
episode 170
.
.
.
.
Brakkk !!!!
tangan terkepal kuat dengan mata merah yang penuh rasa amarah. Revandra memukul meja setelah mendengar laporan Romi jika kini istrinya diculik lagi.
Romi hanya menunduk dia tau jika tuannya sudah marah pasti akan banyak korban disana.
Ponsel Romi berbunyi sebuah pesan kiriman dari Gondrong. dengan segera ia membukanya.
" tuan, ini petunjuk penculikan Nyonya." ucap Romi sambil menyerahkan rekaman CCtv kiriman gondrong.
sekilas Revandra melihatnya, ia langsung berjalan keluar tanpa sepatah katapun.
Romi dengan segera mengikuti langkah tuannya.
Nurra yang panik segera menghubungi sang kakak. bagaimanapun Nada pergi bersamanya tadi, ia merasa bersalah jika sampai Nada benar diculik.
panggilan terhubung, " ada apa ??" jawab Revandra singkat.
" kak, Nada diculik dimall tadi.. maafkan q-"
" kakak sudah tau, kau dimana ??" tanya Revandra mnimpali ucapan Nurra.
" q dijalan dengan dua anakbuah kakak.." jawab Nurra sendu.
" langsung pulang saja. q akan mencari Nada."balas Revandra.
" baiklah, kakak.. maafkan q .." ucap Nurra yang menangis.
Revandra terdiam sambil.menarik nafasnya dengan kasar. " sudahlah. q tau ini akan terjadi lagi." jawab Revandra sambil mematikan panggilannya.
"sayang bertahanlah, q pasti segera menemukanmu." batin Revandra.
" kita kemarkas," peritah Revandra pada Romi.
." baik tuan " jawab Romi singkat.
__ADS_1
mobilpun melesat menuju markas EangleBlood.
.
.
Nada merasakan haus yang berlebih hingga membuatnya tersadar dari pingsannya. saat membuka mata dia sudah berada diatas tempat tidur. perlahan dia duduk sambil bersandar ditempat tidur. masih dengan kamar yang sama seperti yang tadi ia masuki.
tiba-tiba saja pintu terbuka, dengan cepat Nada pura-pura tidur lagi.
masuklah pria berbadan tambun dengan kaca mata hitam yang melekat sempurna dimatanya.
diikuti beberapa anakbuahnya.
" sejak kapan dia pingsan ??" tanya pria tambun itu pada abak buahnya.
" sejak sampai disini tuan," jawab Anak buah itu.
" baguslah, lebih cepat lebih baik. Q ingin lihat ekspresi Revandra itu ketika dia tau istri tercintanya tinggal nama ketika kukembalikan kepadanya..ha...ha..ha.." tawa pria tambun itu.
Nada menahan keterkejutan dalam tidurnya. dia berusaha tetap tidur dengan nyaman. agar pria tambun itu tidak mencurigainya yang sebenarnya sudah sadar dari pingsannya.
" jangan beri wanita ini makan atau minum !! biarkan dia lemah tak berdaya, akan mudah untukku membunuh wanita ini jika dia sudah tidak.bisa meronta..!!" perintah pria tmbun itu.
" dia sedang hamil bos ?? " ucap anak buah itu.
anak buah itu mengikuti langkah tuannya keluar dari kamar dimana Nada disekap,
ketika sudah tidak ada orang dikamar, Nada membuka matanya perlahan. dia mengatur nafasnya yang ia tahan sejak tadi karna ketakutan yang luar biasa.
" siapa pria itu ?? kenapa dia sangat membenci Revandra ?? Tuhan... q mohon tolonglah q dan calon anakku.." gumam Nada sambil mengusap perutnya.
.
.
" apa ??!! bagaimana bisa ??" teriak darren dengan ponselnya. lalu mematikan panggilannya.
" shitt!!! ternyata benar dugaanku, sasaran yang lain pasti adikku lagi... astaga Revandra, berapa banyak.musuhmu !!!!" umpat Darren sambil meraih kunci dimejanya dan berlari keluar dari ruangan kerjanya.
Darren baru saja diberi kabar Nurra jika Nada diculik ketika dimall.
dengan kecepatan tinggi darren mengendarai mobilnya. sesekali ia mencengkram kuat stir mobilnya, " q bisa dihukum kak Ken jika dia sampai dengar jika Nada diculik lagi.. aaakkkhh !!!" umpat darren lagi penuh frustasi.
segera ia meraih ponselnya menghubungi Revandra.
__ADS_1
tutt..
tutt..
tutt..
tidak ada jawaban hal itu membuat Darren kesal bukan main.
dia mencoba sekali lagi namun masih tetap tidak dijawab, akhirnya darren berinisiatif menghubungi Romi.
tutt..
tutt..
tutt..
" halo tuan ada apa ??" jawab Romi disebrang.
" ada apa ?? apa kau belum tau adikku diculik ??!!" teriak Darren penuh amarah.
" sudah tuan," balas Romi.
" sudah tau tapi kenapa tidak memeberitauku dasar payah !!!" umpat Darren.
" Tuan Revandra melarang saya tuan. " timpal romi.
" melarang, gila tuanmu itu !!! dimana dia sekarang ??!!" tanya darren masih dengan suara kerasnya.
" beliau sedang diruangan pribadi miliknya, sepertinya tengah meretas. " jawab romi singkat.
" dimana itu ??"
" dimarkas kami tuan."
" baiklah, katakan padanya tunggu q datang !! q akan menembak kepalanya jika dia meninggalakanku mencari Nada..!!" ancam Darren.
" baik tuan." jawab Romi pasti.
panggilan terputus, Darren menambah laju kecepatan mobilnya menuju markas EangleBlood.
.
.
.
__ADS_1
.