Cinta Yang Sempurna

Cinta Yang Sempurna
Bab 58~ (Kepulangan Yang Mendadak)


__ADS_3

...Update malam lagi. Sebenarnya capek banget tapi demi kalian aku update walau sedikit. Jangan lupa like, vote, dan komentar yang banyak ya....


...Happy reading...


***


Arieska membereskan baju-bajunya dan ia masukkan ke dalam koper. Sebenarnya kepulangannya tidak hari ini tetap karena ada masalah dengan pabrik kosmetik yang masih dalam tahap pembangunan akhirnya Arieska memutuskan siang ini juga terbang ke Indonesia seorang diri tanpa kedua orang tuanya karena memang mereka sudah memutuskan untuk menetap di Korea. Pekerjaan papa Arieska tidak bisa ditinggalkan hingga kedua orang tuanya memutuskan tetap tinggal.


"Kamu yakin mau pulang sendiri?" tanya Mama Erika dengan cemas.


Arieska menghentikan kegiatannya masukkan baju-bajunya ke dalam koper sejenak guna menatap dan menenangkan hati sang mama yang terlihat gundah untuk melepas kepergiaannya ke Indonesia seorang diri tanpa pengawasan kedua orang tuanya.


"Mama sama papa tenang saja. Aku bakal baik-baik saja di sana, lagi pula aku sudah sangat merindukan suasana di Indonesia," ucap Arieska dengan tersenyum.


"Merindukan suasana Indonesia atau Dimas?" tanya Mama Erika dengan nada tidak suka, ia masih mengingat peristiwa tiga tahun lalu di mana Arieska hampir kehilangan nyawanya karena menyelamatkan Dimas, lelaki yang Arieska cintai tetapi tidak pernah menghargai anaknya sedikit pun. Menyebut nama Dimas saja mama Erika terlihat enggan, ia tidak rela jika Arieska bersama Dimas bahkan sampai menikah, mama Erika sangat menentang semua itu terjadi.

__ADS_1


Arieska menghela napasnya dengan berat. "Ini sudah tiga tahun berlalu, Ma. Semua yang terjadi padaku di masa lalu itu juga takdir dari Tuhan. Mama jangan membenci Dimas, dia seperti itu karena perceraian kedua orang tuanya. Maafkan Dimas, Ma! Semua bukan kesalahan Dimas sepenuhnya," ucap Arieska mencoba memberikan perhatian kepada sang mama yang masih terlihat sangat membenci Dimas padahal semua yang terjadi bukanlah kesalahan Dimas sepenuhnya, Arieska tahu itu.


"Terserah kamu. Kamu selalu saja membela anak itu, pokoknya Mama tidak mau kamu menemui Dimas di sana. Jika itu sempat terjadi Mama dan papa akan langsung menikahkan kamu dengan Lintang," ancam Mama Erika.


"Ma, sudah berapa kali aku katakan jika aku tidak memiliki rasa apapun kepada Lintang selain berteman," ucap Arieska dengan nada tak suka.


"Jika Mama terus memaksa aku untuk menerima Lintang maka aku tidak akan pulang ke Korea lagi!" ancam Arieska dengan nada yang teramat serius. Arieska bukan lagi gadis yang manja, ia sudah bisa hidup mandiri tanpa kedua orang tuanya.


"Kamu tidak sayang Mama lagi?" tanya Mama Erika dengan sengit.


"Aku harus ke bandara sekarang, Ma. Aku pamit Ma, pamitkan juga aku pada Papa," ucap Arieska pada akhirnya karena sang papa yang masih berada di kantor.


Mama Erika menghela napasnya dengan berat, akhirnya ia memeluk Arieska dengan erat. "Pergilah. Jika sudah sampai di Indonesia segera hubungi Mama dan papa," ucap Mama Erika dengan serak karena menahan air mata yang hendak jatuh karena akan berpisah dengan sang anak dalam waktu yang lumayan lama karena mungkin Arieska akan memilih tetap tinggal di Indonesia.


"Aku pergi, Ma. Mama dan papa harus menjaga kesehatan di sini, aku akan sering mengunjungi kalian," pamit Arieska dengan lirih.

__ADS_1


Mama Erika mengangguk dengan sedih, ia menggandeng tangan Arieska saat sang anak mulai keluar dari kamarnya. Mama Erika hanya mengantar Arieska sampai di depan pintu utama karena Arieska pergi menggunakan Taxi.


"Hati-hati, Sayang!" teriak Mama Erika saat Arieska sudah masuk ke dalam Taxi.


"Iya Ma!" jawab Arieska melambaikan tangannya. Mama Erika juga melambaikan tangan membalas Arieska. Setelah Arieska pergi barulah mama Erika menangis rasanya sangat sedih melepaskan Arieska untuk pulang ke Indonesia.


Selamat bertemu kembali Indonesia. Semoga bisa berdamai kembali dengan keadaan. Aku sudah sangat merindukan suasanamu, kuharap kisahku bisa kuukir dengan indah tanpa deraian air mata seperti di masa lalu.


*****


Sesak kembali Dimas rasakan saat memutar video Arieska, matanya kembali memerah karena melihat wajah pucat Arieska di dalam video. "Ini sudah tiga tahun lamanya dan aku belum bisa menemukanmu juga. Apa kamu tidak merindukanku, Arieska? Aku sudah berubah seperti yang kamu mau," gumam Dimas dengan sesak.


"Kembalilah Arieska. Aku sangat mencintaimu, aku sudah membalas rasa cintamu bahkan lebih dalam," gumam Dimas dengan lirih.


Dimas mengecup wajah Arieska yang berada di video. "Pulanglah, Sayang!"

__ADS_1


__ADS_2