
episode 135
.
.
.
Buru-buru Revandra memasukkan Nada kedalam mobil. Romi segera menuju kemudi diikuti Revandra yang juga masuk kedalam mobil. segera mobil melesat meningglkan tempat itu.
" antar kami ketempat itu Rom, segera hubungi dia agar menyiapkan tempat untuk istriku " ucap Revandra singkat.
"baik tuan." jawab Romi.
Nada.menatap suaminya " kita akan kemana ??"
Revandra hanya tersenyum dan mengecup kening Nada dengan lembut.
" apa benar q akan mati ??" lanjut Nada dengan suara lirih.
" tidak akan, q akan melakukan apapun untukmu sayang." Revandra memeluk tubuh istrinya dengan erat. Nada menenggelamkan tubuhnya pada suami tercintanya.
Alika menatap kepergian mobil Revandra dengan gelisah. " dia akan kemana ??"
" tenanglah sayang, Revandra pasti membawa Nada kita kerumah sakit. sebaiknya kita juga pulang. kau harus istrirahat." timpal Kennan.
Alika ahkirnya pasrah, jujur saja sedari tadi memang ia sudah menahan rasa sakit yang luar biasa ddalam tubuhnya. ia mengikuti sang suami berjalan menuju mobil mereka.
Darren menghampiri Yohan yang mengumpulkan anggota EangleBlood untuk mengikutinya pulang.
" kemana bosmu akan membawa adikku ??" tanya Darren pada Yohan
" saya juga kurang tau tuan. mungkin.mencarikan obat untuk nyonya." jawab Yohan singkat.
" kenapa tidak paksa Davian saja ??!! bagaimana jika penawarnya tidak ada ??!!" protes Darren.
" tuan, Bajingan itu tidak akan memberikannya. tuan Revandra tidak mau membuang waktunya. kami permisi." ucap Yohan sambil masuk kedalam mobil.
sementara itu mobil yang dikemudikan Romi sudah berada dipinggir kota. tak lama terlihat sebuah mansion mewah yang menjadi tempat tujuan Mereka. dengan cekatan Romi segera memarkirkan mobil tepat didepan mansion itu.
__ADS_1
Nada melihat sekeliling yang terasa asing baginya.
Revandra hanya menyunggingkan senyumnya kala Nada menatapnya penuh tanya.
seorang wanita memakai seragam dokter nampak berdiri diambang pintu menyambut kedatangan Mereka.
Revandra dengan sabar membantu istri tercintanya turun dari mobil.
" selamat datang kak " sapa wanita itu.
Nada menatap wanita itu dengan intens. yang dibalas senyuman oleh wanita itu.
" apa sudah kau siapkan semua ??" Tanya Revandra.
" sudah. ayo q bantu."wanita itu membantu memapah Nada menuju sebuah ruangan layaknya sebuah rumah sakit, mansion itu dilengkapi peralatan yang canggih dan memadai.
Revandra segera membaringkan Nada ketempat tidur yang luas.ia duduk disisi sang istri dan membelai lembut pucuk kepalanya.
" coba kau lihat,ditubuhnya ada racun, berbahaya atau tidak dan segera carikan penawarnya." ucap Revandra pada wanita itu.
" baiklah. bisakah kakak menunggu diluar dulu ??" balas wanita itu.
" jangan panik.. kau pasti baik-baik saja." bisik Revandra pada Nada dengan senyum manisnya.
Nada hanya dapat mengangguk pelan.
wanita itupun mulai memeriksa keadaan Nada dengan teliti dibantu beberapa perawat.
Nada yang tidak melepas pandangan dari Wanita itu membuatnya tersenyum.
" pasti kau bertanya-tanya siapa q kan ??" ucap wanita itu.
" emmm... iya, kau seorang dokter ??" tanya Nada pelan.
" iya q seorang dokter." jawab wanita itu singkat.
pintu kamar terbuka lagi. nampak.Revandra yang tidak sabar mengetahui keadaan istrinya.
" kau benar-benar tidak sabaran ya " ucap wanita itu sambil.meletakkan alat yang ia pakai tadi.
__ADS_1
" bagaimana ?? apa benar ada racun didalam tubuhnya ??" tanya Revandra.
wanita itu menghela nafasnya." iya, memang ada racun ditubuh Nada. tapi racun itu hanya bersifat sementara, tidak dengan dosis tinggi juga. sangat aman untuk janin Nada. sepertinya pria itu hanya menggertakmu saja kak " jawab Wanita itu sambil duduk disofa.
" tapi kau harus mengeluarkan racun itu !! mana ada racun yang tidak berbahaya. !!??"protes Revandra.
" q pasti akan mengeluarkannya, q sudah meminta perawat membuatkan ramuan untuk Nada.. kau tenang saja " timpal wanita itu.
Nada hanya memandang perdebatan antara suaminya dan wanita yang belum ia kenali itu.
" kak, sebaiknya kau jelaskan pada Nada siapa q.. q tidak mau disebut pelakor nantinya.." ucap wanita itu sambil menikmati tehnya.
Revandra menatap Nada yang gelagapan karna fikirannya dapat dibaca wanita itu.
"kalau penasaran kenapa tidak bertanya ??" ucaP Revandra dengan lembut,
" q..q.. tidak penasaran. hanya saja terasa asing." balas Nada.
Revandra tersenyum sambil membelai pucuk.kepala Nada.
" dia adalah Mayra, adik angkatku yang sekarang menjadi dokter. ia juga ahli dalam pengobatan herbal serta sangat ahli dalam menangani racun. makanya q langsung membawamu kesini saat bajingan itu mengatakan dia telah memberimu racun." terang Revandra.
" adik ?? " Nada masih penasaran .
" ada sebuah kenyataan yang akan q katakan tapi kau tidak boleh terkejut ya ??" ucap Revandra.
" apa itu ??" tanya Nada.
" Mayra ini adalah Melly, ibu kandung Zakia." jawab Revandra singkat.
Nada membulatkan matanya. " maksudmu ?? bukannya kau bilang ibunya Zakia sudah meninggal karna pendarahan pada saat melahirkan ??"
" melly memang sudah meninggal Nada.. q sekarang Mayra adik angkat kak Vandra, kak Revandra mengirimku keluar negeri dan memberikan pengobatan untukku. berita kematian itu memang q yang menginginkannya, agar kak Revandra bisa menemukan kebahagiaannya. hanya dengan cara itu orangtua kak Vandra menyadari kesalahan mereka, kau tenang saja.. q bukan pelakor tentunya, q menganggap kak Vandra sebagai kakakku saja..dan juga terima kasih kau sudah mau merawat putriku, aku benar-benar bahagia melihat kak Vandra bisa menemukan wanita pemilik hatinya..." terang wanita dokter itu yang bernama Mayra.
.
.
.
__ADS_1
.