
episode 162
.
.
.
Dikantor Nada disambut hangat oleh seluruh karyawan. sifatnya yang lembut dan ramah pada semua orang membuat siapa saja ingin menjadi temannya.
tanpa sengaja ada seorang pria paruh baya menabrak Nada hingga Nada sedikit oleg,
" bruukk.."
" maaf, maaf pak.." ucap Nada.
pria yang menabrak Nada memandang nada "maaf nyonya, saya benar-benar tidak sengaja." ucap pria itu,
Gondrong segera menarik pria itu dari nyonyanya. " kau tidak lihat nyonya hampir jatuh ??!! "
" maaf tuan, saya benar-benar tidak sengaja.." ucap pria paruh baya itu dengan menangkupkan kedua tangannya.
" gondrong, lepaskan dia.. jangan seperti itu." timpal Nada.
" tapi nyonya ??-"
" kau pegawai dikantor suamiku ini kan ??" potong Nada dengan pertanyaan pada pria paruh baya itu.
" iya nyonya, saya dibagian pemasaran. saya ..saya harus segera pulang.nyonya.." ucap pria paruh baya itu dengan menangis.
" bapak jangan menangis.. siapa nama bapak ??" tanya Nada sambil memegang kedua tangan pria paruh baya itu.
" saya Ridwan nyonya, saya harus menyelamatkan putri saya nyonya.. " tangis pria paruh baya itu.
" baiklah. pergilah, nanti q akan bicara dengan suamiku.."balas Nada.
" terima kasih nyonya, nyonya memang wanita baik." pria itu bersujud dikaki Nada. dengan cekat Nada memapah sang bapak berdiri.
" jangan seperti itu pak, sekarang pergilah." timpal Nada. pria itu segera berlari keluar Kantor.
Nada menghela.nafas panjangnya, lalu berjalan menuju lift khusus milik Revandra.
" gondrong, q tau kau ditugaskan menjagaku, tapi tidak harus seperti tadi, itu terlalu berlebihan." ucap nada didalam lift.
" maafkan saya nyonya, tapi saya harus waspada pada siapapun yang mendekati nyonya. karna nyawa saya taruhannya." balas gondrong sambil.menunduk
Nada hanya membuang tatapannya kesegala arah, Revandra memang benar-benar posesiv dalam segala hal.
pintu lift terbuka, dengan segera Gondrong keluar terlebih dulu, dan mempersilahkan nada keluar menuju ruangan Revandra.
__ADS_1
mata Nada menangkap Sonia yang tengah sibuk dengan pekerjaannya. dengan senyum bahagia Nada menghampiri Sonia.
" jangan terlalu serius, istirahat dulu saja." ucap Nada.
Sonia melihat sumber suara ia segera berdiri dan menunduk hormat. " nyonya, maaf saya tidak tau jika-"
" sonia, jika tidak ada suamiku jangan seperti ini, biasa saja ya..??" timpal Nada.
Sonia.menerbitkan senyumnya." baik nyonya."
Nada membalas dengans senyuman juga. "ya sudah q masuk dulu ya.. oh ya, beritau Romi dan Yohan untuk tidak pergi keluar makan siang, q membawa banyak makanan, nanti kita makan bersama saja diruangan Suamiku" terang Nada.
" siap.Nyonya." Sonia bersemangat. Nada melangkah menuju ruangan Revandra.
Meski nada adalah istri revandra tapi Nada tetap menyuruh Gondrong mengetuk pintu terlebih dahulu.
tok..
tok..
tokk
" masuk !!" suara dari dalam.
gondrong segera membukakan pintu dan Nada masuk dengan senang.
Revandra hanya menyunggingkan senyumnya ketika melihat wajah istri tercintanya.
Gondrong meletakkan bawaan makanan dimeja lalu beralih keluar dari ruangan bosnya itu.
" biar bagaimanapun juga q ini tamu dikantormu, sangat tidak sopan jika langsung masuk.." balas Nada.
Revandra membalas dengan kecupan mesra dibibir ranum Nada. keduanya larut dalam kehangatan.
.
.
Sonia bersemangat menemui kekasihnya diruangan terpisah darinya. tanpa mengetuk pintu Sonia masuk keruangan Romi. senyumnya harus pudar ketika netranya melihat Miranda, wanita seksi yang juga karyawan kantor itu duduk didepan Romi dengan membawa laporannya.
Romi melihat siapa yang masuk keruangannya tanpa ijin, setelah tau siapa yang datang Romi hanya menyunggingkan senyumnya.
setelah selesai memeriksa Romi.menyerahkan laporan miranda.
" sudah saya periksa, silahkan keluar" peritah Romi singkat tanpa memandang Miranda.
" baik, saya permisi pak." balas Miranda dengan suara manjanya. ia berdiri dan menuju pintu dengan senyum menghina Miranda melewati Sonia yang mematung dipintu.
" kenapa masih disitu ??" tanya Romi yang bangkit dari duduknya dan menghampiri Sonia.
__ADS_1
" kenapa miranda masih bekerja disini sih !!! bukannya dia sudah dipindah dibagian pemasaran ??" tanya sonia
Romi menyunggingkan senyumnya. " kau cemburu ??"
" cemburu ?? dengan uler keket itu ?? ah... tidak mungkin.." timpal sonia.
Romi memeluk sonia, " matamu tidak bisa bohong.."
Sonia hanya menenggelamkan wajahnya didada bidang Romi.
" oh ya, nyonya Nada datang, dia membawa banyak makanan, dia mengundangmu dan Yohan untuk makan bersama dengannya diruangan tuan Revandra. " ucap Sonia dalam pelukan Romi.
" emm.. nanti q akan menghubungi Yohan." balas Romi.
" memang Yohan kemana ??" tanya Sonia sambil melepas pelukannya namun tangannya masih melingkar diperut Romi.
" berjuang." jawab Romi singkat. kemudian membawa Sonia kepelukannya lagi.
.
.
.
.
.
.
.
Reader setiaku cerita Bang abigal udah rilis ya..
😊😊😊😊
yuk mampir 👍👍👍
pastinya ngk kalah seru .. ada sedikit koleb juga ya..🙏🙏🙏
yang penasaran langsung klik nama author dan akan keluar karya terbaru ini..
happy Reading
...
.
__ADS_1
🙏🙏
😁😁😁