Cinta Yang Sempurna

Cinta Yang Sempurna
Cinta yang sempurna


__ADS_3

episode 156


.


.


.


Berulang kali Celine harus terkena tendangan dari Nada. hingga ujung bibirnya berdarah.


" wanita sialan !!!" teriak Celine Sambil berlari membawa belati hendak menyerang Nada lagi. namun sebuah tendangan menghalanginya.


dagg...


belati terjatuh begitu saja. dengan cepat Celine melihat siapa yang menghalanginya.


" kau ???!!" ucap Celine.


" berani sekali kau melukai istriku !!!" balas Revandra penuh penekanan.


Nada menatap lekat suaminya yang kini berada didepannya. Revandra menoleh lalu mengembangkan senyumnya. " maafkan q datang terlambat,, lindungi calon anak kita.." ucap Revandra pada Nada sambil.mengusap perut Nada.


mata Nada berkaca-kaca kala melihat suaminya terlihat baik-baik saja. hatinya merasa sedikit lega.


Revandra kembali menatap Celine yang sudah bersiap menyerangnya.


" cuih !!! menjijikkan !!" umpat Celine. ia berlari menyerang Revandra.


dagg..


dagg..


dagg..


bukk..


bukk..


Revandra tidak sekalipun melawan. ia hanya bertahan dari serangan Celine.


" lawan q Revandra !! jangan jadi pengecut !!" teriak Celine dalam serangannya.


" q tidak melawan seorang wanita." jawab Revandra singkat.

__ADS_1


Celine terbakar amarahnya " baiklah, q akan membunuhmu !!!"


Dorr..


dorr..


dorr..


Tiga peluru menancap sempuran ditubuh Celine, darren dengan pistolnya mengarahkan tembakan kearah Celine.


Celine melihat kesekililing, ternyata seluruh anak buahnya sudah tergeletak tak bernyawa. ia tetap kokoh berdiri meski 3 peluru bersemayam didalam tubuhnya.


matanya kembali menatap tajam Revandra.


" kau fikir bisa membunuhku ??!!" senyum Celine penuh kelicikan.


uhukk..


uhukk.


Celine memuntahkan darah, dan berdiri kembali.


" kembalilah kenegaramu, q tidak akan membunuhmu" ucap Revandra singkat.


sambil berlari menghajar Revandra lagi.


sekali tendangan Revandra membuat Celine tersungkur.


" baiklah jika itu yang kau inginkan." ucap Celine sambil perlahan meraih pistol yang ia selipkan dipinggangnya.


dengan gerak cepat ia mengarahkan pistol kearah Nada


door..


door..


doorr..


"akkhhh!!!"


Celine tergeletak bersimbah darah, ia mati seketika kala Revandra yang sudah membaca gerakannya menghalangi peluru yang diarahkan celine menuju Nada, dan membalas menembak kearah Celine yang tepat pada kepalanya.


" Vandra !!" teriak Nada ketika melihat dada Revandra tertembak.

__ADS_1


Revandra menjatuhkan pistol ditangannya, ia berbalik menatap lekat Nada yang berlinang air mata, senyum ia kembangkan agar Nada tidak kawatir.


perlahan ia berjalan mendekati Nada meski didadanya mengalir darah segar.


Nada tak kuasa menahan air matanya, dia sampai menutup mulutnya ketika melihat darah yang mengalir dari dada suaminya.


tanpa berucap apapun Revandra memeluk erat istrinya.


" maafkan q..." bisik Revandra pelan.


Nada tidak sanggup menjawab, ia hendak melihat luka didada bagian samping Revandra, namun Revandra segera menenggelamkannya kepala Nada disisi yang lain.


ambulance yang dihubungi Romi sudah tiba. dengan gerak cepat Kennan membawa Alika yang sudah tidak sadarkan diri.


Nada melepas pelukannya. " apa ini sakit..??" tanya Nada sambil memegang luka tembak itu.


" tidak, tidak sesakit saat melihatmu menangis." jawab Revandra dengan senyumnya.


Nada membuang tatapannya dan melihat alika yang sudah tidak sadarkan diri.


" kak Alika !! ayo kita kerumah sakit sekarang !!" ajak Nada, Revandra mengikuti langkah istri tercintanya. ia memilih menaiki mobilnya bersama Romi.


" tuan peluru itu ??" tanya romi.


Revandra meletakkan telunjuknya dibibirnya isyarat agar Romi diam. Romi langsung mengangguk.


" bawa yang terluka kerumah sakit, beri tunjangan untuk keluarga mereka yang meninggal !!" perintah Revandra pada Yohan.


" baik tuan."jawab Yohan.


Revandra melihat mayra yang memegang lengannya. " apa penawar racun itu kau bawa ??"


Mayra mengangguk.pasti.


Revandra menyunggingkan senyumnya dan langsung masuk kedalam mobil menuju rumah sakit.


.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2