
episode 185
.
.
.
Revandra sudah sampai dirumahnya. jas yang bersarang dipundaknya begitu saja, serta kemeja yang keluar dari celana yang berantakan membuat Nada keheranan. segera Nada menyambut kedatangan suami tercintanya itu.
" kau suamiku bukan ??" tanya Nada keheranan.
Revandra hendak memeluk Nada namun tubuh Nada condong kebelakang. hal itu membuat Revandra mengerucutkan bibirnya.
" kau tidak mengenali suamimu ??!!" balas Revandra sambil membanting tubuhnya disofa santai.
" suamiku selalu rapi, tapi ini..." timpal Nada dengan gurauan.
Revandra membuang nafas dengan kasar. Nada menerbitkan senyumnya, ia mulai mendekati Revandra beralih kebelakangnya dan memijat pundak Revandra dengan lembut.
" banyak pekerjaan ya ?? apa karna kau terlalu lama menungguku yang tertidur ??" tanya Nada dengan penuh kelembutan.
" dikantor memang banyak pekerjaan, tapi bukan karna itu, tapi krna Romi dan sonia kuberi cuti tak terbatas, jadi q mengurus kantor hanya dengan Yohan siotak cetek itu, kau tau sendiri kan Yohan kan memang tidak sepandai Romi." terang Revandra.
" cuti ?? tumben sekali mereka cuti ??" tanya Nada kembali.
Revandra meraih tangan Nada dan menariknya, Nada yang menurut berjalan mendekati Revandra dan langsung duduj dipangkuan suaminya itu.
" mereka kan akan menikah bulan ini, jika q tidak memberi mereka cuti, kau pasti akan mengomel padaku.." jawab Revandra sambil memeluk Nada dan menenggelamkan kepalanya diperut Nada.
dengan penuh kelembutan Nada mengusap kepala suaminya. " kau memang bos yang baik.."
" dimana Baby Naren ??" tanya Revandra.
" dikamar dengan Zakia, " jawab Nada pelan.
" Zakia sudah pulang ??"
__ADS_1
" emm.. mama yanga mengantar zakia tadi, mama juga mengundang kita untuk datang malam ini kerumah mereka, dokter Mike mau melamar Nurra.." terang Nada penuh antusias.
" melamar ??" Revandra memastikan dengan memicingkan matanya.
" iya, " jawab Nada lagi.
Revandra membuang nafasnya kasar. lalu tanpa.berkata dia langsung menggendong Nada dan melangkah menaiki tangga.
" sayang..turunkan q... q gemuk sekarang..kau akan jatuh nanti..." ronta Nada.
Revandra menghadiahi Nada dengan ciuman manis dengan seringainya.
" diamlah.. sudah lama sekali q tidak memanjakanmu.." balas Revandra.
Nada membalas dengan senyuman dan menenggelamkan kepalanya diceruk leher Revandra.
.
.
Romi dan sonia tengah duduk dikantin kantor dimana Romi sudah berjanji bertemu dengan Mayra tadi.
" q juga tidak tau, tapi q tidak bisa menolak. kau taukan Nona mayra adik angkat Tuan Revandra.." jawab Romi sambil.menggenggam tangan Sonia.
Sonia mengangguk malas, ia menikmati pesanan minuman didepannya.
dari pintu masuk kantin Nampak mayra masuk dengan senyun sumringahnya, matanya mulai menyapu kesegala arah dimana sosok yang akan ia temui. alis mayra bertaut kala melihat Romi duduk dengan begitu dekat bersama sonia sekretaris kakaknya. keraguan mulai muncul dihati mayra. ada rasa yang sulit diartikan ketika melihat pemandangan itu.
hingga panggilan yang ditujukan padanya membuyarkan lamunan sesaatnya.
" nona mayra !!" panggil sonia sambil melambaikan tangannya.
mayra membalas dengan senyum tipis dan anggukan, segera ia melangkah menghampiri Sonia dan Romi.
" maaf, kalian menunggu lama ya ??" tanya Mayra sambil duduk.
" tidak nona, kami baru saja tiba." jawab Sonia penuh semangat.
__ADS_1
"kenapa Romi hanya diam saja...??" batin Mayra penuh tanya.
" nona mau dipesankan apa ?? " tawar Sonia
" oh.. tidak usah, saya tidak lama kok.."balas mayra penuh canggung.
Sonia.menatap Romi yang diam tanpa ekspresi.
" jadi ada apa Nona hendak bertemu dengan saya ??" tanya Romi singkat.
"kenapa tidak ada basa basi darimu Rom.." batin Mayra lagi.
" oh..ee..mmm..tidak ada, hanya mau memastikan saja, eemm...berkas ku tadi sudah diperiksa kak Vandra semua kan ??" jawab Mayra penuh rasa canggung.
Sonia keheranan, begitupun Romi. keduanya hanya saling tatap satu sama lain.
" sudah semua Nona," jawab Romi
" oh.. ya sudah, saya pulang dulu ya.. ini sudah sore sekali.." mayra berdiri dari duduknya dan hendak.melangkah namun dihentikan Sonia.
" tunggu nona ??!!"
mayra berbalik, " iya ada apa ??"
Sonia menghampiri mayra dan memberikan surat yang diyakini Mayra adalah sebuah undangan.
" saya harap nona mau datang diacara pernikahan kami, acaranya memang tida semeriah pernikahan orang pada umumnya, tapi saya dan Romi akan sangat terhormat jika nona bersedia datang." terang Sonia.
bagai tersambar petir disiang bolong, Mayra terkejut bukan main. selama ini yang ia tau Romi tidak pernah berhubungan dengan wanita manapun, bagaimana bisa mereka akan menikah ??
perasaan yang belum sempat diungkapkan sudah gugur dengan datangnya badai diawal perjuangan. mayra mematung dengan memandang lekat undangan ditangannya.
.
.
.
__ADS_1
.
.