
episode 159
.
.
.
.
1 munggu telah berlalu, Kennan dan Davian akan kembali ke Amerika diantar darren,
Mayra juga bersiap hendak kembali kemansion pinggir kota lagi. dia baru saja menghubungi mike agar membawa pulang Nurra, zakia dan kedua orang tua Revandra.
Darren yang baru tiba dari bandara mengantar Kennan dan Davian, ia bersiul sambil berjalan memasuki rumah Revandra. tanpa sengaja ia melihat mayra keluar dari kamarnya dengan membawa tas dan helm seperti hendak pergi.
" kau akan kemana ??" tanya Darren yang mengejutkan Mayra.
" kau !! mengagetkan saja !!" gerutu mayra. "q harus pulang, tugasku disini sudah selesai." jawab Mayra.
Darren menautkan alisnya. " apa kau senang bekerja diRumah sakit Sosial itu ??"
" tentu saja.. disana kita jadi tau dibawah kita masih banyak orang yang membutuhkan bantuan kita... Q selalu belajar dari kak Vandra tentang hal ini.." terang mayra.
Darren menyunggingkan senyumnya " kau benar, q tidak menyangka jika Revandra punya jiwa sosial juga.. selama ini q hanya melihat sisi buruknya saja.."
Mayra menatap lekat darren dengan penuh kagum,ia akui darren memang pria yang tampan, wajah blasteran bule indo menambah kesempurnaannya. Tak lama Mayra mengerdipkan matanya, dalam hati ia merutuki dirinya yang memikirkan hal konyol.
__ADS_1
" baiklah. q pergi dulu.." pamit mayra dengan senyum manisnya,
" kau mau melupakan q mayra ??" sebuah suara yang tidak asing menghampiri darren dan Mayra. keduanya melihat secara bersamaan.
"maafkan q, q tidak ingin mengganggu waktu istirahatmu." ucap mayra.
" tapi q akan marah jika kau pergi begitu saja." timpal Nada. Mayra hanya membalas dengan tersenyum.
" ini sudah terlalu sore, kenapa tidak besok saja ??" tanya Revandra yang selalu mengikuti Istri tercintanya dengan tangan yang tidak lepas dari pinggang Nada.
" q bisa gila.jika melihat tingkahmu yang seperti ABG itu kak !!" jawab Mayra meledek Revandra.
" alasan saja !!" gerutu Revandra.
Nada menghampiri Mayra, " terima kasih, atas bantuanmu, q sangat berharap kau mau tinggal bersama kami disinu.."
" kau bicara apa.. sudah kewajibanku menolong saudaraku kan ?? kalau untuk tinggal disini q tidak bisa Nad, maafkan q..q lebih nyaman berada dipinggir kota.." balas mayra.
" jangan lupa memberi kabar kepada kami ya.."
" kau ini.. q hanya kepinggir kota bukan pergi keluar negri, jangan seperti itu.. oh ya, nanti q pasti akan datang ketika dia lahir.." ucap mayra sambil mengusap lembut perut Nada.
Nada mengangguk pelan dengan mengukir senyumnya.
" baiklah. q pulang dulu.. bye semua.." ucap mayra.
Nada dan Revandra mengangguk pelan. sedangkan darren terus menatap kepergian Maya dengan sendu, entah mengapa ia masih ingin berlama-lama bersama mayra.
__ADS_1
Setelah mayra menjauh dengan sepeda motornya, Nada berbalik dan menuju kamarnya.
Darren masih setia dengan tatapannya. Revandra mendekati darren dan membisikkan sesuatu. " kalau q jadi kau. .. q sudah mencegahnya dari tadi."
Darren menautkan alisnya. " apa maksudmu??!"
Revandra menyunggingkan senyumnya lalu kembali menatap darren dengan tajam.
" kau boleh mendekatinya tapi jangan sekali-kali kau menyakitinya seperti Nurra dulu.. jika itu terjadi lagi, q akan melupakan statusmu yang kakaknya istri tercintaku dan langsung memenggal kepalamu. !!"
darren membulatkan matanya. " enak saja kau ini.. !! dan apa yang kau bicarakan ??!! bahkan q tidak tau.. " darren membuang tatapannya sambil.mengusap tengkuk lehernya.
" jangan berpura-pura, matamu saja hampir loncat saat menatap adik angkatku, masih mau mengelak..!! q bisa tau gerak gerik buaya sepertimu !!" ucap Revandra.
" buang fikiran busukmu itu !! q juga tidak tertarik dengannya !! hah, hanya kau adik ipar yang tidak punya sopan santun pada kakak iparnya. !!" timpal Darren dengan santai.
Revandra hanya tersenyum dan melangkah pergi meninggalkan Darren begitu saja.
" dasar.. adik ipar gila !!! " teriak Darren. " tapi kenapa q merasa tidak rela mayra pergi ?? benarkah ?? ahh...q bisa gila jika memikirkan ucapan adik ipar gila itu !! shiit !!!" gerutu darren sambil melangkah meninggalkan mansion Revandra menuju mobilnya, entah kenapa dia malah merasa pusing sendiri dengan apa yang baru saja terjadi.
.
.
.
.
__ADS_1
.
.