Cinta Yang Sempurna

Cinta Yang Sempurna
Cinta yang Sempurna


__ADS_3

bab 168


.


.


.


.


Tok..


tok..


tookk..


pintu ruangan Revandra diketuk beberapa kali. Romi yang berada didalam ruangan Ravandra segera membukakan pintu.


" selamat siang.." sapa Mayra.


" selamat siang nona, silahkan." balas Romi mempersilahkan. Mayra melangkah masuk, namun ia harus mendapat tatapan tajam dari Kakak angkatnya.


" dari mana saja kau !!?, kau bilang berangkat pagi ?!!" ucap Revandra.


" maafkan q, ada insiden dijalan tadi.. " jawab mayra pelan. ia kemudian menjatuhkan tubuhnya setelah meletakkan berkas laporannya dimeja kerja Revandra.


Mata Revandra fokus pada kaki Mayra, karna mayra berjalan dengan sedikit pincang.


" kau jatuh ??" tanya Revandra.


" hmm.. iya, kelihatan ya ??" balas Mayra.


" bagaimana bisa ??" tanya Revandra sambil menautkan alisnya.


" kakak iparmu itu yang membuatku seperti ini !!!" timpal Mayra dengan kesal.


" darren ?? kau menabraknya ??" tanya Revandra lagi.

__ADS_1


" dia yang menabrakku !!!" bela Mayra ..


Revandra hanya menyunggingkan senyumnya. Mayra beralih menatap Romi yang mulai memeriksa berkas yang ia bawa, tanpa memperdulikan obrolan Mayra dan Revandra.


ya, selama ini mayra diam-diam mengangumi Romi, karna sikapnya yang lain dari pada yang lain. Mayra menopang dagunya dengan tangan dan memandang lekat Romi.


Revandra yang menyadari segera melempar pulpen ditangannya kearah mayra.


" ahhkkk"


" hentikan kelakuan konyolmu, pergi sana !!" ucap Revandra singkat.


" kau mengusirku ??!!" protes mayra.


" dari pada kau.melamun begitu lebih baik kau pergi jalan-jalan sana.. apa kau tidak akan pulang ??" timpal.Revandra lagi.


mayra memanyunkan bibirnya, Romi hanya menyunggingkan senyumnya kala melihat tingkah Mayra, kemudian dia meneruskan tugasnya memeriksa laporan itu. mayra yang menyadari Romi yang tersenyum, ikut tersenyum tipis juga. ia kemudian berdiri dari duduknya dan pergi dari ruangan kakak angkatnya itu.


.


.


.


" Nur, q ketoilet sebentar ya.." ucap nada.


" oh.. baiklah, q tunggu didepan ya, apa mau q antar ??" tanya Nurra


" tidak perlu, "balas Nada sambil memutar arahnya menuju Toilet.


gondrong yang sigap segera mengikuti langkah Nada. hal itu membuat nada berbalik dan melipat tangannya.


" ditoilet wanita pun kau akan ikut ??" tanya Nada.


" maaf nyonya saya hanya akan menjaga diluar." jawab gondrong.


" tapi saya malu !!!" ucap Nada penuh frustasi.

__ADS_1


" ini tugas saya nyonya, saya harap nyonya tidak mempersulitnya."balas Gondrong.


Nada terlihat kesal bukan main, dengan gerak cepat ia beralih dan berjalan menuju toilet. sementara gondrong dengan sigap berdiri diluar pintu masuk toilet. beberapa wanita yang akan masuk toilet menatap gondrong penuh tanya.


dari ujung lorong ada seorang pria misterius yang menatap gondrong dibalik pilar tiang, seorang pria itu mengarahkan pistolnya pada seorang pengunjung mall yang keluar dari toilet itu.


dorr..


dorr .


dua tembakan melayang wanita yang baru saja keluar dari toilet tergeletak dilantai, hal itu membuat Gondrong meraih pistolnya dengan mengarahkan pada pria yang menembak tadi. Nada yang terkejut didalam toilet masih menutup kedua telinganya dan meringkuk dipinggir wastafel.


seorang wanita yang memakai seragam SPG mall itu menghampiri Nada.


" nyonya, mari kita keluar.." ucap wanita itu. sambil mengulurkan tangannya


Nada menatap wanita itu dan mengangguk pelan ia berdiri dan menerima uluran tangan wanita SPG Itu.


dengan sedikit berlari wanita SPG itu menarik Nada dan membawanya kearah belakang Mall, sesekali wanita itu menoleh kekiri dan kanan dia tidak ingin sampai para pengawal Nada melihat mereka.


" kita akan kemana ?? temanku menungguku didepan ??!" ucap Nada sambil memegang perutnya.


" tuan Revandra yang mengutusku, didepan gondrong dan yang lain sedang menahan penjahat, jadi ikut saja." ucap wanita berseragam SPG itu.


" lalu bagaimana dengan temanku ?? dia dalam bahaya !!!" teriak Nada sambil melepaskan genggaman tangan wanita itu.


wanita itu menerbitkan senyumnya. " nona Nurra sudah aman nyonya. mari silahkan." wanita itu membukakan pintu mobil yang sudah disiapkan disitu. ragu-ragu Nada untuk masuk, apalagi dia tidak mengenal wanita itu. dengan gerak cepat wanita itu memasukkan Nada dan langsung menutup pintu mobil.


" bawa dia !!!" ucap wanita itu.


" tunggu !!!" teriak Nada.


namun semua sia-sia mobil sudah melesat, dan pintu mobil sudah terkunci sempurna.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2