Cinta Yang Sempurna

Cinta Yang Sempurna
Bab 111 (Sah Di Mata Hukum Dan Agama)


__ADS_3

...Happy reading...


*****


Gladis sangat tampak bahagia melihat anaknya sekarang bersanding dengan Raka di pelaminan. Ya, pernikahan mereka sudah sah di mata hukum dan agama yang membuat Gladis tidak merasa takut lagi akan kebahagiaan anak-anaknya.


Jelita juga tampak sangat bahagia bahkan sangking bahagianya sudut matanya sampai mengeluarkan air mata. Namun, Jelita cepat-cepat menghapus air matanya agar sang suami tidak khawatir dengan dirinya. Tetapi Jelita merasa ada yang kurang karena Damian tak ada lagi di tengah-tengah mereka, mama dan papanya sudah membawa Damian pulang itulah yang Jelita tahu dari kakaknya. Saat ini Jelita sedang menahan amarahnya tentang dirinya yang tak diharapkan di keluarganya sendiri. Ia ingin sekali marah dengan kakek Agam tetapi lelaki itu tak ada di sini.


"Jelita sini!" ucap Erina dengan tangan yang melambai ke arah Jelita. Wanita itu tersenyum dan langsung mengajak suami serta anaknya naik ke atas pelaminan. Wajah bumil tampak sangat bahagia begitu pun dengan Raka, lelaki itu sangat bahagia karena bisa membuat Erina menjadi istri sahnya di mata hukum dan agama walau di dalam hatinya mencemaskan keadaan Amanda dan Damian.


Sesi potret keluarga akan segera di mulai. Gea yang calon istri dari Rasyid juga sudah ada di barisannya, walau masih ada rasa minder di hatinya tetapi Rasyid tetap bisa membuatnya meyakini jika dirinya pantas bersanding dengan Rasyid.


Semua tersenyum lebar saat sang fotografer mengambil potret kebersamaan keluarga tersebut di atas pelaminan. Ini adalah resepsi pernikahan yang Erina inginkan dan Raka berhasil mewujudkan keinginan istrinya. Walau resepsi tidak berlangsung sampai malam mengingat kondisi Erina yang tengah hamil muda sikap posesif Raka keluar begitu saja jika menyangkut keselamatan istri dan anaknya. Bahagia boleh tetapi jangan sampai melupakan kesehatan sang istri walau Raka lah yang merasakan mual dan ngidam sedangkan Erina tampak biasa saja, tidak ada keluhan apapun yang di rasakan Erina hanya saja ia sangat bertambah manja dengan sang suami yang tak pernah bersikap romantis kepadanya.


"Selamat Kak. Aku sangat bahagia akhirnya kalian bisa menikah secara resmi," ucap Jelita dengan memeluk Erina setelah sesi pemotretan selesai.


"Terima kasih," ucap Erina dengan mata yang berkaca-kaca.

__ADS_1


Sungguh kebahagiaannya saat ini tidak bisa dijelaskan dengan kata-kata saja, sangking bahagianya Erina ingin sekali menangis sekarang tetapi ia tak mungkin merusak riasan di wajahnya dan membuat Raka kesal kepadanya.


"Awas saja kamu jika sampai menyakiti adik saya!" ancam Rasyad di telinga Raka.


"Kamu mengancam saya? Di sini yang berpotensi menyakiti adik saya adalah kamu. Karena kamu dari dulu telah membuat adik saya terluka. Paham?! Jadi, jangan pernah mengancam saya karena saya tahu bagaimana cara membahagiakan istri saya tanpa harus melalui omongan yang romantis," balas Raka dengan tajam.


Dua Tom and Jerry itu sedang menatap dengan sinis. Jika kedua mata mereka bisa mengeluarkan api mungkin gedung yang sudah di hias dengan sangat mewah ini akan terbakar. Lewat tatapan mereka mengeluarkan ancaman satu sama lain, entah kapan keduanya akan akur yang jelas pertengkaran keduanya membuat istri-istri mereka merasa pusing.


****


Setelah acara mewah Raka dan Erina selesai keduanya sudah berada di dalam hotel yang sudah di hias dengan sangat romantis sekali. Keduanya tak lagi memakai pakaian yang membuat gerah, kini Erina dan Raka sudah memakai pakaian tidur mereka.


Raka mengelus perut Erina yang sudah tampak sedikit menonjol. "Hai jagoan Daddy! Apakah kamu bahagia hari ini hmm?" tanya Raka dengan lembut.


"Sangat bahagia Daddy! Terima kasih telah menjadikan Mommy wanita yang paling bahagia," ucap Erina dengan menirukan suara anak kecil yang membuat Raka tersenyum.


"Kalau begitu Daddy boleh menjengukmu tidak?" tanya Raka dengan menatap Erina yang sudah memerah karena pertanyaan Raka.

__ADS_1


Tangan Raka sudah begerilya masuk ke cel*na dal*m Erina. Ia mencari sesuatu di sana dan memainkannya dengan sangat nakal.


"Ahhhh..." desah*n lolos dari bibir Erina saat jari Raka memainkan area rawanya yang sudah lembab karena permainan Jari Raka di sana. Raka menikmati wajah tersiksa istrinya, ia terus mempercepat tempo jarinya hingga tubuh Erina bergetar hebat dan menatapnya dengan sayu.


Raka paham jika Erina juga sudah sangat terangsang karena ulahnya. Ia juga sama gairahnya sudah di atas ubun-ubun sekarang, dengan cepat ia melepaskan semua pakaian Erina dan juga dirinya setelah sama sama polos Raka memposisikan dirinya di atas Erina dan berhati-hati agar tidak menyakiti bayi mereka yang masih sangat kecil. Kedua paha Erina sudah ia buka dengan lebar-lebar, juniornya yang sudah tegang sempurna mengesek-gesek milik Erina.


"Mas...jangan nyiksa aku please!" pinta Erina dengan sayu yang membuat Raka terkekeh. Rasanya sangat menyenangkan ketika Erina yang memohon kepadanya seperti ini.


"Tidak ada yang menyiksa kamu, Sayang!" ucap Raka dengan lembut.


Erina yang baru pertama kali di panggil 'sayang' oleh suaminya seperti melayang rasanya, hatinya meleleh karena malam ini Raka sangat lembut kepadanya bahkan memperlakukan dirinya seperti ratu.


"Mas please...." ucap Erina yang sudah tersiksa saat junior suaminya hanya menggesek-gesek miliknya. Erina ingin lebih dari sekedar itu.


"Baiklah jika itu yang kamu mau!" ucap Raka dengan menyeringai. Ia mendorong Juniornya untuk masuk ke dalam milik Erina yang sudah sangat basah hingga miliknya sudah tertanam sempurna di sana.


Keduanya mendes*h lega kala sudah menyatu. Suara desah*n keduanya tak pagi terkontrol ketika Raka menggerakkan juniornya. Suara penyatuan mereka begitu nyaring terdengar di kamar hotel.

__ADS_1


Beberapa kali Raka dan Erina melakukannya dengan berbagai gaya hingga peluh membasahi keduanya. Malam ini benar-benar sangat berkesan hingga Erina sudah mendapatkan beberapa kali pelepasan sedangkan Raka baru pertama kalinya.


"I love you, Erina!"


__ADS_2