Cinta Yang Sempurna

Cinta Yang Sempurna
Bab 64~ (Posesif)


__ADS_3

...Hei-hei aku kembali lagi nih. Maaf sedikit ya tapi yang penting update buat kalian, jujur saja di daerahku lagi panen cabai jadi setiap hari aku panen cabai, terlahir dari keluarga petani membuat aku terbiasa kerja di kebun untuk panen cabai dan itu terjadi sampai tiga bulan ke depan....


...Jangan lupa like, vote, dan komentar yang banyak ya biar aku semangat untuk update di tengah rasa lelah setelah seharian bekerja....


...Happy reading...


****


Pagi hari yang cerah, secerah hati Dimas saat ini. Bagaimana tidak kembalinya Arieska membuat hidup Dimas lebih berwarna, ia lebih semangat dalam menjalankan hidup setelah kehidupan pedih yang ia rasakan selama ini.


Dimas menatap pantulan dirinya di cermin setelah di rasa sudah sempurna Dimas tersenyum dengan bangganya melihat dirinya yang tampan di pagi hari ini. Dimas melihat ke arah balkon, ia tersenyum saat melihat ada Arieska yang masih berada di dalam kamar gadis itu. Dengan langkah lebar, Dimas berjalan ke arah balkonnya dan kembali meloncat ke balkon kamar Arieska dengan mudahnya.


"Pagi Sweety," sapa Dimas dengan lembut.


"Pagi!" jawab Arieska dengan singkat dan terkesan dingin membuat Dimas mengulum senyumnya karena sikap dingin Arieska yang mengingatkannya dengan sikapnya yang dulu kepada Arieska.


"Ada pintu, kan? Rumah gue gak menerima tamu lewat balkon!" ucap Arieska dengan datar.


"Lebih mudah lewat balkon karena aku bisa menuju kamar kamu langsung," jawab Dimas dengan santai.

__ADS_1


Dimas melihat ke arah Arieska. Ia menilai penampilan gadis itu dari atas sampai bawah, rahangnya mengeras saat melihat penampilan Arieska sekarang, paha mulus gadis itu terlihat sangat jelas membuat Dimas menatap tajam ke arah Arieska.


"Mau kemana?" tanya Dimas dengan dingin.


"Lihat pembangunan pabrik gue!" jawab Arieska dengan santai. Ia mengambil tas selempangnya yang berada di kasur miliknya.


"Dengan penampilan yang seperti itu?" tanya Dimas dengan memgeraskan rahangnya.


Arieska melihat penampilannya. Ia merasa tidak ada yang aneh dengan menampilannya saat ini. Lalu kenapa Dimas melihatnya seperti itu? Lelaki itu seperti ingin menelannya hidup-hidup sekarang. Aneh bukan?


"Kenapa memangnya? Dress ini bagus dan terlihat sopan," ucap Arieska dengan santai.


"Ganti sekarang!" ucap Dimas dengan posesif.


"Gak usah drama deh. Gue sudah telat! Lo juga harus ke kantor, kan?" ucap Arieska dengan kesal.


Arieska melangkahkan kakinya untuk keluar kamar tetapi tangannya dicekal oleh Dimas dengan erat.


"Dim, kenapa sih lo? Pakaian gue gak ada yang salah kenapa lo marah?" tanya Arieska dengan geram.

__ADS_1


Jangan tanyakan perasaan Dimas sekarang. Hatinya seperti terbakar melihat penampilan Arieska yang menurutnya sangat terbuka, ia tidak rela paha mulus nan putih milik Arieska diperlihatkan di depan banyak pria di luar sana. Semua tubuh Arieska adalah miliknya dan Dimas benar-benar akan mengamuk jika Arieska keluar menggunakan dress laknat seperti itu.


"Aku marah karena aku tidak suka kamu keluar menggunakan dress kurang bahan itu. Sekali saja kamu tidak mau menurut denganku maka jangan salahkan aku jika aku membuat kamu tidak akan keluar dari kamar ini!" ancam Dimas dengan mata menatap Arieska seperti burung Elang, tajam dan sangat menghunus.


Dimas mengurung Arieska dengan kedua tangannya di tembok membuat Arieska menelan ludahnya dengan gugup saat melihat Dimas sangat dekat dengan wajahnya.


"D-dim..."


"Gadis nakal seperti kamu harus diberi hukuman, Sayang!" ucap Dimas dengan serak.


Glek....


Cup....


Tubuh Arieska mematung mendapat serangan mendadak dari Dimas. Dimas menggerakkan bibirnya dengan lembut, Arieska yang tadinya mematung dan tidak membalas ciuman Dimas kini mulai terbuai akan ciuman Dimas yang sangat lembut kepadanya. Dimas menyeringai saat mendapatkan balasan dari Arieska. Napas keduanya terengah-engah saat Dimas melepaskan ciuman mereka, Dimas menyentuh lembut bibir Arieska dan mengelap bekas ciuman keduanya dengan pelan.


"Manis!" gumam Dimas dengan serak. Saat ini gairahnya sudah terpancing dan miliknya sudah berdenyut di bawah sana, tetapi ia tidak ingin merusak Arieska.


"Ganti pakaian kamu sekarang, Sayang! Aku yang akan mengantarkan kamu ke pabrik!"

__ADS_1


__ADS_2