
episode 192
.
.
.
.
Sinar mentari sudah mulai meninggi, cahayanya memasuki sebuah kamar dari sela sela gorden yang masih tertutup.
sesekali mayra mengeliat kala tanpa sengaja sinar mentari tepat mengenai matanya. hingga sayup sayup ia mulai membuka mata, alisnya bertaut kala mendapati dirinya berada dikamar yang baginya sangat asing. kamar dengan nuansa hitam dan putih. ia meneliti tubuhnya yang berganti piyama tidur, seingar mayra semalam ia menggunakan gaun dan berada dipesta.
belum habis keterkejutannya, tiba-tiba saja pintu kamar terbuka, mayra membulatkan matanya ketika melihat darren yang membawa nampan berisikan makanan.
" selamat pagi.." sapa darren
" ini dimana ?? kenapa q ada disini ??" tanya mayra sambil turun dari tempat tidur. mengikuti darren yang duduk disofa.
" dirumahku, semalam kau ketiduran dimobilku karna terlalu banyak menangis, q tidak tau kau akan pulang kemana, dan yang paling dekat dengan hotel adalah rumahku, makanya q membawamu kesini."jawab Darren pasti.
mayra mulai teringat jika dia menangisi Romi yang sudah bahagia dengan wanita pujaan hatinya. sesaat wajah mayra terlihat sedih dan suram. hal itu membuat Darren merasa keheranan.
" ada apa ?? jangan menangis lagi.. kau bisa kelelahan jika kebanyakan menangis. ini q bawakan sarapan untukmu." ucap darren penuh kelembutan.
" terima kasih.." balas mayra lirih.
" sama-sama. habiskan sarapanmu, oh ya, dilemari ada beberapa baju almahrum kakakku, kau bisa memakainya." timpal darren sambil melangkah keluar dari kamar.
mayra menatap punggung pria yang telah menolongnya. senyum tipis menghiasi wajah Mayra.
__ADS_1
" ternyata dia punya sisi lembut juga.." gumam mayra.
yang kemudian memilih membersihkan tubuhnya dikamar mandi.
.
.
.
Dirumah Revandra, baik Nada maupun Revandra sendiri uring-uringan tidak jelas. bagaimana tidak, Nada tidak kunjung mendapat kabar kakaknya yang dari semalam tidak bisa dihubungi, sedangkan Revandra baru saja mendapat laporan jika mayra belum ditemukan.
hingga kedatangan Nurra dan Mike membuat keduanya terkejut.
" ada apa dengan kalian ??" tanya Mike yang merasa aneh dengan Nada dan Revandra yang sibuk dengan ponsel masing-masing.
" mayra hilang !!"
" kak darren juga tidak bisa dihubungi dari semalam. !!" ucap Nada dan Revandra bergantian.
" iya, q lupa.. ayo sayang keruang kerjaku, kita cari keberadaan mereka.." ajak Revandra sambil menarik Nada.
" eeehh.. Nur, titip anak-anak sebentar ya...!!" teriak nada yang sudah menjauh.
Nurra dan mike hanya menggelengkan kepalanya, keduanya mulai bermain dengan keponakan mereka.
Diruang kerja Revandra, Hanya mengambil sebuah buku dari rak buku disudut membuat Rak buku itu memutar dengan sendirinya. Nada yang melihat merasa kagum, selama ini Nada bahkan tidak tau jika ada tempat rahasia diruang kerja suaminya.
" ayo masuk.." ajak.Revandra sambil.menarik lengan Nada.
belum habis kekaguman diluar, didalam nada merasa lebih kagum lagi dengan peralatan canggih yang dimiliki suaminya, semua tertata rapi diruangan itu.
__ADS_1
Revandra langsung duduk dan mulai.menghidupkan laptop didepannya yang akan menghubungkan dengan layar yang lebar dihadapan mereka.
"sejak kapan kau memiliki semua ini suamiku ??" tanya Nada sambil duduk disampinh suaminya.
" sejak q jadi mafia. ini sangat diperlukan jika keadaan mendesak, seperti saat kau diculik beberapa kali, tapi waktu itu yang q gunakan hanya yang berada dimarkas saja. yang disini sudah lama tidak q pakai." jawab revandra sambil memulai aksinya.
" kau hebat sekali..." puji Nada.
"berikan q satu ciuman untuk kehebatanku sayang.." pinta Revandra.
dengan penuh semangat Nada mengecup pipi Revandra dengan mesra.
cuupp..
" ayo cepat temukan mereka berdua, q sudah tidak sabar memarahi kak Darren !!" ucap Nada antusias.
" kau tidak ingin belajar ??Almahrum Alika juga ahli dalam hal meretas ??" balas Revandra.
" benarkah !?? " tanya Nada memastikan.
" iya, semua yang terjun didunia.mafia pasti akan belajar tentang ini.. kau.mau.mencoba ??"tawar Revandra.
" apa q bisa ??" Nada sedikit ragu.
" kau pasti bisa sayang, sini " Revandra menarik Nada kepangkuannya.
" perhatikan baik-baik ya, kau akan langsung bisa nanti.." ucap Revandra sambil.memegang kedua tangan Nada dan mengarahkannya kepapan keyboard,. keduanya tengah asik melakukan hal konyol dengan mencari saudara mereka yang entah berada dimana. tawa serta candaan tak luput dari mereka berdua.
.
.
__ADS_1
.
.