Cinta Yang Sempurna

Cinta Yang Sempurna
Bab 67~ (Memanas-manasi Dimas)


__ADS_3

...Hei aku kembali lagi nih. Jangan lupa like, vote, dan komentar yang banyak ya....


...Happy reading...


****


Jelita menatap foto-fotonya sejak kecil bersama Dimas yang kembali di pajang di rumah Dimas. Gadis itu tersenyum haru karena dulu foto tersebut sudah berada di gudang karena Dimas yang membuangnya dan sekarang apa yang Dimas lakukan untuknya membuat Jelita merasa bahagia.


Jemari Jelita mengelus foto masa kecilnya yang tersenyum bahagia, tetapi ia tersenyum miris saat mengingat dibalik foto tersebut menyimpan kesedihan yang mendalam karena ini adalah foto terakhirnya yang diambil waktu sebelum mama dan papanya berpisah.


"Ma, apakah aku memang tidak diharapkan? Jika itu yang mama mau Jelita tidak apa-apa karena Jelita sekarang sudah mempunyai kak Raka dan kak Dimas di dalam hidup Jelita sekarang," gumam Jelita dengan tersenyum bangga.


"Jelita!" panggil Arieska yang membuat Jelita menoleh.


Jelita tersenyum melihat bagaimana sikap posesif Dimas kepada Arieska.


"Iya Kak. Kenapa?" tanya Jelita menghampiri Arieska.


Arieska melirik ke arah Dimas yang masih sibuk dengan ponselnya. "Kamu kok gak bilang sih kalau punya kakak ganteng banget," ucap Arieska yang membuat Dimas tersenyum karena ia pikir Arieska sedang membicarakannya.


"Kakak yang mana, Kak? Kak Dimas atau kak Raka?" tanya Jelita yang ikut memainkan peran setelah Arieska mengkode dirinya dengan kedipan mata.

__ADS_1


"Oo namanya Raka ya. Ganteng banget tahu, Dek. Kakak saja sampai terpesona waktu pertama kali melihatnya. Oo Kakak baru ingat sekarang Raka Erlangga pewaris perusahaan raksasa Erlangga Grup. Iya, kan? Kak Raka sudah punya pacar belum? Atau sedang mencari istri? Kakak siap menjadi is..."


Brak....


Dimas menggeprak meja dengan keras saat ia merasa panas dengan ucapan Arieska. Gadis ini benar-benar mrmpermainkan hatinya sekarang, kekasihnya itu minta dihukum. Lihat saja Dimas akan menghukum Arieska setelah ini.


Jelita dan Arieska mengelus dadanya dengan perlahan karena mereka tak menyangka jika reaksi Dimas akan seperti itu, melihat kecemburuan di mata Dimas membuat Arieska tersenyum geli.


"Kenapa, Kak?" tanya Jelita dengan polosnya ia sengaja memancing kekesalan Dimas.


"Bilang sama kakak iparmu itu. Jika tidak mau mulutnya kakak bungkam dengam ciuman yang panas jangan membicarakan lelaki lain di saat dia sudah menjadi milik Kakak. Dan katakan juga padanya bersiaplah dengan hukuman yang akan Kakak berikan nanti," ucap Dimas dengan sungguh-sungguh membuat Arieska menelan ludahnya dengan kasar.


"Makan hati dan rindu," jawab Dimas dengan mencibikkan bibirnya dengan kesal.


Jelita dan Arieska menahan tawanya mendengar jawaban Dimas yang begitu membuat mereka geli. Seseorang Dimas yang kaku dan dingin bisa berkata seperti itu, ternyata Dimas menjadi bucin dan posesif setelah ditinggalkan Arieska tiga tahun lamanya.


****


Saat ini Raka dan Rendy sedang berada di perusahaan. Keduanya sangat serius membicarakan sesuatu.


"Saya sudah mendapatkan informasi yang membuat tuan Rasyad membenci nona muda, Tuan," ucap Rendy dengan serius.

__ADS_1


"Katakan!" ucap Raka dengan dingin.


"Tiga tahun yang lalu di saat nona muda keluar dari kediaman tuan Nathan dan kembali ke rumah tuan Dimas. Di saat nona muda hampir diperkosa dengan Dave, lelaki itu sempat mengambil foto telanjang dirinya dan nona muda. Orang suruhan Dave mengirimkan foto itu ke tuan Rasyad hingga tuan Rasyad salah paham kepada nona muda. Kita kecolongan tentang foto itu tuan muda," jelas Rendy dengan tenang.


Raka mengepalkan kedua tangannya, rahangnya mengeras saat mendengar penjelasan Rendy. "Brengsek! Lelaki itu benar-benar sangat bodoh. Seorang dosen dan pembisnis bisa-bisanya berpikir tanpa menggunakan akalnya dengan baik," umpat Raka dengan kesal.


"Lalu bagaimana dengan nasib Dave sekarang?" tanya Raka dengan tajam.


"Lelaki itu masih berada di dalam penjara Tuan Muda dan sebentar lagi akan keluar penjara. Saya yakin kekuasaannya yang membuat dia bisa bebas secepat ini dan Dave pasti akan membalaskan dendamnya pada nona muda," jelas Rendy dengan gelisah.


"Berani menyentuh seujung kuku pun tubuh Jelita maka saya yang akan menguluti kulitnya," ucap Raka dengan tajam.


"Tetap awasi Dave. Saya tidak mau kecolongan lagi," perintah Raka dengan datar.


"Baik Tuan!" ucap Rendy dengan sopan. "Saya pastikan Dave tidak berani menyentuh nona muda lagi!"


Raka memijat pelipisnya, ia tidak habis pikir dengan Rasyad yang mempunyai pemikiran dangkal terhadap adiknya, seorang dosen dan pembisnis yang handal bisa-bisanya memiliki pemikiran picik seperti itu hanya melihat sebuah foto tanpa menyelidiki kebenarannya.


Cinta apa yang Rasyad rasakan kepada adiknya ketika hanya kesakitan yang adiknya rasakan?


Benar-benar sangat mengecewakan!

__ADS_1


__ADS_2