Cinta Yang Sempurna

Cinta Yang Sempurna
Cinta yang sempurna


__ADS_3

episode 175


.


.


.


Dengan penuh kesabaran Revandra mengusap seluruh tubuh Nada yang terbaring ditempat tidur dengan kain basah, sesekali Revandra mengajak Nada berbicara, mengecup bibir, kening dan wajah Nada, namun hanya keheningan yang selalu didengar Revandra.


" kau dengar q ?? q sekarang semakin kurus, sudah lama sekali q tidak makan masakanmu.. apa kau tidak kasihan padaku ?? ." ucap Revandra sambil menggenggam tangan Nada dan mengusap wajah istri tercintanya itu dengan tatapan yangbm sendu.


Nada mengalami koma setelah melakukan operasi Cesarnya, karna keinginan Revandra sendiri, ia merawat Nada dirumah dengan peralatan medis yang lengkap, agar dia dapat memantau perkembangan istri dan anakknya. putra mereka juga sudah boleh dibawa pulang, dan juga sudah diberi Nama


NARENDRA SATYA AMBARA


sekarang sudah memasuki bulan ke 7 dimana Nada masih setia dengan tidurnya. dengan dibantu darren dan Nurra serta kedua orangtuanya, Revandra merawat Nada dan putra kesayangannya.


Darren pun tinggal dirumah Revandra setelah Revandra memilih membawa Nada pulang dan merawatnya dirumah. Revandra bahkan menyerahkan urusan perusahaan kepada kedua asistennya, selama ini dia hanya setia menemani sang istri didalam kamar, dia hanya meninggalkan sebentar jika ia ingin bermain dengan putranya saja. bahkan untuk makan saja harus dipaksa banyak orang termasuk Darren yang tinggal disitu.


Darren melipat kedua tangannya didepan pintu kamar Nada dimana Revandra masih setia duduk menunggu disana. ada rasa kasihan ketika melihat Sepasang suami istri yang sedang diuji yang maha kuasa.


" makanlah dulu, q akan menggantikanmu menjaga Nada." ucap Darren sambil melangkah masuk.


" kau kan harus kekantor ?? pergilah.." balas Revandra.

__ADS_1


" ayolah.. q kan bosnya, tidak masalah q datang siang sedikit, lagi pula q kan juga ingin merawat adikku.. kau tau, setiap hari q harus dimarahi kak Ken, krna Nada tidak sadar-sadar.. " hibur darren sambil memukul pelan pundak Revandra.


Revandra menyunggingkan senyum tipisnya, setiap hari darren berusaha mencairkan suasana yang selalu suram dihati Revandra.


" mulutmu seperti perempuan saja..." ucap Revandra.


darren ikut menyunggingkan senyumnya. lalu menyuruh pelayan yang ia perintahkan membawakan makanan untuk Revandra masuk kedalam kamar.


pelayan meletakkan makanan yang dibawa dimeja didekat tempat tidur.


" q tidak sakit, kenapa kau bawa kekamar ??" tanya Revandra pada Darren ketika melihat makanan.


" kau tidak akan mau makan jika tidak begini, .. makanlah, Nada pasti memarahiku jika dia sadar ketika melihat mu seperti tahanan dipenjara," jawab Darren.


" sudah biar q saja, kau makan saja dengan tenang." ucap darren sambil berlari kekamar sebelah dimana Baby NAREN tidur.


Revandra hanya dapat tersenyum tipis sambil menatap wajah Istri tercintanya yang masih terbaring " sayang...kau sangat beruntung memiliki kakak seperti bajingan itu..bangunlah, agar kau tau bagaimana sayang dan perhatiannya dia kepada kita." ucap Revandra lirih.


Darren berlari.masuk kekamar baby Naren,


" jagoan.. kenapa mena-"


ucapan Darren terhenti ketika melihat Nurra menggendong Baby Naren.


" diam ya sayang.. ada bibi disini..." ucap Nurra berusaha menenangkan.

__ADS_1


perlahan Darren menghampiri Nurra. " sudah dari tadi?" tanya Darren


" belum, q baru datang tapi ketika mau kekamar Nada Baby Naren menangis, jadi q kekamar baby dulu.." jawab Nurra sambil menciumi baby Naren.


" Darren, kau ini paman yang payah.. " lanjut Nurra.


Darren menautkan alisnya." apa maksudmu ??"


" kenapa Naren sangat mirip Nada ?? kenapa kau mau merawat Baby Naren ?? kenapa Nada tidak bangun-bangun...!!!" ucap Nurra, sambil.menitikkan air matanya, bagi Darren itu bukan termasuk jawaban dari pertanyaannya.


Darren mendekati Nurra dan mengusap punggung mantan kekasihnya itu.


" q juga sedih jika menatap wajah Naren, diusianya yang baru berapa bulan, dia belum melihat wajah mamanya dan belum merasakan pelukan, dekapan, kasih sayang mamanya,dan... papanya.... masih terus larut dalam kesedihan." terang darren.


" kenapa Tuhan memberikan cobaan seberat ini.." balas Nurra yang terus menitikkan air mata.


" jangan salahkan Tuhan, pasti akan ada pelangi setelah hujan, kita hanya perlu bersabar dan berusaha, kita harus memberi semangat pada kakakmu dan juga pada Nada."nasehat Darren. tanpa sadar Nurra meletakkan kepalanya dipundak Darren dengan Baby Naren dalam dekapannya.


.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2