
...Flashback on...
"Ada apa ini, Pa? Kenapa kalian menjual mobilnya?" Tanya Lisa ketika melihat orang lain membawa mobil mereka.
"Kita bangkrut nak. Papa kena tipu," ungkap sang ayah.
Lisa menggelengkan kepalanya tak percaya. Ia pun menangis di antara hujan lebat. "Apa ini semua balasan atas segala perbuatan yang telah aku lakukan, Tuhan? Apa Kau sedang menghukumku?" Lisa duduk di tengah hujan yang begitu deras. Namun, tiba-tiba seseorang berdiri di sampingnya sambil membawa payung. Lisa mendongak. "Mas Bayu?"
Ia tak percaya Bayu kini ada di sampingnya. "Bangunlah, nanti kamu sakit." Lisa menatap Bayu. Lalu Bayu mengajak wanita itu bangun.
Bayu mendengar keluarga Lisa telah ditipu ketika menginvestasikan uangnya untuk saham abal-abal. Lalu Bayu saat itu juga menghampiri rumah Lisa. Dia merasa khawatir pada keluarga Lisa. Bagaimanapun mereka pernah menjadi pasangan.
Bayu sebenarnya mencintai Lisa dari dulu tapi ambisi Lisa untuk mendekati Tommy tapi malah berakhir menghabiskan malam dengan Devon membuat Bayu sakit hati. Ia terkesan yang wanita materialistis. Ternyata cinta Bayu tak terbalas. Sehingga Bayu melepas Lisa saat wanita itu mengutarakan keinginannya untuk membatalkan pertunangan mereka.
Setelah itu Bayu bertemu dengan Irma wanita yang bisa membuatnya move on dari Lisa.
Lisa pun sibuk mencari pekerjaan untuk membiayai hidup keluarganya. Ia adalah anak satu-satunya di keluarganya. Orang tuanya tak bisa bekerja mengingat usianya yang sudah tua pasti perusahaan manapun akan menolaknya. Lalu Lisa menaruh lamaran kerja di banyak perusahaan. Tapi tak satupun yang memanggilnya.
Kemudian Bayu memasang iklan ketika Cindy menyuruhnya mencarikan karyawan untuk bekerja di toko rotinya. Lisa mencoba melamar di sana.
Ketika Cindy menerima Lisa, wanita itu bercerita pada Bayu. "Aku diterima bekerja oleh Cindy, Mas. Terima kasih banyak karena sudah memberi tahuku," ucap Lisa dengan tulus.
Mereka sedang bertemu di sebuah kafe saat itu. "Aku hanya bisa membantumu sampai di sini saja."
"Tidak apa-apa Mas Bayu," jawab Lisa sambil mengulas senyum manisnya. Hati Bayu terasa berdesir melihat senyuman Lisa.
"Tahan Bayu, kamu sudah punya istri. Jangan sampai menyakiti hati Irma," batin Bayu dalam hati. Sebisa mungkin dia menata hatinya.
Setelah itu Bayu mendengar Lisa mendapatkan masalah di tempat kerjanya. Lisa menelepon Bayu menceritakan masalahnya sebelum akhirnya dia mabuk di bar. Bayu tidak bisa membantu karena Bayu sedang siaga di Minggu terakhir kehamilan istrinya.
...Flashback off...
Bayu merasa dilema karena di saat istrinya sedang, di rumah sakit dia malah menabrak orang yang tak lain adalah mantan tunangannya sendiri.
__ADS_1
Bayu menundukkan kepala karena menyesali perbuatannya. Meskipun dia tidak sengaja menabrak Lisa Tapi tetap saja akibat yang ditimbulkan dari kecelakaan itu membuat Lisa harus menjalani operasi pengangkatan rahim seperti Irene, dikarenakan benturan keras yang mengenai perutnya.
Bayu menghubungi keluarga Lisa. Ayahnya sangat marah ketika melihat putrinya tak berdaya di rumah sakit. "Dasar laki-laki brengsek," umpat ayah Lisa pada Bayu.
"Sabar Pa, sabar," istrinya mencoba menenangkan sang suami.
"Sabar bagaimana? Lihat apa yang dia perbuat pada putri kita," ucapnya berapi-api.
Bayu menjatuhkan bobotnya dan bersimpuh di hadapan Ayah Lisa. "Saya akan bertanggung jawab dengan menikahi Lisa karena saya tahu tidak akan ada laki-laki yang mau menerima Lisa dalam keadaan tidak sempurna seperti sekarang ini," ucap Bayu sambil menundukkan kepala.
Ayah Lisa mengangkat kedua bahu Bayu agar pria itu berdiri. Akan tetapi ketika Bayu berdiri ayah Lisa justru memberikan tamparan yang kuat di pipi kirinya. Bayu tidak membalas meskipun darah segar keluar dari ujung bibirnya.
"Kamu anggap putri saya itu wanita seperti apa? Dengan mudahnya kamu menikahi dia padahal dulu kamu memutuskan pertunangan kalian."
"Tenang Pa, tenang," Ibu Lisa hanya bisa mengatakan kata-kata itu untuk menenangkan suaminya. Dia juga marah kepada Bayu karena membuat Lisa tak berdaya seperti sekarang tapi Bayu sudah bertanggung jawab dengan menunggui Lisa di rumah sakit. Bagi ibu Lisa itu sudah menunjukkan keseriusan Bayu untuk meminta maaf.
"Hukumlah saya! Saya pantas untuk dihukum," pinta Bayu. Entah Bayu itu bodoh atau lupa dengan mudahnya meminta hukuman kepada ayah Lisa padahal istrinya sedang koma di rumah sakit.
Bayu melihat jam yang melingkar di pergelangan tangannya. "Apakah saya boleh pergi?" Tanyanya meminta izin.
Ayah Lisa mencengkeram kerah baju Bayu. "Baru saja kamu berkata ingin bertanggung jawab kepada putriku tapi sekarang apa? Kamu ingin kabur dan lepas dari tanggung jawab hah?" Bentaknya.
Bayu memejamkan matanya sejenak. "Istri saya sedang koma di rumah saki." Sontak Ayah Lisa membulatkan matanya mendengar ucapan Bayu. Dia melepaskan cengkraman tangannya.
"Jangan berbohong!" Tuduh ayah Lisa.
"Tidak, beberapa hari lalu istri saya habis melahirkan, dia koma setelah melahirkan anak kami," jawab Bayu dengan jujur.
"Kembalilah setelah kamu menengok istrimu," ibu Lisa mengambil keputusan. Mereka mengizinkan Bayu pergi dengan syarat harus bertanggung jawab setelah ini.
Laki-laki itu pergi ke rumah kakaknya untuk melihat sang anak. "Kamu dari mana saja jam segini baru datang?" Protes kakak iparnya.
Penampilan Bayu tampak berantakan. "Bay, Kenapa bajumu penuh dengan noda darah?" Tanya kakak iparnya.
__ADS_1
Bayu enggan menjawab pertanyaan itu. "Bisakah kita bicara besok saja? Apa boleh aku menginap di sini? Aku ingin menemani anakku," pintanya.
"Tentu saja," jawab kakak iparnya. "Oh ya hampir lupa kau beri nama siapa anakmu ini?" Imbuhnya.
"Aku belum memikirkan namanya," jawab Bayu.
Kemudian kakak iparnya meninggalkan Bayu bersama anaknya. Sebelum menyentuh bayinya Bayu membersihkan diri terlebih dahulu.
"Ada apa Ma?" Tanya Bagas pada istrinya.
"Bayu tampak aneh, kemejanya penuh dengan noda darah tapi ketika aku menanyainya dia tidak mau menjawab," adunya pada sang suami.
"Apa? Tidak biasanya dia menyembunyikan sesuatu dari kita. Aku harus mengetahui alasannya," Bagas beranjak dari tempat tidurnya.
Bagas berjalan dengan langkah cepat menuju ke kamar Bayu. "Bay, Apa yang sebenarnya terjadi?" Tanya Bagas dengan suara lantang.
"Sstt pelankan suaramu!" Perintah Bayu pada kakaknya.
"Apa yang terjadi?" Tanya Bagas lagi. Dia tidak akan pergi sebelum Bayu memberikan jawaban.
"Kita bicara di luar," ajak Bayu.
Mereka berdua berdiri di depan pintu. "Aku tak sengaja menabrak Lisa sampai dia masuk rumah sakit."
Bagas membulatkan matanya. Dia menatap sang adik dengan tatapan bingung. "Bagaimana bisa?"
"Mungkin ini yang namanya takdir. Aku harus menikahinya karena dia harus menjalani operasi pengangkatan rahim."
"Apa?"
"Perutnya mengalami benturan yang keras. Aku tidak punya pilihan lain selain menikahinya. Pasti akan sulit menemukan laki-laki yang mau menerima dirinya dalam keadaan seperti itu."
"Kamu gila."
__ADS_1