Cinta Yang Sempurna

Cinta Yang Sempurna
Cinta Yang Sempurna


__ADS_3

episode 191


.


.


.


.


Malam semakin larut, pesta pernikahan juga sudah berakhir. Revandra membawa pulang istri dan kedua anak-anaknya yang sudah terlelap dalam tidur mereka.


sepanjang jalan Nada sibuk dengan ponselnya, sesekali ia mendegus kesal, hal itu membuat Revandra penasaran.


" ada apa ?? kau gelisah sekali ??" tanya Revandra .


" kak Darren tidak bisa dihubungi, dipesta q sama sekali tidak melihatnya.." jawab Nada.


" benarkah ??, q bertemu dia dipesta, tapi cuma sebentar, kemana dia ??" tanya Revandra.


" kalau q tau, q tidak mungkin seperti ini.." jawab Nada dengan kesal.


Revandra hanya menyunggingkan senyumnya.


.


.


.


Mobil yang dikendarai darren berhenti disebuah taman. senyum mengembang diwajah Darren ketika melihat Mayra yang sudah tertidur.


" terlalu lama menangis sampai tertidur." gumam Darren sambil membetulkan duduk mayra,


darren kembali menyalakan mobilnya dan melesat pergi dari tempat itu.

__ADS_1


tak lama mobil darren berhenti didepan rumahnya. pelayan yang biasa mmbukakan pintu segera menghampiri Darren.


" bibi tolong tutup pintu mobil.." perintah Darren. sambil menggendong Mayra masuk kedalam rumah.


" baik tuan". bibi Eni menutup pintu mobil dan segera mengikuti darren masuk kedalam rumah.


perlahan Darren meletakkan Mayra ketempat tidur miliknya, sesaat darren menatap lekat mayra yang terbalut make up tipis sedikit belepotan karna air mata yang menetes diwajahnya.


ia kemudian beralih keluar dari kamar itu.


" bibi, tolong gantikan baju nona yang dikamar saya ya.. bersihkan wajahnya juga." perintah darren pada bibi Eni.


" baik Tuan, Tuan apa itu calonnya tuan darren ??" tanya bi Eni, Bi Eni adalah pembantu darren sejak masih bersama Alika dan Kennan, jadi mereka sudah seperti keluarga sendiri.


" bukan, hanya teman. sudahlah saya mau keruang kerja dulu." jawab Darren sedikit tidak bersemangat, sambil melangkah meninggalkan bibi Eni. bibi eni hanya tersenyum lalu masuk kekamar hendak mengganti baju Mayra.


.


.


.


ponsel Revandra berdering membuat Revandra segera meraihnya. " ada apa ??" tanya Revandra.


" tuan, nona mayra tidak ada dimana-mana.. tuan yakin dia datang ?? kenapa saya tidak.bisa.menemuinya ??!" balas Yohan dengan frustasi.


" q bertemu dengannya tadi, dia memakai gaun hitam, Nada juga bertemu dengannya, bagaimana bisa kau tidak menemukannya ?!!!" ucap Revandra dengan suara meninggi.


Nada yang baru keluar dari kamar mandi sedikit heran dengan suaminya.


" apa Nona Mayra membawa motor ??" tanya Yohan kembali.


" mana ada wanita menggunakan gaun naik motor yohan.. astaga !!! cepat cari sampai ketemu !! kerahkan yang lain, gondrong juga !!" perintah Revandra.


" baiklah tuan, saya akan bergerak sekarang saya-"

__ADS_1


Revandra segera mematikan panggilan begiti saja. ia mendegus kesal dengan tingkah asistennya itu.


" ada apa kau marah - marah ??" tanya Nada sambil duduk disebelah Revandra.


" q menyuruh Yohan mengantar pulang mayra, tapi yohan tidak menemukan Mayra diarea hotel. kemana anak itu.." jawab Revandra


" mayra juga menghilang ?? apa dia bersama kak Darren ??" ucap Nada yang membuat Revandra menautkan alisnya.


" itu tidak mungkin, mereka kan tidak terlalu dekat. kau tau sendiri kan !?!" balas Revandra.


" iya juga, tapi kemana mereka ??!" timpal Nada sambil menerawang jauh fikirannya.


hingga pelukan Revandra membuyarkan konsentrasinya.


" hmmm.. kau harum sekali.. kalau seperti ini q bisa memakanmu sekarang.." ucap Revandra sambil memejamkan matanya.


" hentikan gombalanmu, bersihkan tubuhmu dulu, q sudah siapkan air hangat, " balas Nada sambil melepas pelukan Revandra. namun yang namanya Revandra jika sudah seperti itu pasti ada yang dia inginkan,malah semakin mengeratkan pelukannya.


" nanti saja bersih-bersihnya, ayo kita berkeringat dulu.." ucap Revandra penuh semangat.


" q lelah, besok saja ya...??" balas Nada dengan suara sensualnya.


" hanya sebentar saja.. kau diam saja, biar q yang bekerja ?? bagaimana ??" timpal Revandra.


Nada sudah faham jika suaminya sudah menginginkan Alasan apapun tidak akan berpengaruh padanya.


akhirnya Nada mengangguk dengan senyum manisnya. segera Revandra mencium bibir Nada sebagai awal cumbuannya yang akan berubah menjadi panas ketika sudah diatas ranjang.


.


.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2