
...Hei-hei aku kembali lagi. Jangan lupa ramein part ini ya....
...Happy reading...
****
Arieska menatap pantulan wajahnya di cermin. Ia tersenyum begitu melihat gaun indah yang ia pakai sekarang, hasil rancangan calon adik iparnya. Arieska tak menyangka jika ia akan menikah dengan Dimas secepat ini.
Mama Erika masuk ke kamar Arieska dengan pelan. Ia melihat raut wajah bahagia dari Arieska membuat mama Erika tersenyum tipis. Ternyata kegoisannya yang membuat sang anak menderita, dan kali ini ia tidak ingin membuat anaknya bersedih.
"Kamu cantik sekali, Sayang!" ucap Mama Erika dengan pelan. Ia menatap anaknya dengan terharu.
"Terima kasih, Ma," ucap Arieska dengan tersenyum.
"Maafkan keegoisan Mama dulu ya," ucap Mama Erika dengan sendu.
"Iya Ma. Aku sudah memaafkan Mama dan papa," jawab Arieska dengan memeluk sang mama dari samping.
"Ayo kita ke bawah Dimas sudah menunggu," ajak Mama Erika dengan lembut.
Kegugupan kembali lagi melanda Arieska. Keringat dingin muncul di telapak tangannya saat sang mama menuntunnya keluar kamar.
__ADS_1
"Ya Tuhan sebentar lagi aku akan menjadi istri dari seorang yang dulu dan sampai sekarang sangat aku cintai. Berikan kebahagiaan untuk pernikahan kami nanti karena aku sudah sangat menunggu dimana Dimas akan menjadikan aku istrinya dan sekarang adalah saatnya," gumam Arieska di dalam hatinya.
Sedangkan Dimas dengan di dampingi oleh Dero selaku papa kandungnya dan juga Raka sejak tadi menghembuskan napasnya dengan perlahan karena gugup yang mendera hatinya saat ini.
Papa Dero menepuk punggung Dimas dengan pelan. "Papa bahagia masih bisa melihat kamu menikah dengan Arieska," bisik Papa Dero dengan bahagia.
Dimas hanya tersenyum tipis menanggapi ucapan papanya. "Aku gugup Pa," bisik Dimas dengan lirih.
"Santai, Nak. Papa juga pernah merasakan itu semua. Setelah kamu berhasil melewati ini semua pasti rasa gugup itu akan hilang," jawab papa Dero dengan terkekeh.
Dimas tak lagi menjawab karena matanya menangkap sosok bidadari yang sedang berjalan mendekat ke arahnya. Degup jantung Dimas kembali berdetak dengan sangat cepat kala Arieska tersenyum ke arahnya. Dimas menganga karena Arieska lebih cantik ketika memakai gaun pengantin, ia seperti melihat sosok bidadari tak bersayap yang sekarang akan menjadi istrinya.
Arieska duduk di sebelah Dimas membuat lelaki itu menahan napasnya saat wangi tubuh Arieska menyeruak ke indra penciumannya.
"Ijab kabul sudah bisa dimulai?" tanya penghulu kepada semua yang ada di sana.
"Bisa Pak!" jawab Dimas dengan cepat membuat semua tamu yang ada di sana menahan tawanya saat Dimas terdengar tidak sabaran.
"Baiklah!" ucap penghulu dengan tersenyum.
Papa Haris menjabat tangan Dimas dengan erat. Matanya terlihat begitu tajam ke arah Dimas, seakan ada sesuatu yang ingin ia katakan hingga kata sah begitu tersengar sangat keras.
__ADS_1
Dimas dan Arieska menghela napas dengan lega. Akhirnya mereka menjadi pasangan suami istri walau banyak masalah yang datang saat Arieska memperjuangkan cintanya.
Arieska mencium tangan Dimas dengan hikmat, bahkan matanya berkaca-kaca karena ia tak menyangka jika mulai detik ini ia sudah menjadi istri seorang lelaki yang sangat ia cintai.
"Terima kasih telah mau menjadi istri dari seorang lelaki pendosa sepertiku, Sayang. Aku janji dan akan buktikan jika aku bisa membahagiakanmu," bisik Dimas dengan mesra di telinga Arieska setelah ia mengecup kening Arieska dengan lembut.
"Terima kasih juga telah mau menerimaku menjadi istrimu Mas. Kita lewati semuanya bersama-sama karena aku ingin bahagia bersama kamu," jawab Arieska dengan pelan.
Tak jauh dari mereka ada seseorang yang mengintip di balik tembok. "Kamu sangat tampan, Sayang. Maafkan Mama yang selama ini telah mengabaikan kamu."
Setelah berkata seperti itu wanita paruh baya itu berlalu pergi sebelum ketahuan dengan orang-orang yang mengenalnya di sini.
Jelita yang menatap haru kakaknya yang sudah menikah dengan Arieska. di sampingnya Rasyad yang mendampinginya, matanya menatap sosok yang sangat ia kenal walau belasan tahun tidak bertemu.
"Mama!" gumam Jelita dengan lirih. Ia ingin mengejar seseorang yang sangat mirip dengan mama kandungnya, tetapi tangannya dipegang oleh Rasyad.
"Mau kemana, Sayang? Ini acara penting dan malam ini juga kita akan melakukan resepsi pernikahan," bisik Rasyad yang membuat Jelita kembali duduk dengan keadaan gelisah.
"Aku gak salah lihat. Tadi itu mama, apa mama mengetahui pernikahan kak Dimas? Apa kak Raka yang memberitahunya? Apa papa dan kakek juga ada di Indonesia?"
Banyak sekali pertanyaan dibenak Jelita sekarang yang membuat gadis itu gelisah. Wajah gelisah Jelita juga tak luput dari pandangan Rasyad.
__ADS_1
"Ada apa dengan istriku?"