
episode 171
.
.
Darren berjalan dengan sedikit berlari memasuki markas EanleBlood. didalam darren sudah disambut Romi dan Yohan.
" dimana Revandra ??" tanya Darren
" didalam ruangan pribadinya tuan, dilantai atas. " jawab Romi.
" tapi anda tidak.boleh masuk, tuan melarang siapapun masuk keruangan itu." timpal Yohan.
" q ini.kakak iparnya, bebas mau melakukan apapun !!" balas darren dengan kesal.
" kau kemari.." sebuah suara berasal dari tangga.
semua melihat sumber suara.
" dasar kau ya !! bisa-bisanya diam saja adikku diculik ??!!" protes Darren.
" maafkan q, q lalai menjaganya." balas Revandra lemah.
Romi dan Yohan terkejut dengan ucapan bos mereka, selama ini Revandra tidak pernah meminta maaf jika tidak dengan istrinya.
Darren menarik nafas dan membuangnya dengan kasar, ia menepuk pundak Revandra. "jangan salahkan dirimu..kita cari bersama, lain kali jika ada masalah katakan saja, q pasti akan membantumu, " ucap Darren penuh ketulusan.
Revandra menyunggingkan senyumnya. "ayo kita jemut Istriku"
" kau sudah menemukannya ??" tanya darren antusias.
Revandra mengangguk pasti.
" Romi dan Yohan kalian lebih dulu berangkat. q akan berangkat dengan Darren, beritau gondrong untuk menyiapkan semuanya." perintah Revandra.
" baik Tuan." jawab Romi dan Yohan bersamaan.
mereka kemudian bersiap keluar dari markas menjalankan rencana Revandra.
" kau cepat sekali menemukan Adikku ?? musuhmu yang mana sekarang ini ??" tanya Darren sambil ikut masuk kedalam mobil.
" adikmu istriku kau ingat itu.. dia pengusaha juga sepertiku, q mengembalikan saham miliknya dan menggulingkan perusahaannya, karna ulahnya yang ingin bermain curang, q tidak menyangka jika dia senekad ini " terang Revandra.
" jadi bukan dari dunia mafia ??" tanya darren
__ADS_1
" bukan, tapi ..."
" tapi kenapa ??"
" kita harus segera sampai disana," ucap Revandra sambil menambah kecepatannya.
.
.
.
Dirumah Nurra sesenggukan menangis, ia merasa bersalah atas hilangnya istri kakaknya itu.
" sayang hentikan tangisanmu, semua ini bukan sepenuhnya kesalahanmu" bujuk mama Milla.
" ma, kakak sudah melarangku.. tapi q tetap memaksa Nada untuk minta izin dengan kakak, jika saja q mendengarkan ucapan kak Vandra semua tidak akan seperti ini mam.. .." balas Nurra dengan isakan.
Mike yang baru tiba masuk kedalam kamar Nurra. ya, mama Milla menghubungi Mike karan bingungnm harus bagaimana menenangkan putrinya itu.
" ada apa ini tante ..??" tanya Mike yang baru tiba.
" Nada diculik lagi mike, saat kejadian Nurra yang membawa nada kemall untuk jalan-jalan." terang mama Milla.
perlahan Mike mendekati Nurra, dan mengusap punggung kekasihnya.
" iya tante. tenang saja." jawab .mike pelan.
mama Milla keluar dari kamar Nurra.
" jangan suka menyalahkan diri seperti ini sayang, q tau bagaimana perasaanmu, tapi akan sia-sia saja jika kau merutuki dirimu sendiri begini.." bujuk Mike sambil.mengusap kepala Nurra.
tanpa menjawab Nurra menghambur kepelukan Mike, tangisnya pecah sedemikian rupa.
" sebaiknya kita berdoa, semoga Nada baik-baik saja dan segera ditemukan.. kau kenal kakakmu kan ?? tidak butuh waktu lama bagi kakakmu untuk menemukan istri tercintanya. sekarang tenangkan dirimu.." ucap Mike penuh kelembutan.
" Nada pasti baik-baik saja kan kak, dia sedang hamil besar kak ??" tanya Nurra dengan wajah berlinang air mata.
Mike mengusap air mata dengab pelan dipipi Nurra. " pasti, dia wanita yang kuat. q yakin itu."
Nurra mulai bisa tenang, Mike meraih gelas berisikan air minum dimeja nakas, dan segera memberikannya pada nurra, agar Nurra lebih tenang.
.
.
__ADS_1
.
Beberapa pria masuk kedalam kamar dimana Nada disekap.
" siapa kalian ??!!" tanya Nada dengan penuh waspada.
tanpa berkata apapun para pria itu langsung menarik Nada keluar dari.kamar itu.
" lepaskan !!! tolong.. jangan sakiti saya !!" berontak Nada.
namun sayang dua pria itu menarik Nada tanpa belas kasih, dan melempar Nada begitu saja didepan pria tambun yang duduk dengah kaki diatas meja.
" aahhkkk !!!" Nada memegang perutnya karna terguncang dilempar para pria itu.
Pria tambun itu berdiri dari duduknya dan menghampiri Nada yang tersungkur.
dengan kasar pria itu menarik rambut Nada.
" aahhkk !!" rintih Nada. yang merasa perih dikepalanya akibat tarikan yang kuat pada rambutnya
" wah.. ternyata istri Revandra cantik juga... sayang jika harus kulenyapkan.." ucap pria tambun itu dengan wajah psikopatnya.
" siapa anda ?? " tanya Nada dengan suara gemetar.
" q musuh suamimu !! gara-gara dia q kehilangan perusahaanku !! sumber hidup dan kebahagiaanku !!!
makanya sekarang q juga harus membunuhmu agar Revandra sialan itu merasakan kehilangan sumber kebahagiaannya. !! ha..ha..ha.. " jawab pria tambun itu dengan tawa lepasnya.
Nada menggelengkan kepalanya dengan air mata yang lolos begitu saja.
" pasang bahan peledak dibadan wanita ini !! bawa dia keloteng atas !! malam ini juga q akan mengirimkan bangkai tubuh wanita ini kerumah Revandra itu !!!"" perintah pria tambun itu sambil berjalan.menaiki tangga.
" tidak, jangan !! q mohon jangan ?!!!" pinta Nada dengan rontaanya.
anak buah pria tambun itu segera menarik Nada dan mendudukkannya dikursi, lalu.dengan cepat mereka memasang sebuah bom waktu pada tubuh Nada.
" tolong !! jangan lakukan ini .. q mohon.." rintih Nada sambil.menangis. namun sepertinya anak buah pria tambun itu memang tidak memiliki hati, yang sama sekali tidak.mendengar rintihan Nada.
.
.
.
.
__ADS_1
.