
"Kau tampak tak suka dengan Arini," Nurpiah berkata esok malamnya saat mereka kembali duduk di kursi teras rumah. Andari sedang mengajarkan Arini mengaji di dalam kamarnya. Kamar ini sendiri menempel menjadi satu dengan ruang tamu, jadi baik Nurpiah dan Fahri dapat mendengar suara Andari yang sedang mengajarkan Arini membaca Al-Quraan dengan baik begitu pula sebaliknya Andari maupun Arini dapat mendengar perkataan Fahri dengan ibunya walau selintas karena mereka harus berkonsentrasi dalam membaca Al-Quraan.
Terdengar merdu sekali suara Andari saat membaca Al-Quraan lalu disusul suara Arini yang terputus-putus membaca Al-Quraan, menirukan apa yang Andari bacakan. Dengan lemah lembut Andari menuntun Arini kembali membaca Al-Quraan dengan benar.
"Mak cakap apa aku tak paham," Fahri mengambil satu stick keladi bumbu balado di dalam toples.
"Kau jangan pura-pura tak paham seperti itu," geram Nurpiah berkata kepada Fahri, menatap ke arahnya dengan tajam kemudian.
"Emak kan yang ingin pernikahan ini."
"Kau nih jangan nak macam-macam."
"Aku hanya mecintai Andari Mak."
"Tak boleh seperti itu Arini tuh istri kau juga."
"Aku tahu itu Mak."
"Yang jelas Mak tak nak tahu kau juga harus mencintai Arini."
__ADS_1
"Cinta itu ndak bisa dipaksakan Mak, cinta itu tulus dari hati."
"Lantas kau nak menceraikan Arini, begitu maksud kau tuh."
"Mak janganlah cakap sembarangan macam tuh, aku tak nak ceraikan Arini.
***
"Bang!" Andari menatap tajam ke Fahri. Fahri yang tadi tatapannya fokus ke langit kamar menoleh ke samping, ke arah Andari yang duduk di tepi tempat tidur.
"Ada apa Dek, ape pasal awak menatap Abang macam tuh?" tanya Fahri bangkit dari atas tempat tidur. Ia menyandarkan punggungnya di kepala tempat tidur yang dialasi bantal.
"Abang ada niat nak menceraikan Arini ke?"
"Aku tadi mendengar percakapan Abang dan juga Emak."
"Maksud Abang bukan macam tuh."
"Lalu?"
__ADS_1
Abang tak nak menceraikan Arini, Mak jak yang salah memahami perkataan Abang."
"Yang jelas Abang jangan macam-macam Arini tuh sahabat aku "
"Aok, sudah cakapnya, Abang ngantuk nak tidok."
"Bang!"
"Apa lagi Dek?"
"Aku nak ke kamar Arini."
"Nak ngape kau ke kamar Arini?"
"Aku nak cakap sebentar dengannya."
Andari kemudian turun dari atas tempat tidur dan meninggalkan Fahri tidur sendiri.
CATATAN
__ADS_1
Ape pasal awak: Apa masalah kamu.
Tidok: Tidur.