak Lolita memeluk Rasyad. "Jangan lakukan itu Mas. Aku tidak mau bercerai denganmu hiks...hiks.. Aku dijebak Mas, aku mohon maafkan aku. Aku bisa jelaskan semuanya," ucap Lolita berurai air mata.
"TETAP SAJA AKU KECEWA PADAMU! LEPAS AKU JIJIK DENGAN TUBUHMU!" teriak Rasyad murka.
"Hahaha.. Mengapa tidak ada yang mengerti perasaanku, hah? Silahkan pergi dari sini. Selangkah saja Mas keluar dari kamar ini, besok Mas hanya melihat mayatku tergelatak di sini," ancam Lolita.
Lolita turun dadi kasurnya. Ia membanting gelas yang berada di meja dan mengambil pecahan gelas tersebut. "Kenapa tidak ada yang mengerti apa yang aku rasakan? Memang lebih baik aku mati!" ucap Lolita dengan datar.
"Kamu gila!" teriak Rasyad dengan murka.
"Ya aku sudah gila! Aku muak dengan kehidupan ini! Semua orang menuntutku untuk menjadi sempurna. Aku juga tidak mau kejadian itu terjadi, ini semua di luar kendaliku. Arrrggghhh....." Lolita berteriak histeris bagai orang kerasukan membuat Rasyad tidak tega walau sebenarnya ia sangat kecewa dengan Lolita.
" LOLITA APA YANG KAMU LAKUKAN?" teriak Rasyad saat melihat Lolita menggoreskan tangannya dengan pecahan gelas yang ia pegang.
"Untuk apa aku hidup jika suamiku saja jijik denganku," ucap Lolita dengan datar.
__ADS_1
Prank...
Rasyad menepis tangan Lolita yang ia melukai dirinya sendiri. Walaupun kecewa Rasyad tidak tega melihat Lolita seperti ini, ia memeluk Lolita dengan erat dan mengesampingkan rasa kecewanya.
"Aku memang kecewa padamu. Biarkan aku menenangkan diriku dulu untuk menerima semuanya," bisik Rasyad dengan lirih.
"Kamu mau pergi, kan?" tanya Lolita dengan terkekeh. Lelehan air mata kembali mengalir di kedua matanya.
"Tidak! Siapa yang melakukan ini? Beritahu aku lelaki itu siapa akan aku hajar dia," ucap Rasyad dengan penuh amarah.
"T-tidak. A-aku tidak ingin lagi bertemu dengannya! Jangan temui dia aku mohon. A-aku takut," ucap Lolita dengan gugup.
Rasyad menghembuskan napasnya dengan kasar. Ia memeluk Lolita dengan erat, ia merasa jiwa Lolita terguncang dengan apa yang menimpa istrinya. Jujur Rasyad sangat kecewa saat ini, ia tidak tahu harus bersikap seperti apa kepada Lolita ke depannya.
Sedangkan Lolita tersenyum sinis. Ia berhasil mengelabui Rasyad dengan berpura-pura akan bunuh diri dan ketakutan. Padahal Lolita sedang melakukan akting yang luar biasa. Sejak kepergiaannya ke Paris mengubah seorang Lolita menjadi wanita liar, sejak di Indonesia Lolita tidak pernah melakukan itu karena menghargai Rasyad sebagai kekasihnya apalagi Rasyad sangat baik kepadanya walaupun pekerjaannya sebagai seorang model Lolita masih tahu batasan. Tetapi sudah sebulan di Paris, Lolita mengenal kehidupan bebas membuat iman gadis itu goyah sampai ia mengenal pasangan modelnya hingga mereka melakukan hubungan suami istri saat mereka bertemu. Seringnya interaksi fisik mereka membuat Lolita tidak bisa menahan dirinya hingga ia hamil anak pasangan modelnya. Namun sayang, lelaki itu tidak mau bertanggungjawab saat Lolita mengatakan dirinya hamil. Lelaki itu pergi begitu saja dan berkencan dengan wanita lain di depan mata Lolita. Lolita yang saat itu terpuruk dan tak tahu harus berbuat apa datanglah Rasyad untuk meminta segera menikah dengannya tanpa berpikir panjang Lolita langsung menyetujuinya.
"Maafkan aku, Mas. Aku tidak mau keluargaku membenciku dengan begini aku masih bisa hidup dengan enak jika menikah denganmu," gumam Lolita di dalam hatinya.
***
...Gimana dengan part ini?...
...Emosi sama Lolita?...
...Lolita diibaratkan kuda yang baru lepas dari kandang. Tidak terkendali....
...Kasihan Rasyad atau malah gedek sama Rasyad nih?...
...Jangan lupa like, vote, dan komentar sebanyak-banyaknta ya....
__ADS_1