
...Berhubung ini adalah hari ulang tahun author. Jadi author mau double up, satu part lagi akan aku up malam ya. Hihi baca pelan-pelan part ini agar tidak cepat habis....
...Happy reading...
****
Rasyad membawa Jelita ke kamar mereka. Ia merasa tidak tega dengan Jelita yang sejak tadi tampak tersiksa.
"P-panas Mas...ahhhh!" Jelita terus meracau tidak jelas yang membuat Rasyad menelan ludahnya dengan kasar. Efek obat tersebut membuat Jelita terlihat liar sekali yang membuat sesuatu di bawah sanas menegang dengan sempurna.
Jelita terus meracau tidak jelas tangannya bergerak ingin melepas gaun pengantin yang ia pakai setelah Rasyad menurunkan dirinya di kamar.
"M-mas harus apa, Sayang?" tanya Rasyad dengan bingung. Jika begini Rasyad menjadi panik sendiri.
Rasyad mengambil remot AC ia menambah suhu AC agar kamar mereka terasa dingin. Tetapi tetap saja suhu AC yang dingin pun tidak membuat Jelita baik-baik saja, bahkan Jelita semakin tersiksa dengan semuanya. Wajahnya memerah, seakan tubuhnya ingin mendapatkan sesuatu yang membuat Jelita lega.
__ADS_1
"B-bantu aku Mas..." ucap Jelita dengan lirih menarik tangan Rasyad agar mendekat ke arahnya. Sungguh apa yang saat ini ia rasakan membuat Jelita tersiksa.
Sedangkan Rasyad bola matanya bergerak gelisah saat bibir Jelita terbuka dan mengeluarkan suara mirip seperti rintihan kenikmatan ketika tangan mereka bersentuhan. Rasyad memejamkan matanya dan menghembuskan napasnya dengan kasar.
"Maaf Sayang aku harus melakukan ini agar kamu tidak kembali tersiksa," gumam Rasyad dengan tulus.
Ia menarik tubuh Jelita untuk merapat ke arahnya. Jelita yang memang sudah sangat tersiksa hanya bisa pasrah saat Rasyad menarik tubuhnya untuk mendekat ke arah Rasyad. Tangan Rasyad menangkup wajah Jelita dan dengan lembut ia mencium bibir Jelita dengan perlahan. Namun, reaksi Jelita di luar dugaan Rasyad. Jelita membalas ciuman Rasyad dengan liar seakan gadis itu kehausan membuat Rasyad sedikit kewalahan. Bunyi decapan bibir keduanya sangat terdengar jelas di kamar pemgamtin keduanya.
"Ahhh..." Jelita mendesah dengan lirih saat ciuman Rasyad beralih ke leher putih Jelita bahkan ia menggigitnya dengan gemas. Birahi sudah memguasai keduanya apalagi Jelita yang sejak tadi memang tersiksa dan sentuhan Rasyad membuatnya sedikit lega.
"Ahhhhh..." Jelita menggeliat-liat liar yang membuat Rasyad terus diserang gairah yang juga ingin dituntuskan secepatnya.
Rasyad melepas pakaiannya sendiri dengan tidak sabaran. Setelah semuanya terlepas ia kembali menindih tubuh Jelita yang sudah polos karena perbuatannya.
"Aaahh...Massss!" teriak Jelita mengeliat saat sesuatu yang mendesak keluar saat ini Jelita rasakan. Napasnya menderu-deru dengan berat saat kepala Rasyad bermain di bawah sana, lidah panas Rasyad semakin membuat Jelita tak terkontrol.
__ADS_1
Setelah berhasil membuat Jelita mendapatkan pelepasan pertamanya. Rasyad kembali mencium bibir Jelita yang sudah terlihat bengkak dengan mesra. Jelita membalas ciuman Rasyad kembali tak kalah mesranya.
"Uhhhh..." Jelita melenguh saat sesuatu yang keras dan panjang ingin mendesak masuk ke miliknya.
Rasyad dibuat kesusahan ketika ingin memasuki Jelita. Berulang kali ia mendorong miliknya tetapi selalu meleset hingga miliknya bisa masuk setengahnya.
"Aahhh..s-sakit..." teriak Jelita dengan meringis. Air mata Jelita mengalir di sudut matanya ketika milik Rasyad berhasil menerobos dinding pertahanannya.
Rasyad merasa kasihan dengan Jelita tetapi semuanya sudah terasa nikmat untuknya. Lagi dan lagi Rasyad disadarkan oleh kenyataan jika Jelita masih perawan, ia kembali dilanda rasa bersalah yang teramat dalam karena dirinya sudah menuduh Jelita yang tidak-tidak.
"Maafkan aku, Sayang!" ucap Rasyad dengan tulus. Ia menghapus air mata Jelita dengan ibu jarinya.
Jelita menatap Rasyad dengan dalam. Dalam keadaan yang seperti ini Jelita masih bisa melihat jika Rasyad terlihat tulus kepadanya. Jelita mengalungkan kedua tangannya di leher Rasyad saat lelaki itu mulai bergerak perlahan di atas tubuhnya.
Keduanya sama-sama tidak terkontrol malam ini. Yang awalnya Rasyad bergerak pelan kini sudah bergerak liar karena kenikmatan yang ia rasakan pada tubuh Jelita. Suara kenikmatan keduanya memenuhi ruangan kamar yang menjadi saksi atas menyatunya dua insan yang belum sepenuhnya memaafkan itu hingga cairan Rasyad meledak di dalam rahim Jelita dengan sangat deras, keduanya mendapatkan pelepasan bersama hingga keduanya benar-benar lemas.
__ADS_1
"Jelita aku mencintaimu!" teriak Rasyad dengan memejamkan matanya ketika miliknya dijepit dengan nikmat oleh milik Jelita.