
Othor mohon dukungannya ya dengan memberikan vote 🙏
...❤️❤️❤️...
Devon pulang dalam keadaan marah. "Cindy," teriak Devon.
"Mas sudah pulang," Cindy menyambut kedatangan suaminya.
"Apa kau bertemu dengan Lisa tadi?" Tanya Devon.
"Ya mas. Dan mas tahu kalau dia ..." Belum selesai Cindy berbicara Devon lebih dulu menyelanya.
"Tega sekali kamu membuat dia keguguran." Perkataan Devon membuat Cindy tidak mengerti.
"Mas, dia tidak hamil." Cindy menciba meyakinkan suaminya.
"Darimana kamu tahu kalau dia tidak hamil?" Selidik Devon.
"Aku sengaja menjulurkan kakiku agar dia terjatuh tadi dan dia..." Lagi-lagi Devon menyela.
"Cindy, kenapa kamu bisa berbuat senekad itu?" Devon merasa kecewa lalu meninggalkan istrinya.
"Mas tunggu dengarkan penjelasanku!" Teriak Cindy memanggil suaminya tapi Devon tak menghiraukan dirinya.
Devon mendudukkan diri di tepi ranjang. Ia mengusap wajahnya yang frustasi. "Apa aku terlalu curiga pada Lisa sehingga aku tak mempercayai dirinya. Oh Tuhan aku merasa iba karena dia mengalami keguguran," gumam Devon seorang diri.
Cindy menyusulnya di kamar. Devon acuh pada Cindy. Ia memilih masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri. Cindy hanya bisa menghela nafas. "Kenapa urusannya malah ribet seperti ini sih?" Ucap Cindy yang kesal.
Niatnya memberi tahu kalau Lisa hanya pura-pura hamil malah tidak dipercaya suaminya. "Aku tidak tahu lagi bagaimana cara memisahkan Lisa darimu Mas," ucapnya dengan wajah sendu.
Tentu saja dia sedih. Tidak ada wanita di dunia ini yang rela cinta suaminya dibagi dengan wanita lain. Tidak ada wanita di dunia ini yang mau dipoligami atau dimadu dengan wanita manapun. Pasti hanya rasa sakit yang akan dirasakan jika suaminya berbagi cinta.
...***...
Keesokan harinya Devon menjenguk Lisa. Sebelum masuk ke ruangannya Lisa mendengar ia sedang menelepon seseorang. "Kau tahu aku sedang berusaha mengambil hati Devon Danz Smith, pengusaha terkaya di kota ini, aku akan menjadi wanita yang paling bahagia jika bisa menjadi istrinya sekalipun menjadi istri keduanya," kata Lisa pada temannya melalui sambungan telepon.
Devon yang mendengar itu mengepalkan tangannya. Ia kemudian mencari tahu pada dokter yang merawat Lisa.
"Katakan sebenarnya, apa Lisa hanya bersandiwara?" Tanya Devon pada dokter yang menangani Lisa.
Dokter itu tak menjawab. "Aku akan bayar dua kali lipat uang yang diberikan Lisa padamu," janji Devon pada dokter itu sambil mengeluarkan cek kosong yang siap ditulis berapapun jumlahnya.
__ADS_1
"Baiklah, saya akan berkata jujur." Dokter itu sepertinya tertarik pada tawaran Devon. "Dia memang bersandiwara."
"Sial aku dibohongi," geram Devon.
Lalu Devon masuk ke ruangan Lisa. "Bagaimana keadaanmu?" Tanya Devon pada wanita itu.
"Aku sudah baikan Mas. Tapi aku masih sangat sedih karena kehilangan bayiku," Lisa mulai sandiwara lagi.
Devon menarik sudut bibirnya. "Aku senang karena aku tak harus menikahimu." Kata-kata Devon sungguh mengejutkan Lisa.
"Mas, mas tega mengatakan itu padaku yang sedang bersedih?"
"Tidak usah berpura-pura lagi, aku sudah tahu siasat licikmu, bahkan dokter yang merawatmu sudah mengaku kalau dia hanya orang yang kau bayar untuk bersandiwara."
Lisa terkejut karena rencananya diketahui oleh Devon. Ia mengepalkan tangannya karena kesal.
"Mulai sekarang jangan coba-coba menganggu keluargaku lagi, jika sampai itu terjadi maka aku tidak segan-segan memasukkanmu dalam bui," ancam Devon dengan tatapan mata nyalang.
Setelah itu Devon keluar dari ruangan itu. Ia berpikir untuk meminta maaf pada istrinya karena ia sempat tidak percaya pada Cindy. Oleh karena itu Devon membeli buket bunga di toko bunga milik temannya Nuna. Nuna adalah teman kuliah Devon.
"Hai Nun, long time no see," sapa Devon.
"Hai Dev, tumben kemari ada apa?" Tanya Nuna basa-basi.
"Tentu saja, tunggulah sebentar aku akan merangkaikan bunga yang cantik untuk istrimu," ucap Nuna sambil tersenyum.
Tak butuh waktu lama, Devon menerima buket bunga yang cantik dari Nuna. "Ini cantik sekali, istriku pasti suka," gumam Devon.
"Tentu saja, pulanglah bujuk istrimu agar tidak marah lagi."
"Hei bagaimana kau bisa tahu?" Devon menjadi heran.
"Kau ini bukan laki-laki yang suka membelikan hal-hal romantis semacam ini, apalagi alasannya kalau tidak untuk membujuk istrimu."
"Ya terima kasih banyak."
*Kisah Nuna ada di novel MENCINTAI MAS GANTENG ya*
Devon kembali ke rumahnya dengan membawa sebuket bunga yang begitu besar dan cantik.
Cindy mengerutkan keningnya ketika dia melihat Devon sudah berada di rumah padahal belum saatnya jam pulang kantor.
__ADS_1
Ia melihat tangannya menyembunyikan sesuatu tapi masih terlihat olehnya. Cindy mengulum bibirnya.
"Untukmu," Devon memberikan buket bunga yang ia beli untuk istrinya.
"Cantik sekali," batinnya dalam hati. Cindy masih dalam mode ngambek karena Devon sempat tak percaya pada omongannya.
"Dalam rangka apa?" Tanya Cindy ketus.
"Aku minta maaf karena tidak percaya pada istriku yang cantik ini," ucap Devon dengan penuh penyesalan.
"Hanya itu?" Tanya Cindy pada suaminya.
Devon mengerutkan keningnya. "Katakan padaku kesalahan mana lagi yang kuperbuat?" Tanya Devon tak mengerti.
"Sudahlah, aku mau memaafkanmu Mas. Tapi berjanjilah kau tidak akan menduakan aku lagi."
"Tentu saja sayangku, kalau tidak karena dijebak oleh Lisa aku tak akan pernah mengkhianatimu," Devon membela diri.
Cindy berhambur ke pelukan suaminya. Devon mencium puncak kepala istrinya yang ia sayangi.
...***...
Lisa yang tida bisa menaklukan Devon kini berharap bisa kembali pada Bayu. Ia menemui Bayu di apartemennya. "Mau apa kau datang ke sini? Bukankah urusan kita sudah selesai," kata Bayu dengan ketus.
"Tidak Bay, aku masih mencintaimu. Aku ingin kembali padamu saja," bujuk Lisa.
"Cih, apa Pak Devon masih tak menghiraukan mu sehingga kau frustasi dan memilih kembali padaku?" Selidik Bayu.
"Bukan begitu Bayu, aku memang tidak seharusnya menggangu rumah tangga mereka. Kalau saja waktu itu Tommy yang meminum minuman itu mungkin ku tak perlu berurusan dengan atasanmu."
"Pulanglah. Aku sudah tidak menginginkanmu lagi." Bayu mengusir Lisa.
"Sebenarnya siapa sih perempuan yang berhasil mengambil hatimu aku jadi penasaran," kata Lisa dengan sinis.
"Apa dia secantik aku?" Imbuhnya lagi lalu pergi karena merasa tak diterima oleh mantan tunangannya itu.
Bayu jadi teringat dengan Irma. "Bagaimana kabarnya sekarang?"
Di tempat lain, Irma kini tinggal di sebuah rumah yang ia kontrak. Ia tinggal seorang diri. Semenjak tahu dia hamil, Irma tak lagi melayani pria hidung belang manapun.
Kandungan Irma kini menginjak tiga bulan. Ia tidak tahu kenapa dia bisa hamil padahal seingatnya dia selalu mengkonsumsi pil kontrasepsi setiap hari untuk mencegah kehamilan.
__ADS_1
"Apa ini cara Tuhan menegurku agar aku berhenti dari pekerjaan laknat itu?" Gumam Irma sambil mengelus perutnya yang belum membuncit.