Click Your Heart

Click Your Heart
Part 72


__ADS_3

Bayu menghadap Devon. Meski ada rasa kecewa pada atasannya itu setelah ia berselingkuh dengan Lisa, tapi Bayu tetap bersikap profesional.


"Pak, saya menyerahkan berkas yang harus anda tanda tangani sekarang," ucap Bayu dengan ekspresi wajah datarnya.


"Bayu, apa kau sama sekali tidak marah padaku?" Tanya Devon pada Bayu.


"Saya dan Lisa memang tidak pernah saling menyukai pak. Bagi saya tidak masalah dia memilih laki-laki lain tapi kenapa harus dengan anda? Jujur ada rasa kecewa ketika mengetahui anda pernah tidur bersama Lisa. Tapi kekecewaan itu karena anda mengkhianati istri anda yang telah anda perjuangkan sedemikian berat, tapi kini anda sendiri yang membuatnya kecewa."


Devon berjalan ke pinggir jendela dan menatap pemandangan yang ada di luar gedung.


"Aku tidak pernah berpikir untuk mengkhianatimu dengan menjalin hubungan dengan tunanganmu, Bayu. Aku tidak tahu bagaimana pagi itu aku sudah ada bersamanya di tempat tidur. Aku sama sekali tidak mengingat apa-apa."


"Pak lalu apa yang akan anda lakukan selanjutnya?" Tanya Bayu.


"Aku dihadapkan pada pilihan yang sulit, mempertahankan istriku atau menerima kehadiran wanita lain tanpa memutus hubungan dengan istri pertama," ungkap Devon.


Bayu tahu jika atasannya itu sedang dilema. "Sebaiknya anda pikirkan baik-baik pak. Keputusan anda mentukan masa depan anda."


Devon kembali duduk di kursi kebesarannya. "Kenapa kau tidak memintaku untuk bertanggung jawab pada Lisa setelah dia mengaku hamil anakku?" Tanya Devon curiga.


"Karena saya kenal Lisa, dia bukan wanita yang puas dengan satu laki-laki, Pak. Jadi sebaiknya anda tidak mengambil keputusan yang salah dalam hal ini," ungkap Bayu yang terkesan lebih memihak atasannya ketimbang tunangannya itu.


Devon mengulas senyumnya. "Kau benar, maka dari itu aku perintahkan kau untuk menyelidiki kasus ini. Aku tidak mau Lisa mengarang cerita. Istriku sudah tidak mempercayaiku sekarang. Aku butuh bukti kalau Lisa menjebakku."


"Baik, Pak. Saya akan mulai memeriksa CCTV yang ada di restauran tempat anda makan bersama Pak Tommy," kata Bayu kemudian ia pamit undur diri.


Devon menatap pemandangan di luar jendela yang ada di ruangannya. "Aku harap Lisa tidak benar-benar hamil anakku, karena aku tidak mau membagi cinta dengan wanita lain selain Cindy," gumam Devon sambil menyesap kopi di cangkir yang ia pegang.


...***...


"Dasar wanita sialan, berani-beraninya dia mendatangi rumahku semalam. Kamu tahu aku ingin sekali menjambak rambutnya sampai rontok." Cindy menceritakan kekesalannya pada Irene. Ia hanya mengacak-acak makanan yang ia pesan.

__ADS_1


Saat jam makan siang, Cindy meminta Irene bertemu di sebuah kafe yang tak jauh dari tempat Irene bekerja.


Irene meminum jus jambu yang ia pesan. "Aku juga kesel denger cerita kamu Mam," kata Irene.


"Jadi apa yang harus aku lakukan pada wanita sialan itu?" Perkataan Cindy merujuk pada Lisa.


"Sebaiknya jangan gegabah, kita amati saja dulu selama suamimu belum mengambil keputusan seharusnya tidak jadi masalah bukan?" Irene memberi saran.


"Ya, kau benar. Aku juga tidak mau terlihat jahat di mata mas Devon karena membalas perbuatan Lisa yang licik itu."


"Setuju, main cantik saja," kata Irene.


...***...


Bayu mulai menanyai bagian keamanaan di restauran yang dikunjungi Devon pada malam itu. Ia menemukan hal janggal ketika seorang pelayan memberikan minuman untuk kedua kalinya pada Devon dan Tommy.


"Coba putar adegan sebelum ini, aku ingin lihat apa saja yang dilakukan oleh pelayan ini sebelumnya?" Perintah Bayu pada petugas yang mengawasi CCTV di restauran tersebut.


"Panggil pelayan yang ada di CCTV itu sekarang!" Perintah Bayu dengan tegas.


"Maaf Pak. Seingat sya dia sudah mengundurkan diri beberapa minggu yang lalu," jawab petugas keamanan itu.


"Sial, rupanya Lisa menghilangkan bukti agar dia tidak ketahuan, dasar wanita licik," gumam Bayu.


Tak habis pikir ia pun menanyakan alamat tinggal pelayan itu pada manager restauran tersebut. Setelah mendapatkan alamatnya, Bayu segera menuju ke alamat itu.


Saat ini Bayu berada di sebuah rumah yang terlihat kosong. "Tuan, anda sedang mencari siapa?" Tanya seorang tetangga yang lewat dan melihat Bayu.


"Dimana pemilik rumah ini? Kenapa rumahnya tampak sepi?" Tanya Bayu pada wanita yang bertubuh tambun itu.


"Ini rumah saya tapi tiga minggu yang lalu ada yang mengontrak tapi sekarang dia pulang ke kampung halamannya," ungkap wanita itu.

__ADS_1


"Apa anda tahu alamatnya tinggal sekarang?" Tanya Bayu. Wanita itu menggeleng.


Setelah itu Bayu kembali ke kantor untuk melapor pada atasannya. "Pak, ternyata Lisa menyuruh orang untuk membuat anda tidak sadarkan diri waktu itu," ungkap Bayu.


Devon mengerutkan keningnya. "Lalu apa motifnya? Apa benar dia menginginkan hartaku sehingga dia menjebakku?" Tanya Devon pada asistennya.


"Saya tidak tahu, Pak." Bayu tidak memberi tahu Devon kalau sebenarnya niat Lisa adalah menjebak Tommy bukan atasannya itu.


"Aku rasa dia tidak perlu tahu kalau dia tahu masalah akan semakin rumit dan dia tidak akan percaya lagi padaku," gumam Bayu dalam hati.


"Baiklah aku rasa cukup untuk hari ini, selanjutnya biar aku sendiri yang akan menangani masalahku, aku tidak mau di bodohi oleh seorang wanita begitu saja." Devon menarik ujung bibirnya.


...***...


Di tempat lain Cindy sedang berjalan-jalan dengan anaknya usai pertemuannya dengan Irene. Ia tak sengaja bertemu dengan Lisa ketika berada di supermarket.


"Tidak disangka kita bertemu di sini, bukankah kita harus saling mengakrabkan diri karena kita akan tinggal satu atap bersama dengan suami yang sama," kata Lisa dengan percaya diri.


Cindy memutar bola matanya malas. "Jangan terlalu percaya diri nona Lisa, belum tentu suamimu mau menikahi wanita culas sepertimu," ucap Cindy diiringi senyum mengejek.


Lisa tersenyum pada Cindy. "Kau lupa aku sedang mengandung anak dari suamimu, tentu saja dia harus bertanggung jawab dengan menikahiku," balas Lisa tak mau kalah.


Cindy mencengkeram pegangan troli dengan kuat karena menahan marah. "Tapi yang aku lihat kau tidak seperti orang hamil muda," kata Cindy setelah mengamati wajah Lisa yang nampak segar tak seperti wanita hamil lainnya di awal trimester pertama.


"Bukankah tidak semua wanita yang hamil itu mengalami mual muntah, lihatlah aku begitu sehat menjalani kehamilanku ini."


"Baiklah, aku tidak mau berdebat denganmu lagi, permisi." Cindy mendorong trolinya lalu melenggang pergi meninggalkan Lisa.


Lisa yang merasa berhasil membuat Cindy kesal tersenyum lebar. "Ini tidak seberapa Cindy, aku akan menendangmu dan menggantikan posisimu di rumah yang sekarang kau tinggali," gumam Lisa menatap kepergian Cindy.


...❤️❤️❤️...

__ADS_1


Othor mau bagi-bagi hadiah ya buat yang ngirim vote terbanyak


__ADS_2