
episode 141
.
.
.
.
Sel tempat dimana Davian ditahan meledak, asap tebal mengepul ditempat itu. Yohan yang hendak masuk kedalam mobil segera berlari menuju markasnya, diikuti anggota Eangleblood yang lain. sesampainya didalam semua anggota EangleBlood yang berada disekitar sel itu sudah tergeletak dengan beberapa luka ditubuh mereka, yohan mengepalkan kuat kedua tangannya. terlihat tembok tinggi menjulang yang menjadi pembatas sel itu sudah hancur akibat ledakan itu.
" shhiitt !!!" Umpat Yohan, ia meraih ponselnya hendak menghubungi Romi yang ditugaskan Revandra mengurus perusahaan.
" hallo" panggilan terhubung.
" tawanan kabur, ada yang berhasil memasuki sel tahanan kita, mereka meledakkan sebagian." ucap Yohan.
" sial !!! apa Tuan sudah tau ??" balas Romi.
" belum, cepatlah kesini.." sambung Yohan.
panggilan terputus. Yohan mengusap kasar wajahnya, baru kali ini ia kecolongan.
.
.
sementara itu sebuah mobil sport mewah berwarna merah melaju dengan kecepatan tinggi dijalan raya, Davian yang berada dikursi sebelah sopir menatap intens orang yang menggunakan topeng dan berseragam hitam itu.
" siapa kau ?? kenapa kau menyelamatkan ku ??" tanya Davian.
orang itu hanya tersenyum licik. lalu ia membuka topeng yang menutupi wajahnya. seorang wanita ?? alis Davian bertaut kala ia merasa asing dengan wanita disebelahnya.
" apa kabar pak Davian... " sapa wanita itu.
__ADS_1
" siapa kau ??" tanya Davian lagi.
" apa itu sekarang penting ?? bukankah yang terpenting kau sudah bebas ??" balas Wanita itu dengan tetap melajukan mobil dengan kecepatan tinggi.
" tapi tidak mungkin kau menyelamatkanku tanpa ada sesuatu ??!" timpal Davian.
" q adalah pembunuh bayaran dari singapura, ibumu yang mengirimku kesini untuk menyelamatkanmu !! kau puas ??!!" jawab Wanita itu.
" ibu ?? dia tau q sedang-
" iya, bahkan dia membayarku dimuka dengan nilai yang fantastis. kau benar-benar sangat beruntung.." timpal Wanita itu.
Davian hanya diam dengan membuang tatapannya kesegala arah. kini ia sudah terbebas, maka ia dapat membalaskan dendamnya kepada Revandra.
.
.
Darren sudah sampai dirumah sakit dimana kakaknya dirawat, dengan langkah buru-buru ia menuju ruangan yang diberitaukan kakak iparnya, sungguh ia sangat kawatir dengan keadaan kakaknya yang terkena kanker itu.
tanpa mengetuk Darren membuka pintu begitu saja. membuat yang didalam sedikit terkejut.
Senyum terbit diwajah pucat Alika ketika melihat Darren yang sudah datang.
" apa kau tidak bisa mengetuk pintu ??" ucap Alika
" ma.. maaf, q fikir tidak ada siapapun. " jawab Darren. perlahan ia mendekati sang kakak dan Nurra yang membuang tatapannya kesegala arah.
" kak, kenapa tidak ikut kemo saja ?? apa yang harus ku katakan pada Nada nanti ??" ucap darren
" tidak perlu darren, kakak nanti yang akan bicara pada Nada. bagaimana keadaan adikmu ??" tanya Alika.
" dia sudah lebih baik, nanti sore dia sudah kembali." jawab Darren singkat.
" memangnya Nada kenapa ??" Nurra memberanikan diri bertanya.
__ADS_1
Darren menatap Nurra yang terlihat canggung apdanya. " tidak ada apa-apa. hanya kelelahan." jawab Darren lagi.
" kalau begitu q permisi dulu ya.." Nurra segera berdiri hendak pergi.
" tunggu !!" tahan Alika. Nurra mematung.ia meremas tali tasnya.
" Nurra, duduklah dulu. biarkan darren meminta maaf padamu, q ingin kedamaian.." ucap Alika lirih.
Nurra tidak menjawab, Darren yang mengerti posisi Nurra segera menimpali ucapan kakaknya. " kami akan bicara berdua kak. kakak tidak apa kan kami tinggal ??"
Alika mengangguk. Darren segera meraih lengan Nurra dan membawanya keluar dari ruangan rawat Alika. sedangkan Nurra entah mengapa ia tidak bisa menolaknya.
darren membawa nurra keatas gedung rumah sakit itu. sesampainya diatas Darren segera melepaskan tangannya. ia menghela nafas panjangnya, sedangka. Nurra hanya membuang tatapannya.
" maafkan q, q tau kesalahanku sangat fatal, bahkan sulit untuk kau maafkan. tapi demi kakakku q akan berusaha agar kau mau memaafkanku." ucap darren serius.
"jadi kau meminta maaf karna kakakmu ?? bukan keinginanmu sendiri ?? lupakan saja !!" Nurra hendak berbalik namun dengan cepat Darren meraih lengannya hingga Nurra jatuh kepelukan darren. sesaat mata mereka saling beradu.
" jujur dihatiku masih tersisa rasa untukmu Nurra, bahkan ketika menyakitimu q sendiri merasakan rasa sakit itu..q belum bisa minta maaf padamu bukan karna tidak mau, karna q fikir kita bisa memperbaiki hubungan kita dulu, agar q bisa menebus segalanya." ucap darren lirih.
Nurra tersadar dan melepas pelukannya.
" omong kosong !! kau memang penjilat !! sekarang q sudah memilik kekasih yang lain. tidak ada tempat dihatiku untuk manusia sepertimu ?!!" balas Nurra.
" q tau itu. q juga bahagia jika kau mendapatkan pria yang lebih layak dariku. q kini benar-benar sudah berubah Nurra.. q sudah meninggalkan dunia hitamku.. percaya atau tidak q benar-benar menyesal pernah menyakitimu, permintaan maaf ini bukan semata karna kakakku, melainkan tulus dari hatiku, meski kita tidak bersama q tidak ingin kau selalu membenciku, melihat kau bahagia itu sudah cukup untukku.." terang Darren.
Nurra tidak bisa membendung air matanya, air mata itu mengalir begitu saja dipipinya, jika ia jujur, dihatinya memang masih ada rasa cinta untuk Darren, namun rasa kecewa dan benci mengalahkan semuanya.
darren yang tidak kuasa melihat Nurra menangis, langsung membawa Nurra kedalam pelukannya. Nurra meronta hendak melepaskan namun Darren semakin kuat memeluknya.
" kau jahat Darren !! kenapa kau harus menyakitiku !! kau jahat !!" teriak Nurra sambil menangis dan memukul dada Darren.
" iya q memang jahat.. bencilah q saat ini..tapi setelah ini q mohon.. jangan membenciku lagi ...maafkan q Nurra... q benar-benar minta maaf.." balas Darren lirih ia terus mengeratkan pelukannya, akhirnya tangis Nurra pecah ia ikut memeluk Darren dengan erat. darren memejamkan matanya ia ikut merasakan bagaimana rasa sakit yang ada dihati Nurra
.
__ADS_1
.
.