Click Your Heart

Click Your Heart
Part 12


__ADS_3

"Heh nih anak ditanya malah hah heh hah heh," geram Irma.


"Dale*man lo ilang?" tanya Cindy.Irma mengangguk cepat.Sontak Cindy tertawa terbahak-bahak.


"Sialan lo malah ngetawain gue, pokoknya gak mau tahu ganti da*leman gue yang ilang," perkataan Irma membuat Cindy mendelik.


"Lah ko gue yang harus ganti yang nyuri kan bukan gue," protes Cindy dengan nada bicara yang ditinggikan.


"Bodo, kalau sampai lo gak mau ganti habis lo sama gue," Irma menggerakkan tangannya seolah memotong lehernya sendiri.Cindy jadi bergidik ngeri.


Setelah gadis itu mandi.Cindy memutuskan untuk membeli da*laman wanita di sebuah mall.


Setelah mendapatkan barang yang ia cari, Cindy melangkahkan kakinya keluar.Tapi rasanya ada yang aneh saat semua mata tertuju padanya.Cindy yang merasa menjadi pusat perhatian menjadi bingung."Kenapa mereka pada ngelihatin gue gitu sih?" Cindy merasa risih.


...***...


Devon selesai meeting dengan koleganya yang ada di sebuah restoran di dalam mall.Kebetulan waktu itu meeting selesai dengan cepat.Devon dan Bayu meninggalkan restoran tersebut.Lalu ia tak sengaja melihat Cindy sedang berjalan sendirian.


Tapi mata Devon yang mengamati sekitar seolah menangkap keanehan.Devon pun mendekat ke arah Cindy tapi Cindy tidak mengetahuinya. Bayu masih mengekorinya.


Tiba-tiba Devon membuka jasnya dan menutup bagian pantat Cindy. Gadis itu tersenyak kaget saat seseorang memegang bagian belakangnya. Ia membelalakkan mata saat menoleh.

__ADS_1


"Pak, anda..." belum selesai Cindy berbicara Devon menyela. "Ikutlah dengan saya!" kata Devon sambil menutup bagian belakang Cindy dengan jasnya yang mahal dan menggiringnya ke toilet.


Jantung gadis itu terasa ingin loncat dari tempatnya.Ia semakin gugup saat Devon memegang pinggangnya sambil berjalan.


"Kenapa anda mengajak saya ke sini?" tanya Cindy tidak mengerti.


Devon membuka jas yang ia gunakan untuk menutupi pantat Cindy. "Lihatlah bagian rokmu."


Cindy merasa malu saat bagian pantatnya terlihat merah. "Maaf," ucapnya kemudian.


"Bayu tolong belikan baju untuk nona Cindy secepatnya," perintahnya pada Bayu. Bayu mengangguk patuh.


"Nona kalau begitu saya permisi dulu, tunggulah Bayu dia akan membawakanmu baju ganti," kata Devon kemudian berlalu meninggalkan Cindy.


Tak lama kemudian Bayu memberikan baju ganti untuk Cindy. "Pak bagaimana cara saya menggantinya harga pakaian ini sangat mahal," tanya Cindy setelah melihat harga yang tertera di baju itu.


"Anda tidak perlu menggantinya nona, tapi datanglah besok ke kantor pak Devon untuk berterima kasih padanya," kata Bayu.


"Baik, pak besok saya akan datang," kata Cindy kemudian ia masuk ke dalam toilet untuk mengganti bajunya.


Setelah mengganti bajunya ia bercermin. "Pakaian mahal emang beda," gumamnya saat melihat tampilan dirinya di cermin.

__ADS_1


Kemudian Cindy keluar dari mall. Ia pulang menaiki taksi online karena Bayu membelikannya sebuah dress. Mustahil baginya kalau harus menaiki ojek.


Cindy turun di depan kantornya. Ternyata sudah banyak orang yang mengantri di dalam kantor biro jodoh miliknya.


"Ren, ada apa?" tanya Cindy tidak mengerti.


"Iklan kita sukses besar mam, mereka ini mau dicarikan jodoh sama mami," jawab Irene kegirangan.


Cindy menganga mendengar kata-kata Irene.Dia pun segera masuk ke dalam ruangannya.


Seorang wanita menghadap pada Cindy. "Mbak saya ingin dijodohin sama yang cowok yang ada di video yang kalian upload," ucapnya to the point.


"Baik nanti kami akan atur jadwal temu kalian," ucapan Cindy membuat wanita bertubuh pendek itu merasa senang.


Cukup banyak klien yang dilayani hari ini. Cindy menggerakkan badannya untuk mengusir capek."Ren sepertinya kita perlu tambahan karyawan deh," usul Cindy.


"Oke mam segera dibuatkan brosur untuk lowongan pekerjaan," kata Irene mematuhi perintah Cindy.


Setelah itu Cindy menghubungi nomor Dio."Dio kami sudah menemukan kandidat calon pasangan kamu, besok kita aturkan jadwalnya tolong kerjasama nya ya," kata Cindy pada Dio melalui sambungan telepon.


"Alan besok kamu reservasi tempat ya,bantu Irene yang sedang kuwalahan," perintah Cindy pada Alan.

__ADS_1


"Siap mam," jawab Alan.


__ADS_2