
episode 157
.
.
.
.
Kennan menggenggam erat tangan Alika yang sudah dingin. sesekali ia mengusap wajah yang sudah pucat karna aliran darah sudah terhenti. sebelum sampai dirumah sakit Alika meninggal ditengah jalan namun Kennan yang kalut tetap meminta dokter merawatnya.
Air mata Kennan sudah membeku bersama hatinya yang runtuh karna kehilangan istri tercintanya.
Darren bersama Nada dan Revandra berdiri dibelakang Kennan yang terus menggenggam erat tangan istrinya.
Nada dan Darren juga merasakan kehilangan yang mendalam. keduanya hanya dapat menitikkan air mata tanpa berucap sepatah katapun.
Revandra membawa Nada dalam pelukannya mencoba memberi kekuatan pada istri tercintanya.
perlahan darren menghampiri kakak iparnya itu. dengan berat tangan darren menepuk pundak kennan berusaha memberi kekuatan.
"kak.. bersabarlah... kak alika akan sedih jika melihatmu seperti ini " ucap darren dengan berat.
Kennan beberapa kali menelan ludahnya, berusaha kuat. ia kemudian memandang darren dan kemudian Nada yang berada dalam pelukan Revandra yang keduanya masih dalam sisa tangisannya.
" maafkan q yang tidak bisa menjaga Kakak kalian.." ucap Kennan lirih sambil menunduk.
Darren langsung memeluk kennan. keduannya tenggelam dalam kesedihan yang teramat dalam. tangis keduanya terasa pilu bagi siapa saja yang mendengarnya.
begitupun dengan Nada, dia juga terisak dalam dekapan Revandra.
sementara disebuah kamar rawat terlihat Davian yang baru saja tersadar dari pingsannya.
__ADS_1
matanya mengedar hingga menangkap seorang wanita dengan setelan dokter memeriksa infusnya.
" kau sudah sadar ??" tanya wanita itu.
" ini dimana ??" tanya davian sambil menajamkan matanya.
" kau dirumah sakit. apa dadamu masih sakit ??" tanya mayra. ya, mayra ditugaskan Revandra untuk mengurus Davian. karna hanya ia yang mengerti tentang dunia racun.
" sedikit, tapi sudah tidak terlalu." jawab Davian lirih.
" baguslah. nanti q buatkan lagi ramuan tambahannya, semoga bisa cepat hilang." ucap mayra.
" apa Revandra yang menyuruhmu ??" tanya Davian.
mayra mengangguk " iya," jawab mayra singkat.
" dimana dia sekarang ?? apa wanita iblis itu sudah kalah ??" tanya Davian lagi.
mayra memicingkan matanya." bukannya wanita itu suruhanmu ??!! " balas mayra penuh penekanan.
" cih.. maaf, ?? setelah banyak korban kau baru minta maaf..?? mungkin jika wanita itu tidak membunuhmu secara perlahan kau juga tetap jahat pada kami .." balas mayra
Davian hanya tertunduk, jujur ia sangat menyesali perbuatannya, kini semua orang membencinya.
" jangan berikan penawar lagi kepadaku.. biarkan q mati saja.." ucap davian lirih.
" enak sekali bicaramu !! setelah apa yang kau lakukan kau ingin mati dengan cepat tanpa bertanggung jawab ??!! hah !! jangan harap.. " Mayra berkata demikian lalu melangkah keluar dari kamar itu.
Davian hanya bisa memandang kepergian dokter suruhaN Revandra yang merawatnya.
penyesalan selalu terjadi diakhir dan itu membuat Davian benar-benar terpuruk.
.
__ADS_1
.
.
Nada juga terbaring dipembaringan, karna terlalu syok dan banyak menangis ia pingsan dan Revandra langsung membawanya keruang rawat.
Matanya perlahan terbuka, hingga ia menangkap wajah Revandra yang setia berada disampingnya.
" kenapa q disini ??" tanya Nada dengan suara parau
" kau pingsan tadi, " jawab Revandra lembut sambil mengusap kepala istri tercintanya.
" benarkah ??" tanya Nada memastikan.
Revandra mengangguk pelan dengan senyum tipisnya.
Nada membuang tatapannya, sesaat setelah menyadari semua yang terjadi, ia harus kehilangan kakak sulungnya, pertemuan yang singkat seolah belum bisa ia terima.
Revandra meraih Nada yang bersandar kedalam pelukannya, ia sangat tau bagaimana perasaan Nada saat ini.
" q tau ini berat untukmu, tapi jika kau berlarut dalam kesedihan Alika akan bersedih disana.. iklaskan kepergiannya, itu akan membuatnya tenang dikeabadian." ucap Revandra lembut.
" q baru bertemu dengannya... kenapa begitu cepat Tuhan mengambilnya.." balas Nada yang akhirnya menangis lagi..
"fikirkan juga calon anak kita, q mohon.." Revandra menatap lekat wajah Nada dengan mata yang penuh ketulusan.
" maaf kan q, q akan tetap bertahan untuknya." ucap Nada sambil mengusap perutnya.
Revandra kembali memeluk Nada. "terima kasih, telah menjadi wanitaku yang kuat dalam segala hal.. q sangat mencintaimu, " ucap Revandra lirih.
.
.
__ADS_1
.
.