
episode 146
.
.
.
.
Dengan Lembut Revandra mengusap pucuk kepala Nada yang sudah terlelap tidur. beberapa kali juga Revandra menciumi Nada.
"maafkan q tidak bisa mengatakan hal ini.. q tidak ingin kau kawatir.." batin Revandra.
Dengan langkah tenang Revandra sudah diluar, Romi dan Yohan menunduk hormat.
" Romi saja yang ikut denganku. kau dan gondrong tetap menjaga rumah ini. jika terjadi apa-apa segera hubungi q." ucap Revandra pada Yohan, sambil masuk kedalam mobil.
" baik tuan." jawab Yohan.
Mobil melesat meninggalkan Mansion, malam itu Revandra hendak menuju markasnya.
🌺🌺🌺
Sementara itu dimarkas EangleBlood masuk sebuah mobil yang dikendarai Darren.
anggota EangleBlood yang sudah diberitau akan kedatangan tamu segera menyambut darren dengan sopan.
" selamat datang tuan, silahkan masuk, Tuan Revandra sedang diperjalanan." ucap salah satu anggota EangleBlood.
" dia belum datang ??" tanya darren sambil melangkah memasuki markas besar EangleBlood.
" sebentar lagi tuan. silahkan duduk. saya akan membuatkan minum dulu." jawab Eangleblood.
__ADS_1
Darren menatap seluruh isi markas itu. ini kali pertamanya bagi darren memasuki markas besar anggota mafia EangleBlood, kelompok mafia yang tidak terkalahkan, kuat dan kejam dalam segala apapun. tak pernah terbayangkan olehnya akan menjadi rekan musuh bebuyutan sang papa dulunya, karna sebuah hubungan keluarga.
markas EangleBlood terlihat sederhana jika dariluar, tapi jika masuk kedalamnya mata akan disuguhkan sebuah halaman yang luas, butuh beberapa kilo untuk menuju pintu utama.
beberapa koleksi senjata tersusun rapi disetiap rak dan lemari kaca. jujur saja Darren sangat kagum pada Revandra.
" kalau kau mau ambil saja. jangan hanya dilihat seperti itu."sebuah suara membuyarkan konsentrasi darren. ia menoleh sumber suara yang tidak lain adalah pemilik Markas itu.
" q sama sekali tidak tertarik.." timpal darren sambil menjatuhkan tubuhnya dikursi ukir disebelahnya.
" apa yang akan kau bicarakan ??" tanya Darren lagi.
Revandra duduk disebelah kakak iparnya itu. salah satu anggota EangleBlood datang dengan membawa beberapa botol minuman.
" Sebentar lagi davian akan bergerak. dia dibebaskan oleh pembunuh bayaran yang diutus ibunya yang berada diAmerika. Lawan kita kali ini benar- benar wanita psikopat." terang Revandra sambil menuang anggur digelas.
"bibi Ana ?? q tidak menyangka jika bajingan itu putranya. bibi Ana bilang keponakannya yang memantau kehidupan Nada disini. ternyata bibi ana membohongiku dan kak Alika." timpal darren. ia lalu tersentak. "tunggu!! wanita ?? apa pembunuh bayaran yang dikirim bibi ana seorang wanita ??" tanya Darren lagi.
Darren mengepalkan tangannya, " apa yang akan kita lakukan. ??"
" sasaran mereka adalah q. jadi kau hanya perlu membantu asistenku menjaga Nada, Nurra dan putriku, serta orangtuaku. informanku sudah mengatakan jika mereka akan meledakkan markasku ini. jadi q akan mengikuti permainan mereka saja." terang Revandra.
" maksudmu bagaimana..??!!" tanya darren yang masih belum mengerti.
Namun Revandra terdiam dengan mata menatao tajam kejendela yang berada dibelakang Darren. dengan gerak cepat Revandra mengambil pistol miliknya.
dorr...
doorr.
pyarr...
kaca jendela pecah begitu saja. beberapa anggota EangleBlood berlari bersama Romi.
__ADS_1
Darren menunduk terkejut, "kau mau membunuhku !!!" protes Darren.
" lihatlah dibelakangmu !!" ucap Revandra sambil menunjuk.
Romi diikuti darren melihat anggota EangleBlood tergeletak bersimbah darah. Revandra menembaknya tepat mengenai kepala pria itu. Darren baru paham jika di EangleBlood juga ada penyusup.
" tuan, dia bukan anggota kita. dia hanya menggunakan seragam RR saja. " lapor Romi.
" q sudah tau. bereskan semua. setelah itu kumpulkan semua EangleBlood diaula. " peritah Revandra.
" baik tuan." Romi.berbalik mengurus pria yang penyusup yangbsudah tidak bernyawa lagi.
Darren menghampiri Revandra yang tetap terlihat tenang dengan sorot mata yang tajam.
" kau tau jika ada penyusup ??" tanaYa Darren.
" iya," jawab Revandra singkat..
" masih ada lagi ??" tanya Darren lagi.
Revandra mengangguk lalu berjalan menuju aula dimana biasa mereka anggota EangleBlood berkumpul.
darren yang penasaran mengikuti langkah adik iparnya itu.
.
.
.
.
.
__ADS_1