
Lisa memilih keluar kota untuk mencari pekerjaan. Dia sudah tidak bisa tinggal di kota itu karena tidak ada yang mau menerima dirinya bekerja. Lalu ia memutuskan untuk pindah keluar kota untuk mencari pekerjaan yang sesuai.
"Semoga keputusanku kali ini benar," ucap Lisa memantapkan hatinya.
Lalu ia pergi ke bandara menggunakan taksi. Ia telah membeli tiket pesawat untuk jadwal keberangkatan pukul satu siang hari ini.
"Kamu yakin akan keluar kota?" Tanya sang ibu pada Lisa. Lisa mengangguk.
"Aku sudah mendapatkan tawaran pekerjaan dari temanku. Biarkan aku tinggal di luar kota. Jangan khawatir Ma aku akan mengirimkan uang tiap bulan untuk mu."
"Baiklah," jawab ibunya pasrah.
Lisa meneteskan air mata saat berpisah dengan orang tuanya. Baru kali ini ia tinggal jauh dari orang tuanya. Ada perasaan sedih tapi dia tidak bisa tinggal diam saja di rumah. Keluarganya hampir jatuh miskin. Kini dia jadi tulang punggung keluarganya.
*
*
*
Hari kelahiran anak Irma semakin dekat. Dia tinggal menunggu dua Minggu lagi dari hari yang ditentukan oleh dokter.
Bayu masih bekerja bolak balik di kantor cabang karena pembangunan kantor pusat belum juga selesai.
"Mas, apa kamu tidak bisa cuti. Minggu-minggu ini aku akan melahirkan," rengek Irma.
"Belum bisa sayang, aku akan ambil cuti jika kamu saatnya melahirkan."
"Jangan khawatir aku sudah berpesan pada asisten rumah tangga kita agar tidak meninggalkan kamu. Sehat-sehat ya anak ayah di dalam perut ibu," Bayu mengajak anaknya berbicara.
"Hati-hati ya mas berangkat kerjanya. Jangan ngebut," pesan Irma pada suaminya.
__ADS_1
Hari ini Irma tak memiliki perasaan akan melahirkan tapi ketika dia selesai dari kamar mandi tiba-tiba air keluar dari selangkangannya seperti orang mengompol.
"Tolong," teriaknya ketika merasakan sakit perut. Lalu asisten rumah tangganya menelepon Bayu.
Saat ini Bayu sedang meeting bersama klien. Tapi ketika dia menerima telepon dia langsung berlari menuju ke mobilnya. "Maaf istri saya mau melahirkan." Ucapnya sebelum pergi pada klien.
Devon berhalangan hadir karena meninjau lokasi pembangunan kantor pusat yang hampir jadi.
Irma belum dibawa ke rumah sakit sejak asisten rumah tangganya menelepon tadi. "Kenapa tidak panggil ambulan?" Bentak Bayu yang cemas melihat keadaan istrinya.
Dia segera mengangkat tubuh Irma lalu membawanya ke dalam mobil. Untung saja lokasi meetingnya tadi tidak jauh dari apartemennya.
Sesampainya di rumah sakit, Irma makin merasakan sakit yang luar biasa. Dia segera mendapatkan tindakan. Dokter menyarankan untuk melakukan operasi sesar karena air ketubannya sudah habis.
"Lakukan yang terbaik untuk istri saya, dok," pinta Devon pada dokter yang menangani Irma.
Satu jam Bayu menunggu di depan ruang operasi akhirnya dokter keluar. Bayu segera menghampirinya. "Bagaimana dok?" Tanyanya menunggu jawaban.
"Anak anda lahir dengan selamat. Jenis kelaminnya perempuan. Tapi ibunya mengalami koma," ucapan dokter itu seakan membuat dunia Bayu runtuh.
Setelah itu Bayu menengok keadaan Irma yang ada di ruang ICU. Dokter memasang banyak selang di wajahnya. "Bertahanlah sayang, aku mohon demi anak kita yang membutuhkan kamu," ucap Bayu di sela-sela tangisannya. Dia menggenggam tangan istrinya dengan erat.
Bayu menghubungi kakaknya. "Istriku sudah melahirkan bisakah kau menengoknya?" Pinta Bayu pada Bagas, kakaknya.
Bagas menuruti permintaan adiknya. Ia juga membawa istrinya untuk menengok Irma dan bayinya.
"Di mana anak dan istrimu?" Tanya Bagas yang baru sampai di rumah sakit.
"Anakku ada di ruang khusus bayi sedangkan Irma ada di ruang ICU. Dia koma." Ucapan Bayu membuat Bagas ikut prihatin.
"Bagaimana kalau aku membantu mengasuh anakmu sementara hingga istrimu sembuh?" Istri Bagas menawarkan bantuan untuk adik iparnya.
__ADS_1
"Apa kakak bersedia?" Tanya Bayu memastikan. Wanita bernama Sarah itu mengangguk.
"Terima kasih banyak kak. Aku tidak tahu cara merawat bayi. Aku pasrahkan anakku selama Irma belum sembuh. Apa kakak tidak keberatan?" Tanya Bayu sekali lagi.
"Iya, aku tidak keberatan," jawabnya sambil tersenyum. Bayu merasa lega karena anaknya akan mendapatkan pengasuhan dari kakak iparnya. Ia tak perlu pusing memikirkan anaknya jadi ia akan fokus pada Irma.
Cindy dan Irene mendapatkan berita dari suaminya masing-masing tentang keadaan Irma yang koma.
Mereka hanya bisa berdoa agar Irma segara diberikan kesembuhan.
Sudah seminggu lebih Irma terbaring di rumah sakit. Bayu bekerja seperti biasa. Dia meninggalkan istrinya pada perawat rumah sakit. Dia juga berpesan agar segera menghubungi dirinya ketika Irma sadar.
Sudah sebulan Irma koma di rumah sakit. Bayu tetap percaya kalau istrinya akan sembuh kembali.
Suatu hari Devon menugaskannya untuk meninjau lokasi yang akan dibeli oleh Devon. Saat itu Bayu akan melewati jalan yang licin akibat hujan yang sedang turun.
Tiba-tiba ada seseorang yang menyeberang secara sembarangan. Ia terkejut karena saat itu pandangan kabur karena kaca mobilnya yang mengembun akibat hujan di luar.
Bayu segera turun ketika menyadari mobilnya menabrak seseorang. Ia pun segera turun meski hujan di luar belum juga mereda. Ia turun sambil membawa payung di tangannya. Ia melihat siapa wanita yang ia tabrak.
"Lisa?" Bayu sungguh terkejut. Ia segar membawa Lisa ke dalam mobilnya meski mobilnya akan kotor karena banyak darah dan bajunya yang basah kuyub.
Orang-orang yang lewat saat itu tak satupun yang berhenti karena kondisi hujan. Jadi Bayu mengangkat tubuh Lisa sendirian.
Lalu Bayu membawa Lisa ke rumah sakit terdekat di desa terpencil itu. "Di sini fasilitas nya kurang memadai. Sepertinya bagian perutnya terbentur dengan keras sehingga ada penyumbatan darah. Nona Lisa harus menjalani operasi segera atau nyawanya bisa saja melayang kapan pun."
Lalu Bayu putuskan untuk memindah Lisa ke rumah sakit yang lebih besar. Di sana Lisa harus menjalani operasi pengangkatan rahim karena benturan yang keras di bagian perutnya.
Bayu terpaksa menandatangani surat perjanjian yang dilakukan sebelum operasi. "Aku akan bertanggung jawab Lisa." Gumamnya.
Bayu mengalami dilema karena di saat istrinya sedang koma di rumah sakit, Bayu malah menunggui wanita lain yang sedang operasi di tempat yang berbeda. Jika saja ia lebih berhati-hati saat berkendara maka hal ini tidak akan terjadi.
__ADS_1
Bayu menengok Lisa ketika dia telah dipindahkan ke ruang rawat inap. "Maafkan aku, Lisa. Karena aku kamu jadi tidak bisa punya anak. Oleh karena itu, aku akan menikahi kamu."
Bayu akan menikahi Lisa di saat istrinya sedang koma? Bagaimana reaksi keluarga Bayu mendengar keputusannya? Apakah Irma akan sadar setelah ini?