
...Happy reading...
****
Rasyad melihat ke arah Gladis yang sedang tertidur, karena dirinya yang tak bisa membawa Jelita pulang sang bunda sampai pingsan karena terlalu mencemaskan keadaan Jelita.
"Kamu yakin Jelita tidak ada di rumah kakaknya?" tanya Nathan dengan menatap sang istri iba. Ia mengelus rambut sang istri dengan lembut.
"Entahlah, Yah. Aku sudah ke sana dan Dimas mengatakan jika Jelita tidak ada di rumahnya bahkan Dimas mengatakan tidak menganggap Jelita sebagai adiknya," jawab Rasyad dengan lirih.
"Kita harus bisa menemukan Jelita, Kak! Aku takut banyak pengaruh buruk yang akan mempengaruhi otaknya di luar sana," ucap Rasyid dengan tegas.
Rasyad mengusap wajahnya dengan kasar, ia juga merasa sangat frustasi akan kepergiaan Jelita. "Aku akan pergi ke kampus, siapa tahu Jelita berada di sana!" ucap Rasyad dengan pelan.
"Segera bawa pulang Jelita, Kak. Aku kasihan sama bunda yang syok seperti ini. Aku takut kesehatan bunda semakin menurun jika kita tidak segera menemukan Jelita," ucap Erina dengan sendu.
Rasyad mengangguk dengan yakin. Ia harus bisa menemukan Jelita secepatnya karena dirinya juga tak ingin melihat keadaan sang bunda seperti ini dan tidak ingin kehilangan Jelita, ia bisa gila jika tidak melihat keberadaan Jelita di rumah ini.
"Aku titip, Bunda. Aku ke kampus dulu, Yah!" ucap Rasyad dengan mengecup kening Gladis lembut. Sungguh Rasyad tidak tahu jika efek kepergiaan Jelita akan mengakibatkan Gladis seperti ini. Gladis sudah sangat menyayangi Jelita karena gadis itu sangat penurut dan sangat baik, mungkin karena perpecahan keluarganya lah yang membuat Jelita sangat mengorhmati ibu angkatnya sendiri.
"Iya, segera bawa pulang Jelita ke rumah ini, Syad!" ucap Nathan dengan tegas.
"Pasti, Yah!" ucap Rasyad dengan mantap walau di dalam hatinya ada kebimbangan yang luar biasa tentang dirinya yang bisa menemukan Jelita atau tidak.
****
__ADS_1
Rasyad sudah sampai di kampus di mana ia mengajar. Rasyad keluar dari mobilnya banyak mahasiswa yang menyapanya dengan ramah tetapi Rasyad tetap pada ekspresi wajahnya seperti biasa yaitu dingin dan datar apalagi kepergiaan Jelita yang semakin membuat Rasyad tak tersentuh.
Rasyad menuju kelas Jelita. Lelaki itu mengetahui semua jadwal perkuliahan Jelita dan pagi ini Jelita ada kelas pagi, ia berharap jika Jelita berada di kelasnya. Suasana kelas yang tadinya sedikit ramai karena sedang ada persentasi mendadak hening kala Rasyad mengetuk pintu kelas tersebut.
"Ada apa Pak Rasyad?" tanya dosen yang mengajar di kelas Jelita saat ini.
"Permisi Pak Halim. Apa Jelita ada masuk di kelas anda hari ini?" tanya Rasyad dengan tegas. Matanya memandang seluruh penjuru kelas tetapi tidak menemukan keberadaan Jelita berada di dalam kelas.
"Maaf, Pak. Jelita tidak ada masuk sejak tadi. Jelita tidak ada kabar apapun, ia
absen mata kuliah saya. Apa yang terjadi dengan Jelita, Pak? Setahu saya Jelita adalah mahasiswi yang sangat rajin," ucap Pak Halim, dosen senior yang sangat baik tetapi terkesan killer jika ada mahasiswanya yang absen saat jam mata kuliahnya berlangsung.
Rasyad menghela napasnya dengan perlahan. "Tidak ada, Pak. Saya pikir Jelita sudah sampai di kampus karena adik saya membawa mobil sendiri," jawab Rasyad berbohong.
"Maafkan keterlambatan adik saya, Pak. Jika begitu saya permisi," ucap Rasyad dengan tegas.
"Silahkan, Pak!" jawab Pak Halim tak kalah tegasnya.
Setelah kepergiaan Rasyad banyak yang berbisik tentang Jelita. "Ini kelas bukan tempat untuk bergosip. Lanjutkan presentasi kalian!" ucap Pak Halim dengan dingin.
"I-iya, Pak!" jawab mahasiswa tersebut dengan serentak. Mereka sangat takut mengulang mata kuliah pak Halim di semester depan.
Rasyad merasa frustasi karena tidak menemukan keberadaan Jelita di kampus. Harus kemana lagi ia mencari keberadaan Jelita? Ya Tuhan, jika benar Jelita tidak berada di rumah Dimas, lalu gadis itu tinggal dimana? Jelita tidak mempunyai keluarga lain hidupnya sudah sangat hancur akibat perceraian orang tuanya karena perselingkuhan mamanya dan sekarang Jelita hidup seorang diri di luar sana? Bagaimana Jelita menjalani hidupnya? Sedang sejak dulu Jelita sangat manja kepadanya dan keluarganya serta dirinya dan yang lainnya sangat memanjakan Jelita bahkan Rasyad sangat overprotektif kepada Jelita.
****
__ADS_1
Dimas memandang adiknya yang sedang melamun seorang diri. Dilihat dari jarak sedekat ini Jelita terlihat kurus. Ada rasa kasihan saat melihat sang adik seperti itu, tetapi ia membenci wajah yang sangat mirip dengan sang mama. Dimas membentengi hatinya dengan kebekuan yang sama sekali belum bisa dicairkan oleh siapa pun.
"Lihatkan, bagaimana Jelita berpura-pura baik di depan lo? Padahal di belakang, Jelita bagaikan tubuh yang tak bernyawa. Lo yakin mental adik lo masih aman di saat hatinya selalu mendapatkan kesedihan?" ucap Arieska dengan memandang Jelita. Gadis itu bahkan tidak menyadari keberadaannya dan Dimas. Jelita asyik melamun dengan dunianya sendiri.
"Bahkan dia rela kembali ke rumah ini. Walau jelas-jelas rumah ini lah yang membawanya ke dalam kesedihan yang mendalam. Itu karena apa? Karena dia sangat menyayangi lo, Dim!" ucap Arieska dengan tegas.
Dimas hanya diam memandang ke arah Jelita. Entahlah perasaannya tidak bisa dijabarkan ketika ia melihat kesedihan di wajah adiknya.
"TUHAN, AKU HANYA INGIN BAHAGIA! AKU MERASA IRI KETIKA TEMAN-TEMANKU MEMILIKI KELUARGA YANG UTUH DAN SANGAT MENYAYANGI MEREKA. KAPAN AKU MENDAPATKAN KEBAHAGIAAN ITU, TUHAN? AKU SUDAH TIDAK SANGGUP UNTUK BERTAHAN SAAT DUNIA DAN SEMUA ORANG SANGAT KEJAM KEPADAKU. AKU TAHU, AKU ADALAH ANAK HARAM. TETAPI APAKAH ANAK HARAM SEPERTIKU TIDAK BOLEH MENDAPATKAN KEBAHAGIAAN DAN CINTA YANG SEMPURNA DARI SEMUA ORANG? AKU TIDAK MEMINTA BANYAK TUHAN, AKU HANYA MEMINTA KEBAHAGIAAN!"
Jelita tidak tahu jika ada dua orang yang sedang menatapnya dari kejauhan. Ia berteriak dengan kencang untuk menghilangkan sesak yang menghimpit dadanya, Jelita merasa akan mati perlahan saat sesak itu kembali datang menerpa dirinya.
****
Jujurly setiap aku nulis part novel ini pasti nangisðŸ˜ðŸ˜ðŸ˜
Gimana dengan part ini?
Di novel ini aku memang benar-benar menuangkan kisah anak broken home. Di kehidupan nyata banyak anak yang keluarganya hancur pasti merasa dunia dan semua orang tidak bisa memahami keadaan mereka, mereka pasti sangat merasa iri dengan keutuhan keluarga orang lain, mereka pasti tertekan dengan kehidupan yang mereka jalani hingga banyak yang kehidupannya tidak terkontrol sama sekali.
Banyak kok di dunia nyata sosok ibu yang tidak menginginkan anaknya. Itulah yang terjadi pada Jelita di novel ini, bahkan ibunya sangat tega meninggalkan Jelita dan Dimas begitu saja.
Jadi, author mau bilang stok tisu sama kalian saat membaca cerita ini karena memgandung kesedihan yang membuat dada nyut-nyutan. Tetapi suatu saat para tokoh di novel ini pasti akan bahagia karena mendapatkan cinta yang sempurna dari seseorang yang mampu menerima mereka dengan baik. Kebahagiaan itu nantinya yang akan membuat para pembaca baper seperti biasa.
Jangan lupa like, vote, dan komentar sebanyak-banyaknya ya.
__ADS_1