
...Hei aku kembali lagi jangan lupa like, vote, dan komentar yang banyak ya....
...Happy reading...
****
Rasyad menggendong anaknya yang menangis, ia sedikit kualahan karena tangis Nazwa yang tak kunjung berhenti, tubuh Nazwa terasa panas tetapi sang istri belum juga pulang sejak pagi tadi.
"Cup...cup, Sayang. Wawa mau apa, Nak?" ucap Rasyad dengan lembut.
"Huaaaa...." Tangis Nazwa semakin menjadi sampai terisak-isak.
Mendengar suara pintu terbuka Rasyad langsung mendesah lega saat melihat Lolita yang baru saja pulang.
"Berisik banget sih?" teriak Lolita dengan kesal, ia baru pulang dan langsung disambut dengan tangisan anaknya yang sangat berisik.
Nazwa yang mendengar suara teriakan ibunya langsung diam menahan tangisannya, ia sangat takut ketika sang ibu sudah marah. Rasyad yang melihat ketakutan anaknya langsung menatap tajam ke arah Lolita. "Dari mana saja kamu? Kamu itu seorang ibu, seharusnya kamu yang menjaga Nazwa bukan sibuk keluar seperti ini," ucap Rasyad dengan marah.
Lolita tidak merasa takut dengan amarah suaminya, ia semakin menantang Rasyad. "Aku itu bosan di rumah mengurus anak terus," ucap Lolita dengan tajam.
"Bosan? Sama anak sendiri kamu merasa bosan? Mama macam apa kamu?" tanya Rasyad tersulut emosi.
__ADS_1
"Iya aku bosan! Setidaknya dengan aku bekerja kembali aku tidak merasa bosan. Lagian ada babysitter yang akan menjaga Nazwa," ucap Lolita dengan santai.
"Bekerja? Kamu bekerja tanpa izin aku? Iya? tanya Rasyad dengan tajam.
"Loh bukannya kamu membolehkan aku bekerja lagi? Kamu kan yang dari awal mendesak aku untuk nikah, jadi jangan larang aku untuk bekerja. Dari awal aku tidak bisa meninggalkam dunia modelku, gara-gara melahirkan anak ini tubuh sedikit jelek," ucap Lolita membuat emosi Rasyad semakin tersulut.
"Aku tidak melarang kamu bekerja asal tidak menjadi model dan melupakan anak kamu sendiri. Aku juga bekerja demi kalian! Apa semua itu kurang untuk kamu, hah?" teriak Rasyad dengan marah.
"Aku capek Mas. Aku juga butuh hiburan, aku mau tidur!" ucap Lolita dengan sinis.
"Lolita!" teriak Rasyad penuh amarah membuat Nazwa yang berada di dalam gendongannya sangat takut.
"Apa lagi sih, Mas? Aku capek butuh istirahat!" teriak Lolita dengan kesal.
Lolita tak menjawab ia melenggang pergi meninggalkan Rasyad dan Lolita begitu saja. Rasyad ingin marah kembali tetapi melihat ketakutan anaknya Rasyad menjadi mengurungkan niatnya.
"Maafkan Ayah, Nak!" ucap Rasyad dengan lirih.
"Jangan malah Ayah! Wawa atut," ucap Nazwa dengan mata berkaca-kaca.
"Ayah tidak marah, Sayang. Wawa jangan nangis lagi ya," ucap Rasyad dengan lembut. Entahlah Rasyad merasa Nazwa tidak ada kemiripan dengannya, wajah anaknya seperti Lolita dan terlihat seperti orang asing tetapi Rasyad yakin Nazwa adalah anaknya karena Rasyad sangat menyayangi Nazwa.
__ADS_1
****
Dimas menatap foto Arieska dengan tersenyum. Ia mengelus foto tersebut dengan lembut, Dimas sangat merindukan Arieska dan juga Jelita. Walau Dimas tidak pernah bertukar kabar dengan Jelita tetapi Raka terus memberikan inormasi kepadanya membuat rasa rindunya sedikit terobati tetapi untuk Arieska, Dimas sama sekali tidak mendapatkan kabar apapun. sebenarnya dimana gadis itu sekarang? Dimas merasa Arieska masih hidup dan tidak akan meninggalkan begitu saja.
"Arieska sebenarnya di mana kamu sekarang? Aku sangat merindukanmu," gumam Dimas dengan lirih.
"Kamu milikku Arieska! Aku tak peduli jika nanti kamu menolakku, aku akan memaksamu untuk menikah denganku," gumam Dimas dengan tersenyum.
Membayangkan jika itu terjadi membuat Dimas tersenyum sendiri. Tetapi senyuman itu lenyap ketika memikirkan jika selama 3 tahun ini Arieska sudah memiliki kekasih.
Sial!
Kenapa Dimas menjadi sangat panas sekali walau itu hanya bayanganmya saja?
Dimas menarik dasinya agar hawa panas dari rasa cemburunya menghilang. Hanya membayangkan saja sudah membuat darah Dimas mendidih apalagi jika terjadi nyata di depan matanya Dimas akan membakar lelaki itu sampai menjadi abu.
Selama 3 tahun ini Dimas benar-benar berubah, ia tidak lagi menjadi Dimas yang suka mabuk-mabukan, mengkonsumsi barang haram atau berhubungan dengan sesama jenis. Pikirannya sudah di penuhi nama Arieska dan juga Jelita. Kedua gadis itu adalah penyemangat hidupnya walau tak pernah bertemu kembali.
Selama 3 tahun ini juga hubungan Dimas dengan sang papa mulai membaik, Dimas juga sudah memegang perusahaan Dero yang terancam bangkrut, tetapi dengan kegigihan Dimas perusahaan Dero kembali membaik dan berkembang pesat. Tetapi walaupun begitu Dimas tetap merasa hampa sebelum bertemu dengan Arieska dan juga Jelita.
"I miss you!" gumam Dimas dengan lirih.
__ADS_1
Mungkin Dimas akan terkejut saat bertemu dengan Arieska nanti. Mungkin sikap posesifnya mencuat kepermukaan bumi ketika melihat Arieska yang sekarang yang sangat berbeda dengan Arieska yang dulu.