Click Your Heart

Click Your Heart
Part 166


__ADS_3

Irene mulai senang menjalani hari-harinya bersama Kevin, bayi laki-laki yang ditemukan Tommy di dalam mobilnya.


"Kenapa polisi lama sekali mencari keberadaan orang tuanya?" Gerutu Tommy.


"Biarlah aku masih ingin merawat Kevin lebih lama. Aku tidak rela jika dia kembali pada orang tuanya yang tidak bertanggung jawab itu," jawab Irene.


"Tapi bagaimanapun jika orang tuanya meminta kembali kita harus mengembalikannya."


"Tidak bisakah kita mengadopsinya saja? bukankah orang tuanya telah membuang Kevin?"


"Aku tahu perasaan kamu, aku juga ingin memiliki anak tapi kita perlu meminta persetujuan orang tuanya terlebih dahulu."


Pucuk dicinta bulan tiba. Polisi mengabarkan kepada Tommy kalau orang tua membuang Kevin telah ditemukan. Tommy pun bergegas ke kantor polisi.


"Di mana orang tuanya?" Tanya polisi yang bertugas.


Polisi itu menunjuk ke arah wanita yang duduk di kursi.


"Jadi anda orang yang telah membuang bayi di mobil saya?" Tanya Tommy. Wanita yang berusia sekitar 20-an tahun itu mengangguk sambil menundukkan kepalanya.


"Apa alasan kamu? Kamu tahu di luar sana banyak yang tidak bisa memiliki keturunan. Tapi kamu diberi kesempatan memiliki anak namun kamu malah membuangnya itu namanya tidak bersyukur nona," omel Tommy panjang lebar.


"Pak tolong anda tenang. Kami telah menghubungi keluarganya sebentar lagi mereka akan datang ke sini." Polisi tersebut berbicara kepada Tommy. Lalu dia beralih pada wanita yang menjadi tersangka pembuangan bayi. "Apa alasan anda membuang bayi anda?"


"Saya malu karena saya hamil diluar nikah," jawab wanita itu sambil menundukkan kepala.


"Kamu malu karena memiliki anak tapi kamu tidak malu pada perbuatanmu? Sungguh lucu," ledek Tommy.


"Saya tidak ingin anak itu merusak masa depan saya," ungkapnya.


"Merusak katamu? Anak itu tidak salah apa-apa. Kamu yang seharusnya menyesali perbuatanmu. Kamu sendiri yang merusak masa depanmu. Lalu kenapa menyalahkan orang lain?"


"Anda tidak mengerti Pak. Keluarga saya menentang pernikahan saya dengan kekasih saya. Saya sangat mencintainya. Saya tidak ingin kehilangan dia."


"Dan kamu rela menyerahkan keperawananmu kepadanya? Kamu hanya dibodohi olehnya. Lalu ke mana dia? Apa dia tidak mau bertanggung jawab atas kehamilan kamu setelah kamu melahirkan?"

__ADS_1


Tidak ada jawaban dari wanita itu. Sesaat kemudian keluarganya tiba di kantor polisi. "Pak tolong lepaskan anak saya!" Ibunya menangis dan memohon kepada petugas polisi.


"Anak anda bersalah jadi kami tidak bisa dengan mudah melepasnya."


"Dia terpaksa Pak."


Tommy rasanya muak mendengar kata 'terpaksa' dari keluarga orang yang telah membuang Kevin.


"Hanya karena kalian merasa malu anak kalian hamil diluar nikah lalu menyuruhnya membuang anak yang telah dilahirkannya itu?" Tuduh Tommy.


"Laki-laki yang menghamilinya tidak mau bertanggung jawab setelah dia melahirkan," terang sang ibu.


"Kenapa kalian tidak menuntutnya? Kalian bisa membawa masalah ini kantor polisi atau mencari solusi yang lain tanpa harus membuang bayi yang tidak bersalah itu," geram Tommy.


"Maafkan saya, saya memang bersalah tapi saya tidak mau dipenjara," mohon ibu kandung Kevin.


"Lalu menurutmu hukuman apa yang pantas untukmu wanita yang tidak memiliki perasaan sepertimu?" Dada Tommy naik turun karena emosi.


"Saya akan merawat anak saya dengan baik, saya janji meskipun laki-laki yang menghamili saya tidak mau bertanggung jawab." Wanita itu berusaha untuk meyakinkan polisi.


"Apa? Bagaimana dengan Irene dia pasti kecewa jika orang tua kandung Kevin ingin mengambilnya?" Batin Tommy.


"Di mana anak saya sekarang? Biarkan saya bertemu dengannya?" Pinta wanita itu.


"Dia ada di rumah saudara Tommy kalian bisa menemui di sana. Tapi untuk anda nona Anisa, Anda harus mempertanggungjawabkan perbuatan anda karena telah membuang bayi dan itu termasuk kejahatan kriminal," terang polisi yang bertugas.


Wanita bernama Anisa itu menangis sejadi-jadinya dia merasa menyesal telah melakukan perbuatan bodoh dan menyia-nyiakan anaknya.


"Tidak, saya tidak mau dipenjara izinkan saya merawat anak saya, dia masih membutuhkan saya."


"Tidak, selama ini dia baik-baik saja bersama istri saya walaupun tanpa anda. Dia bisa hidup dengan baik. Bukankah anda telah membuangnya? Kenapa harus mengambilnya kembali?"


"Tidak, kembalikan bayi saya!" Tangan Anisa mencengkeram kemeja Tommy.


Tommy melepas tangan Anisa. "Kita lihat saja nanti di pengadilan. Apa anda masih diperbolehkan untuk merawat bayi anda atau tidak. Tapi saya tidak akan membiarkan anak itu jatuh ke tangan anda," ancam Tommy.

__ADS_1


Setelah itu Tommy keluar dari kantor polisi. Dia menghubungi pengacaranya. "Pak Baskara apa kita bisa bertemu? Ada yang ingin saya konsultasikan kepada anda, bisakah Anda datang ke kantor saya hari ini?"


"Baik akan saya usahakan, pak."


Setelah menghubungi pengacaranya Tommy menuju ke kantor untuk kembali bekerja.


Setelah jam makan siang Baskara, pengacara keluarga Tommy, datang menemuinya.


"Ada yang bisa saya bantu Pak?" Tanya Baskara ketika memasuki ruangan Tommy.


"Silakan duduk dulu. Jadi begini beberapa waktu lalu saya menemukan bayi yang diletakkan di mobil saya. Saya membawanya pulang karena polisi sedang mencari orang tua bayi tersebut."


"Kenapa waktu itu anda tidak menitipkannya di panti asuhan?" Tanya Baskara.


"Polisi bilang tidak akan memproses laporan saya jika saya menitipkannya di panti asuhan. Polisi akan menganggap masalah ini selesai."


"Seharusnya tidak begitu prosedurnya. Meskipun Anda menaruhnya di panti asuhan polisi akan tetap mencari pelaku pembuangan bayi itu."


"Benarkah?" Tanya Tommy memastikan. Baskara mengangguk.


"Tapi saya terlanjur membawanya pulang dan sampai saat ini istri saya merawat bayi itu dengan baik. Namun, setelah orang tua bayi itu ditemukan, dia ingin mengambilnya. Apakah ada cara agar bayi itu tetap berada di rumah kami? Jujur kami berencana mengadopsi anak tersebut." Tommy meminta saran pengacaranya.


"Kemungkinan pengadilan akan memberikan hukuman ringan untuk pelakunya. Setelah itu mereka akan mengembalikan hak asuh bayi kepada ibunya karena bagaimanapun pengadilan akan menilai bayi tersebut masih perlu diurus oleh orang tua kandungnya."


"Tapi dia telah membuangnya, bagaimana pengadilan bisa percaya kalau orang tua bayi itu akan merawatnya dengan baik?"


"Kalaupun orang tua bayi itu harus dipenjara, seharusnya bayi itu diserahkan kepada keluarga terdekatnya. Akan sangat sulit untuk mengadopsi bayi yang masih berusia kurang dari 1 tahun kecuali...." Baskara menggantung kalimatnya.


"Kecuali apa katakan dengan sejelas-jelasnya!" Desak Tommy.


"Kecuali orang tua bayi tersebut bersedia anaknya diadopsi."


Tommy berpikir mungkin akan sulit untuk meminta persetujuan orang tua kandung bayi itu. Mengingat ketika dia di berada di kantor polisi, orang tuanya menanyakan keberadaan bayi itu.


Setelah itu Tommy membicarakan hasil diskusinya dengan pengacara kepada sang istri. "Bagaimana kalau aku yang berbicara dengan ibunya? Mungkin jika dibicarakan dari hati ke hati dia akan mengerti."

__ADS_1


Tommy rasa tidak ada salahnya mempertemukan Irene dengan wanita bernama Anisa tersebut.


Bagaimana kelanjutannya apakah Irene berhasil membujuk Anisa agar bisa mengadopsi Kevin? yuk komen!


__ADS_2