Click Your Heart

Click Your Heart
Part 80


__ADS_3

...Cinta itu selalu tahu siapa pemiliknya, sejauh apa pun ia pergi bila memang sudah jodohnya pasti akan kembali....


Bayu pulang ke apartemennya seperti biasa. Saat ia pulang Irma menyambut Bayu dengan senyuman. Irma sudah tinggal selama seminggu di apartemen Bayu. Namun, mereka tiidur di tempat terpisah.


"Mau aku buatkan teh?" Tanya Irma.


Entah kenapa rasa capek Bayu tiba-tiba menghilang setelah melihat senyum Irma. Sejenak ia terpesona tapi sesaat kemudian ia mengalihkan pandangannya. "Buatlah!"


Irma beranjak ke dapur. Tak lama kemudian wanita yang sedang hamil itu membawakan secangkir teh hangat untuk Bayu yang sedang duduk di sofa.


"Terima kasih," kata Bayu lalu menyeruput teh itu.


"Apa kau betah tinggal di sini?" Tanya Bayu pada Irma.


"Mau bagaimana lagi bukankah kau melarang aku keluar dari tempat ini?"


"Karena aku peduli padamu dan anak yang sedang kau kandung."


Deg


"Benarkah? Apa dia tulus padaku?" Batin Irma.


"Aku akan menikahimu lusa. Beberapa hari ini aku mengurus surat-surat agar kita bisa menikah secara resmi." Bayu berkata tanpa ekspresi. Sejujurnya dia gugup mengatakan itu.


"Tapi apa kau punya saudara yang bisa kau jadikan wali?" Tanya Bayu pada Irma.


"Aku tidak punya siapapun, kecuali ibuku. Tapi dia sudah tidak peduli padaku. Dia sudah menikah dengan laki-laki berengsek."


"Baiklah aku akan tanyakan pada penghulu nanti. Bagiamana dengan kandunganmu? Apa dia baik-baik saja?"


Irma mengulas senyuman tipis ketika mendengar perhatian Bayu. "Apa kau benar-benar peduli padaku?"


"Menurutmu?" Bayu beranjak dari tempat duduknya lalu pergi meninggalkan Irma.


"Dasar laki-laki kaku," cibir Irma.


...***...


"Pak saya mau menyerahkan ini," Bayu menyodorkan sebuah undangan pada Devon.


"Apa kau akan menikah?" Kapan? Apa kau akan menikah dengan wanita licik itu?" Cecar Devon.


Bayu menggeleng. "Bukan pak. Saya menikahi orang lain," akunya.


Devon mulai membuka undangan tersebut. "Irma? Siapa dia?"


"Wanita yang saya kenal di luar pak."


"Luar mana? Luar negeri?" Bayu memutar bola matanya jengah menanggapi pertanyaan Devon yang seolah menggodanya.


"Kamu cepat sekali move on Bayu. Baguslah ku kira kau akan sakit hati setelah tunanganmu itu berselingkuh denganku," kata Devon setengah mengejek.


"Saya bersyukur pak karena saya tahu belangnya lebih dulu."


"Baiklah, aku hargai keputusanmu." Devon menepuk bahu Bayu lalu pergi meninggalkan ruangannya.

__ADS_1


...***...


Bagas meminta Bayu bertemu dengannya. "Aku dengar kau akan menikah? Bukankah kau sudah putus dengan Lisa?" Tanya Bagas.


"Aku akan menikah dengan wanita lain," jawab Bayu dengan tegas.


"Siapa wanita itu? Dari keluarga mana?"


"Dia hanya wanita dari kalangan biasa."


"Baiklah, tapi kenapa kau tiba-tiba putus dengan Lisa lalu menikahi wanita lain? Orang akan mengira ku berselingkuh."


"Bukan aku yang berselingkuh tapi wanita itu. Lagipula dari awal aku dan Lisa memang tidak pernah cocok." Bayu mengungkapkan kejujurannya.


Bagas mendesah. "Aku haya bisa berharap kau bahagia dengan pilihanmu," kata Bagas lalu pergi.


...***...


Malam ini Tommy mengajak pacarnya makan di suatu tempat. "Ren, apa kamu sudah dengar kalau asisten Bayu akan menikah besok?"


Brusss


Irene menyemburkan minumannya. "Apa? Aku belum dengar mas. Mas tahu darimana?" Tanya Irene dengan terkejut.


"Dia mengirim undangan padaku."


"Bukannya pak Bayu itu sudah putus dengan Lisa?"


"Nama pasangan yang akan dia nikahi bukan Lisa tali Irma," kata Tommy.


"Kami kenapa melamun Ren?"


"Tidak apa mas."


"Apa kau mau ikut besok ke acara pernikahan Bayu?"


Uhuk uhuk


"Mas serius? Bagaimana kalau ada kolega mas Tommy yang lihat?" Tanya Irene yang merasa ragu.


"Tidak masalah." Tommy tidak melihat waajh Irene saat menjawabnya. Irene jadi ragu dengan hubungan mereka.


"Baiklah aku akan tampil secantik mungkin supaya kamu tidak kecewa padaku," gumam Irene dalam hati.


...***...


Keesokan harinya hari pernikahan Bayu dan Irene tiba. Bayu menyewa ballroom di hotel Devon untuk dijadikan sebagai tempat menggelar pernikahnnya.


Irma menunggu MUA yang akan merias dirinya. "Elo?" Tunjuk Irma dan Alan bersamaan.


"Kok elo ada di sini?" Tanya Alan.


"Gue yang akan nikah, bego," umpat Irma.


"Hah, elo mau nikah sama pak Bayu?" Tanya Alan yang terkejut.

__ADS_1


"Ya lho lihat undangannya kan tertulis nama gue," sewot Irma.


"Gue nggak nyangka dunia sekecil itu. Gue juga nggak nyangka pak Bayu mau sama elo," cibir Alan.


"Udah elo nggak usah bawel cepet rias gue. By the way sejak kapan elo jadi MUA?" Tanya Irma.


"Udah lama tapi gue masih ikut orang belum berdiri sendiri."


"Lah ini lo lagi apa kalau nggak berdiri? Jongkok lo?" Ejek Irma.


"Bener-bener lo ya nggak ada akhlak. Kalau bukan karena dibayar pak Bayu gue ogah dandanin elo," sungut Alan.


"Bawel lo, gue mau elo bikin gue cantik awas aja make upnya jelek gue bilang sama suami gue kalau lo kerjanya nggak bener," ancam Irma.


Alan hanya bisa mendesah. Cukup lama dia merias Irma. Setelah satu jam akhirnya Irma selesai didandani.


"Gimana? Cakep kan?" Alan seolah puas dengan hasil karyanya.


Irma tak percaya kalau dia secantik itu. "Cantik" suara berat itu membuat keduanya menoleh. Irma tersenyum malu-malu ketika Bayu memujinya.


"Apa kau sudah siap?" Tanya Bayu dengan suara lembut.


"Aku tinggl ganti baju," jawab wanita hamil itu.


"Aku tunggu di depan. Alan tolong kamu antar Irma jika sudah selesai," perintah Bayu pada Alan.


"Baik, Pak."


Semua orang sudah menunggu di ballroom. Penghulu dan saksi yang dibayar Bayu untuk menikahkannya juga sudah siap.


Tak lama kemudian Irma keluar dengan balutan kebaya warna putih yang cantik serta rambut yang disanggul cantik.


"Irma," gumam Cindy dengan lirih.


"Kamu kenal sama calon istrinya Bayu sayang?" Tanya Devon pada istrinya.


"Tentu saja, dia teman satu kosku dulu," jawab Cindy.


"Tapi bagaimana dia bisa menikah dengan pak Bayu?" Batin Cindy.


...❤️❤️❤️...


Baca karyaku yang lain juga ya dears


CINTA MEMANG HARUS DIPERJUANGKAN, TAPI APAKAH DIA SALAH JIKA DIA MEMAKSAKAN KEHENDAK DEMI CINTANYA? SETELAH SEGALA PENOLAKAN DALAM LAMANYA PENANTIAN?


MY BELOVED PARTNER


Blurb :


Jaden dan Berlian adalah sepasang kekasih yang bertemu di ajang balap motor liar. Jaden yang belum lama berpacaran dengan Berlian mantap melamar gadis itu. Akan tetapi bukannya memberikan jawaban Berlian malah kabur ke luar negeri karena alasan belum siap menikah di usianya yang masih muda. Jaden sangat kecewa namun ia masih menunggu Berlian kembali.


Beberapa tahun kemudian Berlian kembali ke Indonesia karena alasan pekerjaan. Jaden yang tak mau melewatkan kesempatan akhirnya memilih jalan yang salah untuk memiliki gadis yang ia cintai seutuhnya.


Apakah selanjutnya yang akan terjadi?

__ADS_1



__ADS_2