Click Your Heart

Click Your Heart
Part 164


__ADS_3

...Keputusan adalah hal yang paling sulit untuk dibuat terutama ketika itu adalah pilihan antara di mana kamu seharusnya dan di mana kamu ingin berada....


"Lisa bisakah kamu pulang dulu! Beri aku kesempatan untuk berpikir."


"Baiklah aku harap keputusan yang kamu ambil adalah pesan yang tepat tidak merugikan aku tentunya," ucap Lisa dengan nada sinis.


Bayu membawa istrinya masuk ke dalam rumah. "Jangan sentuh aku Mas."


Bayu menghembuskan nafasnya kasar. "Maafkan aku," ucapan Bayu menghentikan langkah Irma. Lalu wanita itu menoleh.


Irma memberikan tatapan tajam kepada suaminya. "Bagaimana bisa kamu mengambil keputusan ketika aku sedang koma. Kamu tega menduakan aku, kamu tega berpaling dariku?" Ucap Irma sambil berderai air mata.


Bayu ingin memeluk Irma tapi dia menolaknya. "Aku mohon mengertilah. Aku telah membuat Lisa menderita seumur hidup. Dia tidak memiliki kesempatan untuk punya keturunan itu semua karena salahku, apa salah jika aku bertanggung jawab?"


"Tidak salah Mas. Tapi caramu itu tidak bisa ku terima. Hatiku sakit."


"Lalu aku harus bagaimana untuk mempertanggungjawabkan perbuatanmu? Dia menderita karena aku." Ucap Bayu penuh penekanan.


"Berhenti menyalakan diri kamu sendiri Mas. Bukankah kamu tidak menginginkan semua ini terjadi. Semua sudah diatur oleh Tuhan."


"Aku tidak bisa mengabaikan Lisa begitu saja."


"Mas Bayu bisa memberinya uang bukan? Berikan berapapun yang dia mau. Aku sungguh tidak mampu berbagi suami dengan wanita lain."


"Aku mengerti perasaanmu tapi bagaimana jika kamu berada di posisinya? Bukankah kamu menginginkan aku untuk menikahi kamu karena kamu berpikir tidak akan ada orang yang menikahi kamu setelah mengetahui bahwa kamu tidak bisa memiliki keturunan?"


Irma diam saja tak membalas perkataan suaminya. "Aku tetap pada pendirianku. Kamu mungkin bisa beristri dua tetapi belum tentu kamu bisa berlaku adil. Aku hanya tidak mau kecewa jika menjalani kehidupan dengan maduku. Aku hanya tidak mau merasa sakit hati melihat kalian bermesraan di depanku."


Bayu pusing memikirkan jalan keluar masalahnya. Oleh karena itu dia berdiskusi dengan Bagas.


"Menurutmu apa yang harus aku lakukan?" Tanya Bayu pada abangnya.

__ADS_1


"Niatmu menikahi dia untuk menyelamatkan hidupnya memang tidak salah, tapi kamu sudah memiliki istri tentu kamu harus menjaga perasaannya apalagi dia baru saja melahirkan seorang anak dan anak itu masih butuh perlindungan kamu. Apakah kamu akan melepaskan mereka hanya demi wanita lain?"


"Aku tahu kamu kasihan kepadanya. Kamu memikirkan masa depannya karena kamu merasa bersalah telah membuat dia menderita tapi kamu bisa menebusnya dengan cara yang lain."


"Misalnya apa?" Tanya Bayu tak mengerti.


"Berikan dia uang untuk menyambung hidupnya bukankah dia sedang mengalami kesulitan keuangan karena keluarganya bangkrut?" Saran Bagas.


"Tapi apakah tidak akan menyinggung perasaan mereka? aku takut mereka merasa terhina."


"Apa kamu sudah tanya dan minta persetujuan kepada Irma kalau kamu ingin menikah lagi? Lalu apa jawabannya?"


"Dia tidak menyetujuinya," jawab Bayu.


"Tentu saja karena tidak ada wanita yang mau dimadu. Pasti dia lebih memilih berpisah daripada melihat suaminya bermesraan dengan wanita lain."


"Ya tadi dia juga mengatakan hal yang sama denganmu."


"Pikirkan baik-baik, kamu harus tegas mengambil keputusan. Pilih Irma dan anaknya atau Lisa. Kamu harus bisa melepaskan salah satu dari mereka. Jangan egois dan jangan serakah. Kamu tidak bisa memiliki keduanya karena bagaimanapun keputusan yang kamu ambil pasti akan ada resikonya."


Lisa kembali ke rumah dengan keadaan kesal. Dia membuang tasnya ke sembarang arah. Kemudian dia duduk di tepi ranjang sesekali dia memukul ranjangnya.


Tok tok tok


"Apa mama boleh masuk?"


"Masuk saja Ma."


"Lisa, Apa benar kamu akan menerima lamaran Bayu? Kamu akan menikah dengannya?" Tanya sang ibu.


"Dari dulu aku ingin menikah tapi dengan siapa aku tidak tahu. Sekarang aku jadi begini karena dia tentu saja dia harus bertanggung jawab ma."

__ADS_1


"Tapi kamu tahu sendiri kan kalau Bayu sudah punya keluarga. Apa kamu tidak takut menyakiti perasaan istrinya? Dia baru saja melahirkan yang aku dengar seperti itu."


"Kenapa mama malah membela orang lain daripada anakmu sendiri?" Protes Lisa.


"Mama tidak ingin membela siapapun. Mama hanya ingin kamu bisa menghargai orang lain. Tidak bersikap egois meski kamu juga menderita. Kamu masih punya kami orang tua yang menyayangi kamu. Aku dengar Irma tidak memiliki keluarga bagaimana nasibnya jika dia meminta cerai dari Bayu? bukankah dia akan kesulitan mengurus anaknya yang masih bayi sendirian. Apalagi dia tidak bekerja. Apakah kamu berpikir sampai sana?"


Lisa menggelengkan kepala. "Tidak ma, aku hanya berpikir tidak akan ada laki-laki yang mau menerima aku sebagai pasangan mereka, jika mereka tahu aku tidak bisa menghasilkan keturunan. Pastinya pasanganku akan merasa kecewa dan aku memilih menerima Mas Bayu sebagai suamiku."


"Tuhan itu maha adil. Kami yakin jika Bayu tidak menjadi jodohmu maka ada orang lain yang lebih baik darinya yang dipersiapkan untukmu. Yang terpenting adalah kamu mau berubah maka jodohmu pasti akan dimudahkan oleh Tuhan. Percayalah pada Mama kami selalu mendoakan yang terbaik untukmu."


Lisa mendengarkan nasehat orang tuanya. "Aku akan pertimbangkan omongan mama aku juga tidak ingin menjadi wanita yang egois."


"Terima kasih nak. Mama hanya ingin kamu tidak terjebak dalam poligami ataupun menjadi perebut suami orang lain."


Lisa tidak bisa tidur dengan nyenyak. Nasehat dari ibunya terngiang-ngiang dipikirannya.


Keesokan harinya Lisa menemui Bayu. Tapi dia tidak menemui Bayu di rumahnya. Dia menemui Bayu pada saat jam makan siang di sebuah cafe.


"Apakah kamu meminta jawabanku sekarang Lisa?" Tanya Bayu.


"Sebelum kamu memberikan jawaban, aku ingin memberitahu kepadamu kalau aku menolak ajakanmu menikah."


"Kenapa?"


"Aku sudah pikirkan ini dengan matang. Aku akan pindah ke luar kota untuk membuka lembaran baru. Aku tidak ingin mengganggu kehidupan keluargamu. Aku sudah berubah Mas, aku bukan Lisa yang dulu. Aku ingin jadi wanita baik-baik. Jangan khawatirkan aku, aku bisa menjaga diriku sendiri."


"Tapi Lis.."


"Mas, Irma lebih membutuhkan kamu daripada aku. Tolong jangan menyakitinya, aku tahu rasanya disakiti. Meskipun aku juga menderita tapi aku tidak mau bersikap egois dengan merebut suami orang." Lisa menggenggam tangan Bayu. "Cukup doakan aku agar bisa menjalani kehidupanku dengan baik."


Bayu bercerai air mata mendengarkan keputusan Lisa. "Aku tidak tahu harus berkata apa padamu. Aku tahu kamu akan menjalani kehidupanmu dengan berat, apakah kamu yakin dengan keputusanmu ini?" Lisa mengangguk.

__ADS_1


Bayu berdiri kemudian memeluk Lisa. "Terima kasih telah membantuku mengambil keputusan. Aku tidak akan melupakanmu, sesungguhnya aku masih menyayangi kamu tapi aku bingung memilih siapa. Namun, setelah aku mendengar keputusanmu maka aku akan menghargai itu."


...Terkadang cinta itu tidak harus memiliki. Merelakan orang yang kita cintai demi kebahagiaannya adalah pilihan terbaik....


__ADS_2