
Setelah beberapa hari di rumah sakit Lisa akhirnya bisa dibawa pulang. Sang ayah menceritakan semuanya pada Lisa. Lalu mereka mendatangi Bayu di rumahnya. Lebih tepatnya di rumah Bagas karena sang anak berada di bawah pengasuhan Sarah saat ini selama Irma masih di rumah sakit.
"Lisa? Apa kau sudah baikan? Maaf aku tidak sempat menjenguk." Tanya Bayu khawatir.
"Mas, bagaimana kabarmu?" Tanya Lisa pada mantan tunangannya itu.
"Aku baik," jawabnya singkat.
"Tidak perlu berbasa-basi. Kami ke sini untuk menagih janjimu," ucap ayah Lisa.
"Aku akan memenuhi janjiku tapi bisakah kita menunggu sampai istriku sadar dari komanya. Aku ingin menikah dengan persetujuannya."
"Bagaimana kalau dia tidak menyetujui pernikahanmu dengan Lisa?" Tanya ayah Lisa yang geram.
"Mari bicara di dalam kita bisa bicara baik-baik," Lisa dan keluarganya menuruti permintaan Bayu.
"Saya salah saya telah membuat Lisa menderita seumur hidup tapi berikan saya kesempatan untukku meminta izin terlebih dahulu pada istri saya walau pada akhirnya dia tidak menyetujui. Saya akan tetap menikahi Lisa dengan atau tanpa persetujuan Irma. Namun setidaknya saya sudah mengutarakan keinginan saya."
"Baiklah aku percaya kepadamu." Lisa dan keluarganya kembali ke rumah mereka.
*
*
*
Bayu bekerja di kantor Devon seperti biasa. Namun semenjak kejadian kecelakaan yang menimpanya dia tidak bersemangat melakukan pekerjaan.
"Apa masalahmu belum beres Bay?" Tanya Devon yang peduli dengan asisten pribadi itu.
"Mereka mendesak saya untuk menikahi Lisa secepatnya Pak."
"Kamu beneran mau menikahi dia. Bukankah waktu itu orang tuanya telah aku berikan uang agar mereka mau melupakan kasus yang menimpamu."
"Saya memang harus bertanggung jawab kepada Lisa saya telah membuat dia menderita seumur hidup."
"Kamu jangan terus menerus menyalahkan diri kamu sendiri Bay. Bukankah kamu tidak merencanakan untuk mencelakainya? Semua sudah diatur oleh Yang Maha Kuasa."
"Lalu saya harus bagaimana Pak? di satu sisi saya tidak mau menyakiti istri saya tapi di sisi lain ada wanita yang harus menanggung beban penderitaan seumur hidupnya karena kesalahan saya?" Tanya Bayu yang frustasi.
"Pilih salah satu diantara mereka! Jika kamu memilih istri dan anakmu kamu harus melepaskan Lisa. Tapi jika kamu memilih Lisa kamu harus rela kehilangan Anak dan istrimu."
__ADS_1
Bayu seperti makan buah simalakama dihadapkan pada sesuatu yang sulit untuk dipecahkan.
Devon menceritakan hal itu kepada Cindy. Cindy yang notabene adalah sahabat Irma tentu tidak terima dengan keputusan Bayu.
"Aku harus bicara pada Lisa," gumam Cindy. Dia pergi menemui Lisa tanpa sepengetahuan suaminya.
Tok tok tok
Lisa membukakan pintu untuk tamunya. Manusia terkejut ketika melihat berada di ambang pintu. Cindy menerobos masuk ke dalam rumah Lisa.
"Ada urusan apa anda kemari?" Tanya Lisa dengan ketus.
"Aku ke sini ingin minta maaf kepadamu karena telah menuduhmu mencuri uang toko."
"Saya sudah melupakan kejadian waktu itu."
"Baik. Kita lupakan masa lalu aku ke sini juga ingin membicarakan sesuatu kepadamu."
Lisa mengerutkan keningnya. "Apa itu?"
"Irma masih dalam keadaan, apakah kamu tega menikah dengan suaminya?"
Sebenarnya Lisa tidak menuntut Bayu menikahinya. Tapi bagaimana kehidupannya di masa mendatang. "Anda hanya memikirkan perasaan Irma karena dia adalah sahabat anda. Bagaimana kalau anda berada di posisi saya?" Tantang Lisa.
"Aku tidak meminta Mas Bayu untuk menduakan istrinya. Bukankah dia sendiri yang ingin menikah denganku?"
"Kamu terlalu egois jika memikirkan kepentingan pribadi."
"Anda bilang saya egois hanya karena saya ingin mendapatkan hak saya?"
"Apa kamu tega memisahkan bayi yang baru lahir dengan ayahnya di saat ibunya sedang koma?"
"Dia masih beruntung bisa memiliki anak sedangkan saya? dari mana saya bisa memiliki anak jika saya rahim diangkat tolong perhatikan perasaan saya juga," Lisa tak kuasa menahan tangis.
"Saya harap kamu menjadi wanita yang bijak. Aku tahu kamu telah berubah kamu sekarang bukan Lisa yang dulu. Aku pamit." Cindy keluar dari rumah Lisa.
Lisa terus memikirkan omongan Cindy. Di satu sisi jika dia tidak menikah dengan Bayu maka selamanya dia akan sendiri. Namun jika dia menikahi Bayu maka dia akan menghancurkan rumah tangga Bayu dengan istri pertamanya itu artinya dia menjadi seorang pelakor.
"Aku tidak pernah bercita-cita menjadi seorang pelakor. Tapi kehidupan selalu menyeretku ke arah sana. Tuhan apakah engkau menghukumku dengan cara seperti ini atas perbuatanku yang dulu?" Lisa menangis di dalam kamarnya.
*
__ADS_1
*
*
Setelah Irma di nyatakan koma, sebulan kemudian dia menunjukkan tanda-tanda sadar. Saat itu Bayu melihat Irma menggerakkan jarinya. Kemudian Bayu memanggil dokter dan perawat untuk memeriksa istrinya.
"Alhamdulillah istri anda sudah melewati masa kritisnya, jika perkembangan kesehatannya baik maka dia bisa pulang dalam beberapa hari."
Bayu sangat bahagia mendengar kabar yang disampaikan oleh dokter yang merawat istrinya. "Terima kasih banyak dok."
Benar saja setelah 2 hari diperbolehkan pulang. "Hati-hati jalannya sayang, kamu baru saja sembuh," kata Bayu dengan penuh perhatian.
Dari kejauhan Lisa memperhatikan interaksi keduanya. "Padahal kamu sudah berjanji akan menikahiku tapi kamu melupakan janji yang kamu buat sendiri Mas," gumam Lisa.
Hatinya sakit melihat Bayu bersikap mesra terhadap istri sahnya. Lisa mengepalkan tangan menahan amarahnya. Dia beranikan diri untuk mendekat ke arah Bayu dan istrinya.
"Mas Bayu," panggil Lisa.
"Lisa?" Bayu terkejut.
"Apa kamu lupa dengan janjimu yang akan menikahi aku Mas?" Irma syok mendengar omongan Lisa. Dia memberikan tatapan tajam pada suaminya.
"Kita bisa bicarakan itu nanti tolong biarkan Irma beristirahat terlebih dahulu."
"Sebenarnya kamu itu serius apa tidak dengan ucapanmu Mas. Aku terus berharap kepadamu tapi kamu hanya memberikan harapan palsu padaku." Lisa mulai meneteskan air mata.
"Apa yang terjadi selama aku koma?" Tanya Irma.
"Aku telah menabrak Lisa. Dia terluka parah di bagian perutnya."
"Aku tidak bisa memiliki anak karena suamimu perutku terluka parah sehingga dokter harus mengangkat rahimku."
Irma menggerakan kepalanya cepat ya menolak untuk menerima kenyataan. "Katakan apa yang dia bilang itu tidak benar Mas?"
"Aku minta maaf kepadamu tapi semua yang dikatakan oleh Lisa benar adanya."
Irma terduduk sambil menangis. "Kenapa nasib selalu mempermainkan kita Mas." Dia tidak menyalahkan suaminya melainkan menyalakan nasib yang selalu memberinya keadaan sulit.
"Jangan begini ayo bangun." Bayu mengangkat bahu istrinya.
"Pilih salah satu diantara kami. Aku tidak bisa menetap dengan orang yang menyakiti perasaan orang lain. Jika kamu memilih Lisa ceraikan aku." Keputusan Irma membuat Bayu bingung.
__ADS_1
"Aku belum bisa menentukan siapa yang aku pilih di antara kalian."