Cinta Yang Sempurna

Cinta Yang Sempurna
Cinta Yang sempurna


__ADS_3

episode 181


.


.


.


Sepanjang perjalanan pulang Nurra melamun memikirkan kejadian dicafe tadi, dimana dia melihat Darren bersama seorang wanita. hingga tanpa ia sadari mobil yang ia naiki sudah berhenti tepat didepan rumah Revandra.


" nona kita sudah sampai." ucap sopir.


Gelagapan Nurra tersadar dari lamunannya dan segera turun tanpa menjawab perkataan sang sopir.


buru-buru ia masuk kedalam rumah itu, senyum mengembang kala ia melihat Nada yang sudah bisa berjalan keluar dan duduk dikursi sofa santai diruang keluarga.


namun senyum Nurra redup ketika melihat orang yang membuatnya uring-uringan dari tadi sudah disitu dan bermain dengan baby Naren.


Revandra dengan telaten menyuapi makanan untuk istri tercintanya.


" sudah sayang. q bisa makan sendiri nanti.." ucap Nada .


" tidak bisa, kau tidak makan dan minum selama 7 bulan, kau harus banyak makan sekarang.." timpal Revandra.


" kau ingin q gendut ??!" tanya nada dengan mata membulat.


" asal kau sehat q tidak masalah," jawab Revandra singkat " sekarang buka mulutmu, dan habiskan makanan ini.." lanjut Revandra.


" q ingin bermain dengan putra kita, " rengek Nada.

__ADS_1


" lihatlah, Baby Naren sedang bersama kakakmu.. jangan mencari alasan.. ayo sayang buka mulutmu.." bujuk Revandra. dengan kesal Nada membuka kembali mulutnya.


darren hanya menerbitkan senyumnya ketika mendengar perdebatan kecil antara suami istri itu. hingga ia tidak menyadari jika Nurra sudah disampingnya dan langsung meraih baby Naren begitu saja.


" e..e..eh.. kau ini !! mengagetkan saja..!!" protes Darren.


Nurra menatap tajam darren. " apa ??!! kau tidak terima ?!! baby Naren juga keponakanku, !!!" ucap Nurra dengan suara lantang.


Darren menautkan alisnya mendengar jawaban Nurra yang terlalu berlebihan. " kau kesambet atau bagaimana ?? kenapa marah-marah ??"


" siapa yang marah !!! jangan sok tau.. dasar playboy.. !!!" umpat Nurra.


" apa kau bilang ??!!" balas Darren


" playboy, astaga.. kalau keponakanku sampai diurus olehmu terus bisa-bisa dia juga menjadi playboy sepertimu jika sudah besar !!!" teriak Nurra.


" enak saja kau bicara, playboy dari mana? jangan sok tau !!" timpal Darren dengan suara meninggi.


" dan kau jangan pura-pura lagi !!! menjadikan pekerjaan sebagai alasan berpacaran huh !! menjijikkan !!!" umpat nurra lagi.


" apa maksudhmu sebenarnya ?? q sama sekali tidak mengerti ??!!" balas darren penuh frustasi.


" fikir saja sendiri !!! oh ya, jika ingin menggendong baby Naren lagi ganti jas dan kemejamu dulu !!! q tidak ingin keponakanku tertempel bekas wanita manjamu itu !!!" ucap nurra sambil melangkah pergi.


Darren terpaku dengan keheranan. bahkan ia sendiri belum mengerti maksud dari ucapan Nurra barusan.


" kak, kau sudah punya pacar ??" tanya Nada penasaran.


" belum, " jawab darren yang juga sedang mencerna setiap ucapan Nurra tadi.

__ADS_1


" kenapa Nurra kesal sekali padamu ?? kau membuat kesalahan apa lagi ??!!" tanya Nada lagi.


Darren terdiam sesaat. ia baru teringat jika tadi dia memakaikan jasnya kepada Nia sekretarisnya yang dilecehkan dicafe tempat dimana dia mitting tadi. "apa nurra melihatnya ?? tapi untuk apa dia marah ??" batin darren dalam hati.


" hey !!! istriku bertanya ?!!!" ucap Revandra dengan suara tinggi.


" oh.. emm.. q juga tidak tau kenapa dengan nurra. baiklah, q akan coba bicara padanya dulu.." balas darren sambil melangkah menuju lantai atas.


baik Revandra maupun Nada hanya dapat membuang nafas dengan kasar melihat tingkah darren dan Nurra.


" sayang, apa kau memikirkan apa yang kufikirkan juga ??" tanya Nada lirih.


" bisa jadi," jawab revandra pasti.


" kasihan Nurra, dia masih terbelenggu cinta pertamanya, q benar-benar merasa bersalah disini..kakakku yang memulai semuanya, kini Nurra yang harus terjebak dengan perasaannya.." ucap Nada sendu.


Revandra merangku Nada. " ini bukan salahmu, darren juga sudah mengakui dan meminta maaf, Nurra saja yang terlalu lemah dengan perasaan."


" tapi Kak darren memang cinta pertama Nurra, tapi malah kekecewaan yang yang diberikan kak darren untuk Nurra.." timpal Nada dengan murung.


" Sudahlah, biarkan mereka mencari jalan keluar sendiri, toh mereka sudah dewasa, . kau tidak boleh terlalu memikirkannya, kau baru sadar, q tidak ingin kau sampai kenapa-kenapa lagi.." balas Revandra sambil mencium pucuk kepala Nada dengan kelembutan dan kehangatan.


.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2