
Penjaga makam itu menatap curiga pada Bayu. Bayu yang menyadari akan hal itu kemudian mengeluarkan sejumlah uang berwarna merah dari saku jasnya.
"Saya harap ini cukup untuk membayar jawaban anda." Bayu menyerahkan uang itu ke tangan penjaga makam. Ia yakin penjaga makam itu melihat plat mobil yang dikendarai oleh penculik tersebut.
Mata laki-laki yang berdiri di depan Bayu itu langsung berbinar melihat lembaran merah yang diselipkan ke tangannya. "Ah tidak usah repot-repot segala Pak. Saya lihat Pak plat nomor mobilnya," akunya.
Bayu mengeluarkan pena dan secarik kertas agar penjaga makam tesebut menuliskan plat nomor mobilnya di sana.
Usai mendapatkan apa yang dia cari, Bayu melenggang pergi. Ia pakai kacamatanya hitamnya lalu memasuki mobil. Kini Bayu hanya perlu mencari tahu dimana keberadaan mobil tersebut.
Bayu menghubungi Julian karena Julian adalah anak genius yang pandai meretas. "Maaf aku merepotkanmu," kata Bayu pada Julian.
"Tidak apa Om. Aku akan membantu pencarian Ruby. Berapa plat nomornya?" Tanya Julian. Bayu menyerahkan secarik kertas yang bertuliskan sebuah plat nomor.
Julian pun mulai bekerja. Ia mencari data-data pemilik mobil tersebut. "Kita tidak bisa menemukannya Om. Mobil ini sepertinya mobil curian atau semacamnya. Pajaknya mati karena tidak dibayar selama setahun. Kalaupun kita tahu siapa pemiliknya, kita tidak bisa menuduhnya atas penculikan Ruby. Karena berdasarkan data yang aku ambil orang ini seorang PNS. Apa om mencurigai seseorang? Aku bisa melacaknya melalui nomor handphone yang om punya."
Bayu berpikir sejenak. Ia tidak memiliki nomor telepon Arya tapi ia tahu siapa yang bisa dijadikan sebagai alat agar dirinya bisa mengorek keterangan dari Arya.
Bayu menuju ke sebuah hunian dimana Lisa tinggal. Ya, Bayu akan memanfaatkan Lisa untuk merayu Arya. Bayu tahu Lisa masih mengincar laki-laki kaya.
Tok tok tok
Bunyi ketukan pintu itu membuat ibunda Lisa berjalan dan membukanya. Saat ia melihat siapa yang datang, wanita itu kaget. "Ba-Bayu? Apa yang kamu lakukan di sini?" Tanyanya gugup.
"Apakah Lisa ada? Saya ingin membicarakan masalah bisnis dengannya," ucap Bayu seramah mungkin.
Wanita itu menatap curiga tapi tetap memanggil Lisa yang ada di dalam kamarnya. Tak lama kemudian Lisa keluar untuk menemui Bayu.
"Ada apa?" Tanya Lisa sinis. Pasalnya setelah sekian purnama Bayu tiba-tiba mencarinya.
"Aku butuh bantuanmu." Perkataan membuat Bayu Lisa menatapnya dengan curiga. "Sebaiknya kamu ikut aku. Aku akan menawarkan bisnis yang menjanjikan untukmu," Bayu mencoba bernegosiasi dengan Lisa.
Lisa tahu kalau Bayu selalu bertindak sesuai perkataannya. Bukan tak mungkin dia akan untung jika mengikuti perintah Bayu.
"Katakan apa yang kau inginkan dariku?" Tanya Lisa to the point ketika tengah berada di sebuah restoran.
Bayu mencondongkan badannya. "Aku ingin kau merayu seseorang." Bayu melempar sebuah foto ke meja.
"Apa? Laki-laki itu kan yang dulu pernah aku temui di bar," batin Lisa.
Bayu mengerutkan keningnya curiga ketika melihat Lisa diam saat ia memandang foto Arya. "Apa kamu kenal?" Tanya Bayu lebih lanjut.
__ADS_1
Lisa menggeleng. "Aku hanya pernah melihatnya mabuk saat berada di sebuah bar. Apa yang kau inginkan dari laki-laki ini?" Tanya Lisa penasaran.
"Dia telah menculik anak angkat Pak Devon." Lisa terkejut mendengar penuturan mantan kekasihnya itu.
"Anak angkat?"
"Ceritanya panjang. Yang jelas kau hanya perlu mengorek informasi mengenai keberadaan Ruby." Bayu menyuruh Lisa mendekat. "Jadilah wanita nakal dan kau boleh ambil hartanya sesuka yang kau mau," bisik Bayu.
"Gila, kau menyuruhku merampok dia?" Sentak Lisa.
"Pelankan suaramu. Jangan berpikir aku ini seorang kriminal. Kau bisa meminta bayaran mahal setelah merayunya. Dia pasti akan menuruti perkataanmu jika kau benar-benar memuaskan."
"Apa yang akan kudapat darimu?" Tanya Lisa penasaran.
"Akan ku transfer sejumlah uang ke rekeningmu."
"Baik. Tapi ingat bayaranku tidak murah." Lisa berdiri dan meninggalkan Bayu.
"Tunggu! Bergeraklah cepat agar nyawa Ruby bisa terselamatkan!" Teriak Bayu. Lisa menoleh dan tersenyum sinis.
"Tak kusangka kau menganggapku wanita murahan Bay. Baik, aku hanya perlu memerankan peranku dengan baik. Setelah itu aku akan meminta bayaran mahal darimu," gumam Lisa sambil tersenyum jahat.
...***...
Brak
Pintu terbuka dengan kasar sehingga mengagetkan Ruby.
"Ini makanlah!" Kata anak buah Arya yang bertugas menjaga Ruby.
"Kau gila menyuruhku makan tanpa melepas tangan dan mataku," teriak Ruby menggunakan sisa tenaganya.
Akhirnya penjahat itu melepas kain penutup mata Ruby dan tali yang mengikat tangan gadis itu.
"Makan! Jangan coba-coba kabur atau akan kuhabisi kau," ancamnya seraya menggerakkan tangan seolah menebas leher.
Ruby bergidik ngeri. Orang jahat itu memberikan nasi putih dan tempe serta air mineral untuk Ruby.
"Sialan memangnya aku kucing dikasih makan beginian," umpat Ruby kesal.
Ia terpaksa memakan nasi tersebut meski hanya beberapa suap untuk mengisi tenaganya kembali.
__ADS_1
Ruby memindai ke sekeliling ruangan. Ada ventilasi yang bisa dia gunakan untuk kabur. Tapi ia butuh pijakan. Tak habis akal ia pun berpikir untuk menyusun kardus-kardus yang ada di sana. Tapi masalahnya kakinya masih terikat.
Ruby mencoba melepas ikatan tersebut tapi ikatannya terlalu kuat. Beruntung ada sebuah pecahan kaca yang ada di ruangan itu. Ruby pun meraih dengan susah payah dalam kondisi kaki terikat.
Tak
Tak
Tak
Suara itu membuat Ruby mengurungkan niatnya. "Mo ngapain Lo?" Teriak salah satu dari penjaga yang menyadari posisi Ruby berpindah tempat.
Ruby panik dan ketakutan. "Mau coba kabur lo ya?" Ruby menggeleng cepat. Ia ketakutan melihat badan laki-laki itu yang bertubuh tinggi besar.
Mereka mengikat tangan Ruby kembali lalu kali ini menutup bagian mulutnya. Ruby berteriak dalam keadaan mulut tertutup.
"Sampai kapan aku akan begini?" Tangis Ruby dalam hati.
...***...
Di tempat lain Lisa sedang mengawasi Arya. Menurut informasi yang dia dapat malam ini Arya makan malam di sebuah hotel.
Bug
"Augh," Lisa sengaja menabrakkan diri dengan Arya.
Arya menangkap tubuh Lisa yang hampir saja terjatuh ke lantai. Sejenak pandangan mereka bertemu. Lisa tersenyum nakal pada Arya.
"Terima kasih," ucap Lisa setelah ia bangun.
"Sama-sama. Lain kali hati-hati nona. Oh ya bolehkah kita berkenalan?" Tanya Arya sambil menatap mesum ke arah Lisa yang berpakaian serba ketat.
Lisa menyodorkan tangannya. "Aku Lisa," jawabnya memperkenalkan diri.
"Arya," Arya membalas uluran tangan Lisa tapi dengan jahilnya menggelitiki telapak tangannya.
"Dasar laki-laki mesum. Awas saja kamu aku akan membuatmu kehilangan segalanya," umpat Lisa dalam hati
Arya mendekat. "Apa kau punya waktu malam ini?" Tanya Arya sedikit berbisik.
...***...
__ADS_1
Apa yang akan terjadi selanjutnya?