
episode 161
.
.
.
.
Nada tengah sibuk didapur bersama bibi Yumna, dia sengaja membuat puding dan beberapa menu makanan untuk Revandra.
dengan senyum bahagia ia meraih ponselnya hendak menghubungi Revandra.
" halo sayang, ada apa ??" tanya Revandra dalam sambungan telfon.
" emm.. q membuat puding lumayan banyak, bolehkah q nanti kekantor mengantarkannya untukmu ?, sekalian mengantar makan siang untukmu,?" jawab Nada dengan pertanyaan.
" tidak usah, kau nanti malah kecapekan.. " timpal Revandra.
" tapi sayang kalau tidak dimakan, q masak banyak, pudingnya juga sengaja kubuat banyak, agar sonia, Romi dan yohan bisa ikut menikmatinya, Zakia pulang kerumah Mama, q sendiri dirumah, bosan.... " rengek Nada.
Revandra menghela nafas panjangnya, "baiklah, biarkan gondrong yang mengantarmu."
" terima kasih.. tunggu q ya.." jawab Nada sumringah.
" hati-hati dijalan, q akan memenggal kepala gondrong jika terjadi apa-apa padamu.." ucap Revandra.
__ADS_1
"tidak akan, q akan menjaga diriku.. baiklah q tutup ya.." Nada menutup panggilannya dan segera menyiapkan semua makanan yang ia buat untuk dibawa kekantor Revandra.
.
.
.
Disebuah Restoran Nurra dan Mike tengah menikmati makan siangnya. Mike sedikit heran dengan tingkah Nurra yang sedari tadi melamun dan hanya memainkan sendok pada makanannya.
"apa makanannya tidak enak ??" tanya mike.
gelagapan Nurra menjawab " oh..ee.. tidak .. maksudku enak,"
Mike menghentikan acara makannya, " apa ada masalah ?? kau seperti memikirkan sesuatu ??"
" tidak, q hanya banyak sekali pekerjaan, diusiaku yang masih muda q harus memimpin perusahaan papa, q tidak membayangkan kak Revandra bisa merintis perusahaannya sendiri dari bangku kuliah.." terang Nurra.
Nurra mengangguk " iya kau benar kak,"
" maafkan q nurra, q tidak bisa menjadi pria yang bisa kau andalkan, q tidak bisa membantumu dikantor, q tidak terlalu tau dunia bisnis, dari sekolah menengah q sudah menekuni dunia kesehatan, maafkan q .." ucap Mike dengan memegang kedua tangan Nurra dan menatapnya lekat.
hal itu membuat nurra merasa bersalah, karna sebenarnya fikiran nurra sedang memikirkan hal lain, bukan tentang perusahaan.
" kak Mike jangan bicara seperti itu.. q yang harusnya minta maaf, q selalu sibuk dengan urusan kantor, tanpa peduli pada kak Mike, q juga bukan wanita idaman semua pria." timpal Nurra lirih
Mike meraih wajah Nurra, " sudahlah, menyalahkan diri sendiri, apapun yang terjadi q tetap mencintaimu.. kau harus tau itu.."
__ADS_1
Nurra menerbitkan senyumnya "maafkan q kak Mike, seharusnya q tidak memikirkan pria lain saat bersamamu, tapi q tidak tau kenapa dia selalu melintas dalam fikiranku.." batin Nurra.
.
.
Nada tengah diperjalanan bersama gondrong.
" gondrong, bisakah kita berhenti membeli buah ?? didepan sepertinya ada toko buah.." ucap Nada.
" baik nyonya. " jawab Gondrong singkat. begitulah gondrong, dia orang yang pelit berbicara bagi Nada,
gondrong menepikan mobilnya didepan toko buah, dengan cepat dia membukakan pintu untuk istri tuannya itu. setelah Nada keluar Gondrong selalu setia mengikuti Nada mendekati toko buah itu. mata gondrong selalu waspada dalam segala hal, bahkan dia tidak membiarkan siapapun dekat dengan nyonyanya.
setelah membeli beberapa jenis, Nada kembali menuju mobilnya, namun matanya menangkap seorang pria tambun dengan menggunakan topi sedang memperhatikannya.
Sesaat Nada terhenti,
" ada apa nyonya ??" tanya Gondrong. sambil mengikuti arah pandang Nada.
" ah.. tidak ada, ayo.." Nada langsung masuk begitu saja. ia tidak ingin mencurigai siapapun.
Gondrong hanya terdiam dan mengikuti Nada.masuk kedalam mobil dan melesat menuju kantor Revandra.
.
.
__ADS_1
.
.