Cinta Yang Sempurna

Cinta Yang Sempurna
Bab 103~ (Dahaga Yang Tak Usai)


__ADS_3

...Happy reading...


****


Setelah mengambil keperawatan sang istri di dalam kamar mandi dengan di bawah guyuran air shower sekarang Dimas sudah membawa istrinya ke kasur untuk melanjutkan kegiatan mereka. Dahaga yang Dimas rasakan belum usai sama sekali, ia kembali menggagahi istrinya yang membuat Arieska benar-benar pasrah di bawah kuasa suaminya. Semua beban yang ia rasakan tadi pada saat di kantor hilang tidak tersisa ketika mendengar suara lirih nan merdu milik istrinya ketika sedang merasa kenikmatan dengan hujaman yang ia lakukan, suara penyatuan mereka terdengar di kamar keduanya yang menambah melodi keindahan di dalam kamar mereka.


"M-mas... Ahhhh..." Arieska tidak bisa berkata apa-apa lagi saat Dimas terus bergerak di atasnya dengan cepat, peluh sudah membasahi keduanya kembali tetapi Dimas belum sama sekali merasa puas. Ia terus menghujami istrinya dengan dalam, ia menyeringai puas melihat wajah istrinya yang memerah karena nikmat yang Arieska rasakan bahkan bibir wanita itu terus terbuka dengan diiringi suara lirih yang membuat gairah Dimas kembali terpancing.


"Akan aku pastikan kamu tidak bisa jalan besok pagi Sayang," ucap Dimas dengan napas yang menderu.


Arieska tak bisa menjawab, matanya terpejam nikmat. Napasnya kembali memberat kalau sesuatu yang ingin keluar dari intinya dan itu membuat milik Dimas terasa terjepit.


"Oughhhh...ternyata begini rasanya bercinta dengan wanita yang sangat aku cintai," ucap Dimas dengan lirih. Tak lama setelah itu Dimas dan Arieska mendapatkan pelepasan untuk kesekian kalinya. Dimas ambruk di samping sang istri yang sudah terlihat tidak berdaya, ia menarik selimut untuk menutupi tubuh polos mereka dan membawa Arieska ke dalam pelukannya.


Cup...


Dimas mengecup kening Arieska dengan lembut. Arieska tersenyum tipis menatap suaminya yang juga menatapnya. Ia membalas pelukan Dimas dengan erat. "Aku capek banget Mas meladeni nafs* Mas yang gak ada habisnya," gumam Arieska dengan lirih membuat Dimas terkekeh, ia meletakkan dagunya di atas kepala istrinya.


"Aku ingin kita segera memiliki anak. Rasanya pasti sangat membahagiakan sekali," ucap Dimas dengan tulus.


"Aamiin. Aku juga sangat menanti akan hal itu," ucap Arieska dengan pelan.


Setelah itu Arieska yang sangat merasa lelah perlahan mulai terpejam kala tangan Dimas dengan lembut mengusap punggung polosnya.


"I love you Sayang! Kamu adalah penawar rasa kesal dan lelahku karena wanita itu," ujar Dimas dengan tulus.

__ADS_1


****


Jelita tak habis pikir dengan kakaknya yang menikahi Erina secara sirih sebagai bentuk timbal balik akan dirinya yang menikah dengan Rasyad. Setelah mengetahui itu semua Jelita terlihat syok sekali, ia ingin marah tetapi Raka lah yang selalu ada untuknya.


"Kakak kenapa bisa berpikir untuk menikahi kak Erina secara sirih. Kakak mencintai kak Erina?" tanya Jelita dengan serius.


Raka yang ditanya seperti itu menelan ludahnya. Jelita datang ke rumahnya setelah beberapa hari ini ia sibuk mengurus Nazwa yang rewel tak mau ditinggalkan. Alhasil ketika Erina sudah diperbolehkan pulang ke rumah barulah Jelita bisa mengunjungi rumah kakaknya.


"Jawab Kak. Kenapa Kakak seperti gugup sekali," ucap Jelita mendesak Raka.


Raka menelan ludahnya dengan kasar. Ia menatap Jelita dengan dalam. "Kakak tidak pernah jatuh cinta dengan perempuan mana pun yang ada di dalam pikiran kakak adalah kebahagiaan kamu dan bekerja. Tetapi setelah mengenal Erina membuat Kakak merasa nyaman. Sikap manjanya, sikap pura-pura tegarnya di hadapan Kakak padahal Kakak tahu dia itu ingin sekali menangis karena Kakak, perhatiannya membuat Kakak merasa nyaman di dekat Erina tanpa Kakak sadari Kakak sudah sangat dalam jatuh ke dalam pesonanya," ujar Raka dengan jujur.


"Jadi, Kak Raka mencintai kak Erina?" tanya Jelita memastikan.


Rasya mengangguk dengan pelan membuat Jelita tersenyum.


"Y_ya, karena... Ahhh sudahlah Kakak juga tidak tahu jawabannya," ucap Raka dengan salah tingkah yang membuat Jelita terkekeh.


"Dek!" panggil Raka dengan pelan.


"Kenapa Kak?" tanya Jelita dengan pelan.


"Mama ada di Indonesia," ucap Raka dengan hati-hati.


Raka melihat raut perubahan wajah Jelita yang terlihat menegang, tubuhnya kaku setelah ia berbicara seperti itu.

__ADS_1


"M-mama?" ucap Jelita dengan mata yang berkaca-kaca.


Raka melihat tangan Jelita yang gemetar dengan hebat. Ia berusaha memegang tangan adiknya, cemas tentu saja Raka rasakan saat ini ketika melihat keadaan adiknya setelah mendengar sesuatu darinya.


"S-sayang kamu tidak apa-apa, kan?" tanya Raka dengan cemas.


Jelita sama sekali tidak menjawab perkataan kakaknya yang membuat Raka kembali diserang rasa takut, ia tidak mau Jelita kembali tidak bisa menguasai pikiran dan emosinya.


"Ren, tolong ambilkan minum!" teriak Raka dengan cemas.


Rendy yang masih berada di depan langsung berlari dengan cepat. Raka yang sudah kalut akan keadaan adiknya sampai melupakan keberadaan pelayan yang dipekerjakan di rumah miliknya alhasil Rendy lah yang terlihat sangat sibuk sekali.


"Ren, cepatlah!" teriak Raka dengan tak sabaran.


"Ini Tuan Muda minumnya," ucap Rendy.


Raka langsung menerima gelas yang berada si tangan Rendy. Iq memberikan minum itu kepada Jelita yang masih terlihat gemetar dengan hebat. Tenggorokan Jelita terasa kering setelah mendengar ucapan sang kakak yang mengguncang perasaannya saat ini.


Erina yang sejak tadi beristirahat langsung mencari keberadaan suaminya setelah tidak mendapatkan suaminya berada di sampingnya. Erina dibuat bingung dengan ekspresi wajah Raka dan Erina yang sangat berbeda. Raka dengan kecemasannya dan Jelita dengan tatapan kosongnya.


"Kenapa dengan Jelita Mas?" tanya Erina dengan cemas.


"Erin, tolong telepon Rasyad sekarang. Suruh dia datang ke rumah kita," ucap Raka dengan cemas.


"I-iya Mas," ucap Erina dengan cepat. Lalu setelah itu ia segera menghubungi Rasyad yang mungkin masih berada di kampus.

__ADS_1


"Dek!" panggil Raka dengan cemas.


Jelita melihat ke arah Raka dengan pandangan yang mulai sayu. "A-aku tidak ingin bertemu dengan mama!"


__ADS_2